- Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Deadline Setor Nama PM Hari Ini, Anwar-Muhyiddin Ngebut Cari Koalisi

Jakarta,VokalOnline.Com - Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yassin berlomba mencari koalisi untuk membentuk pemerintahan, Selasa (22/11), beberapa jam menjelang tenggat yang ditetapkan raja Malaysia untuk penyerahan nama calon PM.
Mereka harus bergerilya karena berdasarkan hasil pemilu yang keluar pada Minggu (20/11), tak ada satu pun partai atau koalisi berhasil memegang mayoritas.
Menurut konstitusi Malaysia, untuk membentuk kabinet, partai atau koalisi perlu 112 suara dari total 222 kursi parlemen. Pemegang mayoritas ini yang berhak memberikan nama calon PM ke raja.
Karena mayoritas tak terbentuk, Anwar dan Muhyiddin harus bergerilya mencari koalisi. Mereka dikejar tenggat dari Raja Malaysia yang menanti nama calon PM paling lambat pukul 14.00 waktu setempat.
Koalisi pimpinan Anwar, Pakatan Harapan (PH), memang meraih suara terbanyak dalam pemilu akhir pekan lalu dengan 82 kursi. Namun, angka tersebut tak cukup untuk meraih mayoritas.
Sementara itu, koalisi pendukung Muhyiddin, Perikatan Nasional (PN), hanya mendapat 73 kursi.
Ia sempat mengklaim sudah mendapatkan dukungan dari dua kubu politik yang lebih kecil dari Sabah dan Sarawak. Namun, kedua kubu itu membantah klaim tersebut.
Sebagaimana dilansir Reuters, walau dengan dukungan Sabah dan Sarawak, kursi yang diperoleh koalisi Muhyiddin baru 101, masih belum mencapai ambang batas.
Di tengah persaingan ketat itu, sejumlah media melaporkan koalisi Anwar bertemu dengan para petinggi koalisi Barisan Nasional (BN) di salah satu hotel pada Senin pagi.
MalayMail melaporkan bahwa Anwar dan BN sedang mendiskusikan kemungkinan untuk membentuk koalisi.
Kemungkinan aliansi ini menjadi sorotan luas karena Anwar sejak dulu dikenal sebagai penentang BN. Ketika BN berkuasa berpuluh tahun di Malaysia, Anwar selalu menjadi oposisi.
Ia kemudian dielu-elukan ketika berhasil menumbangkan rezim BN dalam pemilu 2018 lalu. Namun kini, Anwar malah ingin membentuk koalisi dengan BN demi bisa menjadi PM.**syafira
Berita Terkait :
- Dua Pria Ditangkap di Estonia Terkait Penipuan Kripto Rp8,9 T0
- China Bantah Tuduhan Filipina Rebut Paksa Puing Roket di LCS0
- Gempa M 7,0 Guncang Kepulauan Solomon, Berpotensi Tsunami0
- Resesi Seks China Makin Nyata, Populasi Menyusut di 13 Provinsi0
- Menteri Jepang Mundur Lagi Gegara Skandal, Ketiga dalam Setahun0
_Black11.png)









