- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
- Pelatihan Jurnalistik Digital, Koneksi Tingkatkan Kompetensi di Era Media Digital
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Resmi Dibuka, 1.050 Karateka Siap Bertanding
- Karmila Sari Buka Pelatihan Massal Kuliner, UMKM Diminta Terus Berinovasi
- BPP KAPMI Resmikan Kantor Baru di Menteng, Kukuhkan Tiga Tokoh Nasional sebagai Pembina
- Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Perbaiki Jalan Desa
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Perebutkan Piala Plt Gubernur, Dibuka Sabtu Besok
- Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM
- Rekor Berlanjut: MAN 1 Pekanbaru Jadi Penyumbang Peserta OSN Nasional Terbanyak dari Riau
- Pemko Pekanbaru Perjuangkan Hibah Aset Pemerintah Pusat Jadi Barang Milik Daerah
Menteri Jepang Mundur Lagi Gegara Skandal, Ketiga dalam Setahun

Jakarta, VokalOnline.Com - Menteri Dalam Negeri Jepang, Minoru Terada, mengundurkan diri dari jabatannya setelah terseret skandal pendanaan pada Minggu (21/11). Dia merupakan menteri ketiga yang angkat kaki dari kabinet Perdana Menteri Fumio Kishida dalam setahun.
Terada mengajukan pengunduran diri ke Kishida usai muncul laporan sang PM hendak memecat dirinya. Kishida juga telah menerima pengunduran diri Terada dan langsung meminta eks Menteri Luar Negeri Jepang Takeaki Matsumoto mengisi kursi Mendagri yang kosong.
"Komitmen politik adalah fondasi kepercayaan publik," kata Kishida kepada wartawan usai menunjuk Matsumoto, seperti dikutip Reuters.
Ia kemudian berujar, "Sebagai politikus saya harus mengamankan kepercayaan publik dengan memperkuat dan memantau pemerintahan saya,"
Terada menuai kecaman karena sejumlah skandal. Ia juga mengakui salah satu kelompok pendukungnya menyerahkan dokumentasi pendanaan seolah-olah ditandatangani orang yang sudah meninggal.
Sebelum Terada, Menteri Kehakiman Jepang, Yasuhiro Hanashi dan Menteri Revitalisasi Ekonomi Daishiro Yamagiwa juga lebih dulu mengundurkan diri dari kabinet.
Hanashi mundur pada pertengahan November karena komentar yang merendahkan tanggung jawab pekerjaannya, terutama penandatanganan eksekusi mati tahanan.
Sementara itu, Yamagiwa mengajukan surat pengunduran dirinya pada 24 Oktober lalu setelah kedapatan memiliki hubungan dengan kelompok agama Gereja Unifikasi. Gereja Unifikasi merupakan salah satu sekte Kristen kontroversial yang menjadi sorotan setelah terseret kasus pembunuhan eks PM Shinzo Abe.
Keputusan tiga menteri untuk angkat kaki dari kabinet Kishida ini pun semakin menggerogoti kepemimpinan sang PM. Sejauh ini, menurut jajak pendapat terbaru, dukungan dari publik terhadap pemerintahan Kishida hanya sebesar 30 persen.
Kishida kemudian menyampaikan permintaan maaf atas apa yang terjadi di pemerintahannya.
"Saya merasakan tanggung jawab yang berat," kata dia.
Pengunduran diri Hanashi dan Terada disebut akan sangat menyakitkan karena mereka merupakan anggota faksi Kishida di partai berkuasa Jepang, Partai Demokrat Liberal (LDP).
Usai penembakan terhadap eks PM Jepang Shinzo Abe pada Juli lalu, pemerintahan Kishida panen kritik.
Pelaku penembakan, Tetsuya Yamagami, menanggap Abe berhubungan dengan Gereja Unifikasi yang bikin bangkut sang ibu. Ia melakukan aksi itu untuk balas dendam.**syafira
Berita Terkait :
- Deadline Hari Ini Anwar-Muhyiddin Gerilya Cari Koalisi buat Jadi PM0
- Biden Guyon Semangati Timnas AS di Piala Dunia: Coach, Saya Siap Mai0
- China Mau Ketemu AS di Kamboja, Makin Mesra usai dari Bali0
- Penembak Kelab Gay AS Diduga Sama dengan yang Tebar Ancaman Bom 20210
- Siapa Mohd Suhaimi, yang Bikin KO Mahathir di Pemilu Malaysia?0
_Black11.png)









