- Dr. Karmila Sari Dorong Mahasiswa Unilak Siap Hadapi Dunia Kerja Lewat Workshop Bina Talenta
- Salsa Kuratori Pameran "Rantau", 70 Karya Mahasiswa Fotografi ISI Padang Panjang Dipamerkan
- JMSI Riau Gelar Seminar Sawit Berkelanjutan, Dorong Tata Kelola yang Berkeadilan
- Musprov FAJI Riau Tetapkan Erfan Panca Putra sebagai Ketua Baru
- Dinas PMD Meranti Lakukan Pendampingan 12 Desa Akan Bertarung di Pilkades Oktober Mendatang
- Polri Dukung Program Desa Bebas Api, Wakapolres Meranti Hadiri Penandatanganan MoU
- BOR 2026 Resmi Dibuka, Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Semarakkan RGECC
- Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan Paket Bansos
- Erfan Panca Putra Terpilih Aklamasi Pimpin FAJI Riau Periode 2026–2030
DPR Minta Evaluasi Pendidikan Vokasi: Banyak Lulusan SMK Tak Terserap Dunia Usaha

Jakarta, VokalOnline.Com - Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief MBA menyoroti masih rendahnya serapan dunia industri terhadap alumni SMK. Padahal alumni SMK disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja (naker).
Hal itu disampaikan oleh Hendry Munief saat dihubungi pada Kamis (16/10/2025). Dia menerangkan hal itu terungkap saat mengikuti kegiatan di SMK Kehutanan beberapa hari lalu.
"Beberapa waktu lalu kita diundang mengikuti suatu acara di SMK Kehutanan Pekanbaru. Salah satu yang kita diskusikan adalah terkait serapan dunia usaha khususnya sektor industri. Ternyata rata-rata serapan itu sekitar 30 persen dari yang tamat. Dan itu sempat kita tanyakan ke kepala sekolah lain, jawabannya hampir sama. Tentu fakta ini mengejutkan kita. Program pemerintah yang kita harapkan mampu mengatasi persoalan SDM ternyata tidak berjalan dengan baik" kata Hendry Munief.
Menurutnya sektor industri adalah sektor yang tepat menyerap naker karena kebutuhannya sangat tinggi. Dia menyatakan akan menelusuri ke Kementerian Perindustrian kenapa persoalan ini terjadi. Apa yang tidak terpenuhi oleh sekolah vokasi selama ini.
"Nanti kita telusuri ke Kemenperin kenapa kondisi ini terjadi. Kita juga melakukan diskusi dengan pelaku pendidikan baik guru, kepsek atau lainnya, ternyata alumni mereka banyak bekerja dari pada kuliah tapi pekerjaannya tidak sesuai dengan jurusan yang diambil." tegasnya.
Dia juga mengharapkan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan mencarikan solusi atas hal ini. Jangan sampai dana yang dialokasikan untuk sektor pendidikan tidak terserap sesuai dengan tujuannya.
"Kita juga mengharapkan kepada pemda menelusuri persoalan ini. Jangan sampai anggaran habis tapi output nya tidak tercapai. Pemda dapat melakukan dialog dengan sektor usaha khususnya industri untuk mendapatkan masukan positif." sarannya.(**)
Berita Terkait :
- Begini Cara Teller HN Jebol Rekening Nasabah Sampai Rp1,3 Miliar0
- Musrenbang RKPD Kampar 2021 Berjalan Sukses0
- Teller Bank Ini Bobol Rekening Tiga Nasabah Rp1,3 Miliar0
- Saksi Sebut PT Wijaya Karya Sudah Disetting Untuk Menang0
- Tak Diizinkan Masuk,Tim Rizieq Cekcok Dengan Polisi0
_Black11.png)









