- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Rakerda KORMI Dibuka Wako
- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
Didampingi Gubernur Kepri, Ketum JMSI Bacakan Deklarasi Natuna

Natuna, VokalOnline.Com - Selain sejumlah keputusan untuk memperkuat pondasi organisasi, Rapat Pimpinan Nasional Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang digelar di Batam, Jumat lalu (18/3), juga menghasilkan rumusan sikap yang mengaitkan peran pers nasional dalam merawat kawasan perbatasan Indonesia.
Sikap tersebut dituangkan dalam naskah Deklarasi Natuna yang dibacakan Ketua Umum JMSI Teguh Santosa di Geopark Information Center (GIC) Natuna, Kepri, Selasa pagi (22/3).
Ketika membacakan Deklarasi Natuna, Teguh Santosa didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan unsur pimpinan Kabupaten Natuna, serta dua fungsionaris Pengurus Pusat JMSI, Ramon Damora dan Faisal Mahrawa.
Deklarasi diawali dengan deskripsi Indonesia sebagai negara maritim yang berada di titik strategis percaturan dunia serta posisi Kepulauan Natuna dan Kepulauan Riau di perbatasan yang digambarkan sebagai pintu gerbang Nusantara, serta karenanya harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya.
Teguh Santosa yang mengenakan tanjak Nakhoda Trong yang diberikan Perhimpunan Melayu Raya juga mengatakan, sejarah negeri-negeri di kepulauan ini adalah sejarah kejayaan dan masa keemasan Nusantara di masa lalu.
Dia mengajak seluruh anak bangsa mempertegas kembali itikad dan tekad untuk secara bersama-sama memperjuangkan wilayah perbatasan dengan cara mengoptimalkan semua potensi yang ada, sumber daya manusia dan sumber daya alam.,
Terkait dengan hakikat pers, Teguh Santosa mengatakan, pers adalah suluh atau penerang perjalanan umat manusia dalam membangun peradaban.
"Masyarakat pers nasional memiliki tanggung jawab yang besar dan peran yang sangat penting dalam menjaga kedaulatan dan merawat perbatasan," sambungnya.
Pada bagian akhir, Teguh Santosa mengaitkan semangat pendirian JMSI dengan semangat deklarasi Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja yang disampaikan pada Desember 1957.
Doktrin Djuanda tersebut menegaskan Laut Nusantara sebagai laut yang mempemersatukan seluruh wilayah Nusantara termasuk belasan ribu pulau di dalamnya.
"JMSI bertekad untuk menjadi faktor yang memperkokoh kedaulatan, persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia dengan menghasilkan karya yang profesional, mengikuti kaidah dan etika jurnalistik," tutup Deklarasi Natuna.
Saat mengawali pembacaan Deklarasi Natuna, Teguh menjelaskan bahwa deklarasi ini disemangati oleh pokok-pokok pikiran pengurus JMSI di seluruh Indonesia yang menghadiri Rapimnas.
Juga, ikut disemangati oleh pokok pikiran yang disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat membuka Rapimnas. Dalam sambutannya itu, Gubernur Ansar Ahmad antara lain mengatakan, media siber yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi relatif lebih bisa diterima masyakarakat di wilayah kepulauan.***
Berita Terkait :
- Diduga Ada Kong Kalikong Dalam Perpanjangan HGU Perkebunan PT Indri Plant0
- Dubes Rusia: Presiden Putin Akan Hadiri KTT G20 di Bali0
- TNI Jaga Proyek Galian Pasir Berujung Tiga Prajurit Tewas Ditembak KKB0
- Semeru Kembali Semburkan Guguran Awan Panas Sejauh 4 KM0
- Polisi Belum Tetapkan Tersangka Mafia Minyak Goreng0
_Black11.png)









