- Pelatihan Jurnalistik Digital, Koneksi Tingkatkan Kompetensi di Era Media Digital
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Resmi Dibuka, 1.050 Karateka Siap Bertanding
- Karmila Sari Buka Pelatihan Massal Kuliner, UMKM Diminta Terus Berinovasi
- BPP KAPMI Resmikan Kantor Baru di Menteng, Kukuhkan Tiga Tokoh Nasional sebagai Pembina
- Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Perbaiki Jalan Desa
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Perebutkan Piala Plt Gubernur, Dibuka Sabtu Besok
- Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM
- Rekor Berlanjut: MAN 1 Pekanbaru Jadi Penyumbang Peserta OSN Nasional Terbanyak dari Riau
- Pemko Pekanbaru Perjuangkan Hibah Aset Pemerintah Pusat Jadi Barang Milik Daerah
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Wasit dan Juri Ikuti Briefing
Karmila Sari Buka Pelatihan Massal Kuliner, UMKM Diminta Terus Berinovasi

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I, Dr Hj Karmila Sari, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pekanbaru terus berinovasi mengikuti perubahan selera pasar.
Dr Karmila mengatakan, pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan memproduksi makanan. Pelaku usaha juga perlu memahami promosi, kemasan, legalitas, pemasaran, hingga kebutuhan konsumen agar produk yang dihasilkan mampu bersaing dan memberikan tambahan pendapatan.
"Yang paling penting kita harus bisa membuat sesuatu yang mengikuti selera pasar, bukan selera kita. Dengan inovasi dan variasi, produk UMKM akan semakin dikenal," kata Karmila pada saat membuka Pelatihan Massal Membuat Bolu Kemojo, Palm Cheese Cookies, dan Roti Abon Gulung se-Pekanbaru yang digelar Forum Pekanbaru Kota Bertuah, Sabtu (22/8/2026).
Ia mencontohkan bolu kemojo yang merupakan salah satu kuliner khas Riau. Menurutnya, produk tradisional tersebut dapat dikembangkan melalui inovasi bentuk, ukuran, rasa, dan kemasan agar lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen, termasuk generasi muda.
Karmila juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai salah satu acuan membaca peluang pasar. Data tersebut, katanya, dapat membantu pelaku usaha menentukan produk yang memiliki potensi permintaan lebih besar.
"Jadi ibu-ibu tidak hanya belajar memasak, tetapi juga harus bisa memanfaatkan data yang ada. Dari sana kita bisa melihat selera masyarakat dan produk apa yang lebih banyak dibutuhkan," ujarnya.
Selain inovasi produk, Karmila menekankan pentingnya mencantumkan informasi kedaluwarsa, nomor telepon, serta legalitas seperti PIRT dan sertifikasi halal pada kemasan. Informasi tersebut dinilai dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memudahkan calon pembeli melakukan pemesanan ulang.
Ia juga mengingatkan pelaku UMKM menjaga konsistensi ketersediaan produk. Menurutnya, stok yang tidak konsisten dapat membuat konsumen maupun gerai penjualan kehilangan kepercayaan terhadap suatu produk.
Karmila mengatakan, meski dirinya merupakan anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, pemuda dan olahraga, kebudayaan, serta sejumlah bidang terkait, penguatan jaringan tetap diperlukan untuk membantu pelaku UMKM memperoleh akses informasi, promosi, bazar, maupun kegiatan pemberdayaan lainnya.
"Saya berharap jaringan yang kita bangun ini tidak hanya sebatas kegiatan hari ini. Kalau ada informasi bazar, pelatihan atau peluang promosi, kita bisa saling menyampaikan sehingga UMKM kita bisa maju bersama," katanya.
Sementara itu, Ketua Forum Pekanbaru Kota Bertuah, Masril Ardi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan agenda rutin tiga bulanan yang digelar untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Kegiatan sengaja dilaksanakan di tengah masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Menurut Masril, pelatihan tidak hanya diperuntukkan bagi anggota Forum UMKM, tetapi juga terbuka bagi masyarakat yang ingin belajar dan mengembangkan usaha. Ia menyebut kegiatan tersebut dilaksanakan secara gratis dengan menghadirkan tenaga pelatih yang memiliki pengalaman di bidang kuliner.
"Kami tidak hanya ingin membantu dengan modal, tetapi memberikan ilmu dan keterampilan. Karena itu kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan," ujar Masril.
Masril menambahkan, Forum Pekanbaru Kota Bertuah memiliki anggota yang tersebar di berbagai wilayah. Karena itu, pelatihan diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat jaringan, berbagi pengetahuan, sekaligus membuka peluang pemasaran bagi produk UMKM.
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Pekanbaru yang diwakili Kabid Promosi, Hari Susma, menyatakan pihaknya siap membantu mempromosikan produk UMKM melalui bazar dan pameran.
Ia mengajak pelaku UMKM mendaftarkan produknya dalam pendataan dinas agar dapat memperoleh kesempatan mengikuti berbagai kegiatan promosi, termasuk pameran di dalam maupun luar Kota Pekanbaru.
"Kalau produknya bagus dan kemasannya menarik, kami bisa membawa produk UMKM untuk diperkenalkan dalam pameran. Bahkan jika ada kegiatan di luar Pekanbaru maupun luar provinsi, produk UMKM Pekanbaru berpeluang untuk ikut dipromosikan," kata Hari.
Pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membuat produk, tetapi berlanjut pada penguatan pemasaran, inovasi kemasan, legalitas, konsistensi produksi, dan perluasan jejaring usaha. Dengan demikian, UMKM di Pekanbaru diharapkan semakin mampu menangkap peluang pasar sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Berita Terkait :
- Polisi Tembak Penampung Narkoba dari Malaysia di Bengkalis0
- Kompol YC Inisiator Pembeli Sabu Untuk Temannya0
- Kepala BPKAD Kuansing Bebas Dari Status Tersangka Korupsi0
- Kompol YC Hisap Sabu di Belakang Rumah Dinas Wakil Gubernur Riau0
- Polda Riau Bongkar Penambangan Ilegal di Hutan Produksi Rokan Hilir0
_Black11.png)









