- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
China Bantah Tuduhan Filipina Rebut Paksa Puing Roket di LCS

VokalOnline.Com- China bantah tuduhan Filipina yang menyebut Beijing merebut paksa puing-puing roket dari kapal patroli negara itu di Laut China Selatan (LCS).
Komandan militer Filipina sebelumnya mengatakan bahwa China dengan sengaja merebut sebuah benda di LCS dengan memotong tali di benda yang terikat dikapal patroli Filipina.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan bahwa objek tersebut merupakan selubung yang menutupi ujung roket ruang angkasa.
"Orang-orang dari pihak Filipina menyelamatkan dan menarik benda terapung itu lebih dahulu. Setelah kedua belah pihak melakukan negosiasi yang bersahabat di lokasi kejadian, Filipina menyerahkan benda terapung itu kepada kami," kata Mao seperti dikutip dari Reuters.
"Itu bukan situasi di mana kami mencegat dan mengambil paksa benda itu," Mao menbambahkan.
Wakil Laksamana AL Filipina, Alberto Carlos, sebelumnya mengatakan bahwa China telah mengambil paksa sebuah objek mengapung di perairan Laut China Selatan.
Ia mengatakan mengatakan insiden itu terjadi pada Minggu (20/11). Saat itu, satu perahu karet Filipina sedang menarik "benda mengambang tak dikenal" yang ditemukan di LCS.
Mereka menemukan benda itu di sekitar 732 meter dari Pulau Thitu setelah mendapatkan laporan warga. Saat dalam perjalanan ke arah Pulau Thitu, perahu itu dicegat kapal coastguard China.
"[Kapal penjaga pantai China itu kemudian mengambil paksa benda terapung tersebut dengan memotong tali penarik yang terpasang di perahu karet [Filipina]," kata Carlos dalam pernyataan yang dikutip AFP.
Carlos kemudian menyatakan banda itu dibawa ke dalam kapal penjaga pantai China saat pasukan Filipina kembali ke pos mereka.
Juru bicara militer Filipina Mayor Cherryl Tindog mengatakan benda mengapung itu mirip dengan puing-puing roket China yang jatuh di Pulau Busuanga, Palawan, awal bulan ini.
Meski begitu, Carlos memastikan tidak ada tentara Filipina yang terluka dalam insiden itu.**Syafira
Berita Terkait :
- Gempa M 7,0 Guncang Kepulauan Solomon, Berpotensi Tsunami0
- Resesi Seks China Makin Nyata, Populasi Menyusut di 13 Provinsi0
- Menteri Jepang Mundur Lagi Gegara Skandal, Ketiga dalam Setahun0
- Deadline Hari Ini Anwar-Muhyiddin Gerilya Cari Koalisi buat Jadi PM0
- Biden Guyon Semangati Timnas AS di Piala Dunia: Coach, Saya Siap Mai0
_Black11.png)









