- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
- Pelatihan Jurnalistik Digital, Koneksi Tingkatkan Kompetensi di Era Media Digital
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Resmi Dibuka, 1.050 Karateka Siap Bertanding
- Karmila Sari Buka Pelatihan Massal Kuliner, UMKM Diminta Terus Berinovasi
- BPP KAPMI Resmikan Kantor Baru di Menteng, Kukuhkan Tiga Tokoh Nasional sebagai Pembina
- Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Perbaiki Jalan Desa
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Perebutkan Piala Plt Gubernur, Dibuka Sabtu Besok
- Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM
- Rekor Berlanjut: MAN 1 Pekanbaru Jadi Penyumbang Peserta OSN Nasional Terbanyak dari Riau
- Pemko Pekanbaru Perjuangkan Hibah Aset Pemerintah Pusat Jadi Barang Milik Daerah
DPRD Minta Cek Kondisi Gedung Sekolah Seluruh Pekanbaru, Cegah Tragedi Sidoarjo
5.jpg)
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Tekad Indra Perdana Abidin
PEKANBARU, VokalOnline.Com - Peristiwa robohnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, harus menjadi pelajaran berharga bagi pengelola lembaga pendidikan di Kota Pekanbaru. Kejadian yang menyebabkan puluhan nyawa melayang ini harus dicegah terjadi di masa depan.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Tekad Indra Perdana Abidin menanggapi tragedi tersebut. Ia menekankan insiden maut tersebut harus menjadi pengingat pentingnya memastikan seluruh bangunan sekolah di Kota Bertuah layak digunakan.
Maka Politisi PDIP ini meminta pengawasan dari satuan kerja (satker) terkait atas bangunan sekolah maupun lembaga pendidikan secara umum, harus diperketat. Pengawasan dengan pengecekan ini menurutnya harus dilakukan lewat koordinasi lintas satker.
''Untuk memastikan kondisi dan kualitas ini, ikuti saja peraturannya yang sudah ada. Seperti kewajiban pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Kita dorong agar Dinas Pendidikan bisa berkoordinasi dengan DPMPTSP dan PUPR untuk mengecek PBG dan bangunan tiap sekolah di Kota Pekanbaru,'' pinta Tekad.
Langkah konkirit, menurut Tekad, harus diambil untuk memastikan setiap bangunan pendidikan di Pekanbaru sesuai standar teknis dan regulasi yang berlaku. Hanya itu yang bisa meminimalisir peristiwa seperti yang terjadi di bangunan pesantren di Sidoarjo.
''Pemerintah harus memastikan setiap bangunan sekolah yang ada di Kota Pekanbaru sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dengan begitu tidak akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,'' tegasnya.(adv)**
Berita Terkait :
- Begini Cara Teller HN Jebol Rekening Nasabah Sampai Rp1,3 Miliar0
- Musrenbang RKPD Kampar 2021 Berjalan Sukses0
- Teller Bank Ini Bobol Rekening Tiga Nasabah Rp1,3 Miliar0
- Saksi Sebut PT Wijaya Karya Sudah Disetting Untuk Menang0
- Komunitas Paslaku Kenalkan Potensi Wisata Riau0
_Black11.png)









