- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
- Jaga Pulau Padang Tetap Bebas Asap, Pemkab Meranti Gandeng RAPP
- Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Anak, RAPP Dukung Penguatan Kader
- Teguh Santosa: UKW Bukan Basa-basi, Pers Jangan Produksi Suara Bising
- JMSI Riau dan NasDem Bahas Isu Strategis, Dari Media hingga Persoalan Daerah
- MAN 1 Pekanbaru Kembali Kirim Delegasi ke Olimpiade Sains Internasional
- Hendry Munief: Konektivitas Antar Pulau Jadi Isu Penting dalam RUU Daerah Kepulauan
- PERTAHANKAN TINGKAT BUNGA PENJAMINAN: MENJAGA KEPERCAYAAN MASYARAKAT
- DPRD Inhu Tolak Ranperda Perubahan APBD 2026 Lewat Voting Terbuka
- Satu Jam Razia Humanis di Lapas Tembilahan, 2 Botol Kaca Hingga Elemen Listrik Disita dan Dibakar
Menteri Israel Diklaim Masuk Daftar Musuh Ukraina yang Patut Dibunuh

Jakarta, VokalOnline.Com - Menteri Keuangan Israel Avigdor Lieberman disebut masuk dalam database "musuh Ukraina" di situs kontroversial Mirotvorets.
Situs Mirotvorets diyakini berkaitan dengan dinas intelijen keamanan Ukraina. Para penulis situs itu menggambarkan Lieberman sebagai "agen pengaruh Rusia" yang telah memanipulasi informasi penting secara publik demi kepentingan Moskow,dilansir dari cnn indonesia.
Penulis Mirotvorets juga menilai Lieberman berperan dalam "agresi kemanusiaan" invasi Rusia ke Ukraina.
Dikutip kantor berita Rusia, Russian Today (RT), salah satu alasan Mirotvorets memasukkan Lieberman dalam daftar pembunuhan itu adalah karena sang menteri pernah menolak membiayai pembangunan rumah sakit lapangan di Ukraina pada Maret lalu.
Lieberman juga disebut tidak bersuara mengecam dugaan pembantaian warga sipil di Bucha, Ukraina, oleh tentara Rusia pada April lalu.
Selama ini, Ukraina memang terus meluapkan kekecewaan terhadap Israel yang dianggap loyo dalam mendukung Kyiv melawan invasi Rusia.
Sejauh ini, Israel hanya memberi bantuan kemanusiaan bagi Ukraina. Sementara itu, Kyiv menuntut Israel juga membantu memasok senjata seperti negara Barat lainnya.**Syafira
Liberman telah menjadi menteri keuangan sejak 2021. Dia adalah politikus veteran yang telah menduduki berbagai posisi tinggi di pemerintahan Israel selama bertahun-tahun, termasuk menteri luar negeri, menteri pertahanan, dan wakil PM.
Pria 64 tahun itu juga ketua Yisrael Beiteinu (Israel Our Home), yang memegang tujuh kursi di parlemen negara itu, Knesset. Liberman lahir di Chisinau, Moldova ketika republik itu menjadi bagian dari Uni Soviet dan berimigrasi ke Israel pada 1978.
Selain Lieberman, sejumlah tokoh lainnya seperti Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev juga masuk dalam daftar hitam tersebut. Ada klaim bahwa orang terkaya di dunia, Elon Musk, sempat dimasukkan ke dalam database pada pertengahan Oktober, tetapi dengan cepat dihapus.
Penambahan diduga terjadi setelah Musk mengunggah kicauan kontroversial yang mendorong Ukraina lebih baik menyerahkan sebagian wilayahnya ke Rusia agar perdamaian dunia terjaga.**Syafira
Berita Terkait :
- Bisakah Kreator Konten Twitter Dapat Duit bak YouTuber?0
- Rusia Setop Mobilisasi Parsial Tentara ke Ukraina, Putin Menyerah?0
- Terlalu Banyak Varian Produk, Apple Kehilangan Jati Diri?0
- Netizen Saudi Ribut-ribut soal Halal vs Haram Perayaan Halloween0
- Menteri Timor Leste Minta Telkom Bantu Akses Komunikasi di Pedesaan0
_Black11.png)








