- Bhabinkamtibmas Desa Sencalang Sambangi Lahan Kacang Panjang Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas Desa Petalongan Sambangi Kebun Cabai Warga, Dukung Program Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas Polsek Enok Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan untuk Tanam Tanaman Produktif
- Polsek Enok Rutin Motivasi dan Kawal Tanaman Warga: Cabai dan Serai Tumbuh Subur
- JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir
- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
Dirut PLN Dorong Milenial Terlibat dalam Transisi Energi Nasional

VokalOnline.Com - PT PLN (Persero) mengajak generasi milenial untuk aktif mendukung upaya transisi energi guna mencapai Net Zero Emission pada 2060.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, proses transisi energi membutuhkan kapasitas nasional dan kemampuan teknis baru.
"Kalau bisa membangun kapasitas nasional, maka transisi energi ini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan membangun bangsa di masa depan Indonesia dan itu ada di pundaknya adik-adik mahasiswa di sini," kata Darmawan dalam kegiatan #DemiIndonesia di Jakarta, Sabtu (29/10).
Dalam hal ini, PLN berkomitmen merealisasikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030. Ke depannya, diharapkan ada tambahan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) 20,9 gigawatt (GW) atau 51,6 persen dari total penambahan pembangkit.
Selain itu, PLN juga memastikan tidak akan melakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru.
Darmawan mengakui, membangun pembangkit berbasis EBT tidak mudah. Namun dengan bantuan dan pikiran kreatif dari generasi milenial, Darmawan percaya tantangan ini bisa diselesaikan.
"Kalau energi terbarukan yang sifatnya intermiten butuh baterai. Misalnya tenaga angin, kalau anginnya kencang ya mutarnya kencang, listrik yang dihasilkan banyak. Energi matahari, paling bagus hanya jam 10 sampai jam 12. Makanya kita butuh baterai. Inovasi ini bukan dilakukan oleh generasi yang umurnya 50-60 tahun, inovasi ini dilakukan generasi milenial," kata Darmawan.
Pada saat bersamaan, PLN mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik di Indonesia untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi melalui program kolaborasi atau franchise infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).
Langkah PLN berikutnya adalah melakukan transformasi di bidang pelayanan, yakni lewat aplikasi New PLN Mobile. Darmawan menyebut, pelayanan PLN kepada pelanggan kini semakin baik.
"Semua proses yang berbelit kita sederhanakan. Insya Allah, prosesnya jauh lebih cepat," katanya.
Tak hanya mudah, masyarakat juga mendapatkan layanan yang lebih murah. Menurut Darmawan, transformasi pelayanan lewat PLN Mobile ini mulai berbuah hasil, antara lain dari capaian rating aplikasi sebesar 4,8 dari rating maksimal 5.**Syafira
Berita Terkait :
- Inflasi Tembus 5,71 Persen per Oktober 20220
- Rupiah Tertekan ke Rp15.645 Karena Imbal Hasil Obligasi AS Naik0
- Viral Uang Kuno Rp20 Ribu Indonesia di India0
- Rokok Murah Banjiri Pasar0
- Pemerintah Perpanjang Gratis Pungutan Ekspor Sawit Sampai Desember0
_Black11.png)









