- Jalan Sungai Rawa Hancur, Warga Jadi Korban Truk ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
- Bupati Bengkalis Menyambut 485 Mahasiswa Peserta Kukerta
- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
- Aspirasi Guru Inhu Terkait Libur Semester Direspons Baik Pemerintah Daerah
- Kisah Kasih Bhayangkara ke-80 di Aula Polres Inhil
- 200 Karateka Inkanas Pekanbaru Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kyu Semester I 2026
China Mau Ketemu AS di Kamboja, Makin Mesra usai dari Bali

VokalOnline.Com-- Usai Presiden Xi Jinping berjumpa Presiden Joe Biden di KTT G20 Bali, China menyatakan siap bertemu Amerika Serikat di sela Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN-Plus di Kamboja, Rabu (23/11).
Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Tan Kefei, mengisyaratkan Menhan Wei Fenghe bakal bertemu dengan Menhan AS, Lloyd Austin. Keduanya memang dipastikan hadir di forum tersebut.
"China punya sikap proaktif dan terbuka melakukan pertukaran dengan Amerika Serikat," kata Tan pada Minggu, seperti dikutip Reuters.
Lebih lanjut, Tan mengatakan kedua pihak tengah berkoordinasi mengenai pertukaran di sela-sela forum itu.
Pertemuan tersebut akan menjadi pertukaran militer tingkat tinggi pertama antara China-AS sejak mereka berselisih Agustus lalu.
Ketika itu, Beijing menghentikan dialog reguler sebagai respons atas kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, Nancy Pelosi, ke Taiwan.
China selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara pulau itu gigih ingin melepaskan diri.
Beijing pun kerap memperingatkan bahwa negara mana pun yang mencampuri urusan internal negaranya akan menuai risiko.
Selain masalah Taiwan, berbagai isu juga membuat hubungan China dan AS kian panas, termasuk perebutan pengaruh kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.
Di tengah ketegangan itu, Xi bertemu dengan Biden di sela KTT G20 untuk menentukan batasan-batasan agar persaingan mereka tak melebar menjadi konflik.
Salah satu hasil pertemuan itu yakni kedua kepala negara akan mencari cara untuk hidup berdampingan di tengah berbagai ketidaksepahaman. Mereka juga bersedia bekerja sama di sejumlah isu.
"Apakah saya percaya dia mau berkompromi terkait sejumlah isu? Ya. Kami sangat terang-terangan satu sama lain terkait isu-isu yang kami tak sepaham," kata Biden setelah bertemu dengan Xi, seperti dikutip NPR.**Syafira
Berita Terkait :
- Penembak Kelab Gay AS Diduga Sama dengan yang Tebar Ancaman Bom 20210
- Siapa Mohd Suhaimi, yang Bikin KO Mahathir di Pemilu Malaysia?0
- KTT APEC Rusuh, Polisi Thailand Tembak Peluru Karet Bubarkan Demo0
- PM Jepang Marah Rudal Korut Jatuh di Perairannya0
- Xi Marah ke Trudeau, China Sebut Relasi Bilateral di Tangan Kanada0
_Black11.png)









