- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
Menteri Israel Diklaim Masuk Daftar Musuh Ukraina yang Patut Dibunuh

Jakarta, VokalOnline.Com - Menteri Keuangan Israel Avigdor Lieberman disebut masuk dalam database "musuh Ukraina" di situs kontroversial Mirotvorets.
Situs Mirotvorets diyakini berkaitan dengan dinas intelijen keamanan Ukraina. Para penulis situs itu menggambarkan Lieberman sebagai "agen pengaruh Rusia" yang telah memanipulasi informasi penting secara publik demi kepentingan Moskow,dilansir dari cnn indonesia.
Penulis Mirotvorets juga menilai Lieberman berperan dalam "agresi kemanusiaan" invasi Rusia ke Ukraina.
Dikutip kantor berita Rusia, Russian Today (RT), salah satu alasan Mirotvorets memasukkan Lieberman dalam daftar pembunuhan itu adalah karena sang menteri pernah menolak membiayai pembangunan rumah sakit lapangan di Ukraina pada Maret lalu.
Lieberman juga disebut tidak bersuara mengecam dugaan pembantaian warga sipil di Bucha, Ukraina, oleh tentara Rusia pada April lalu.
Selama ini, Ukraina memang terus meluapkan kekecewaan terhadap Israel yang dianggap loyo dalam mendukung Kyiv melawan invasi Rusia.
Sejauh ini, Israel hanya memberi bantuan kemanusiaan bagi Ukraina. Sementara itu, Kyiv menuntut Israel juga membantu memasok senjata seperti negara Barat lainnya.**Syafira
Liberman telah menjadi menteri keuangan sejak 2021. Dia adalah politikus veteran yang telah menduduki berbagai posisi tinggi di pemerintahan Israel selama bertahun-tahun, termasuk menteri luar negeri, menteri pertahanan, dan wakil PM.
Pria 64 tahun itu juga ketua Yisrael Beiteinu (Israel Our Home), yang memegang tujuh kursi di parlemen negara itu, Knesset. Liberman lahir di Chisinau, Moldova ketika republik itu menjadi bagian dari Uni Soviet dan berimigrasi ke Israel pada 1978.
Selain Lieberman, sejumlah tokoh lainnya seperti Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev juga masuk dalam daftar hitam tersebut. Ada klaim bahwa orang terkaya di dunia, Elon Musk, sempat dimasukkan ke dalam database pada pertengahan Oktober, tetapi dengan cepat dihapus.
Penambahan diduga terjadi setelah Musk mengunggah kicauan kontroversial yang mendorong Ukraina lebih baik menyerahkan sebagian wilayahnya ke Rusia agar perdamaian dunia terjaga.**Syafira
Berita Terkait :
- Bisakah Kreator Konten Twitter Dapat Duit bak YouTuber?0
- Rusia Setop Mobilisasi Parsial Tentara ke Ukraina, Putin Menyerah?0
- Terlalu Banyak Varian Produk, Apple Kehilangan Jati Diri?0
- Netizen Saudi Ribut-ribut soal Halal vs Haram Perayaan Halloween0
- Menteri Timor Leste Minta Telkom Bantu Akses Komunikasi di Pedesaan0
_Black11.png)









