- Pastikan Situasi Aman Kondusif, Lapas Tembilahan Laksanakan Razia Insidentil Blok Hunian
- Hendry Munief dan Kemenpar Gelar Bimtek Promosi Wisata di Rohil: Latih Gen Z Manfaatkan Media Sosial
- Pemilik Akun Sasa Rasa Mak Dilaporkan ke Polisi, Diduga Cemarkan Nama Baik Bupati Kepulauan Meranti
- FORKI Riau Lepas 11 Karateka ke Kejurnas Bandung, Targetkan Medali dari 11 Kelas
- Wako Dumai Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tekankan Pentingnya Generasi Unggul
- Sikat Pengedar, Selamatkan Pelajar: Polsek Tempuling, Satu Informasi Warga Bisa Hancurkan Narkoba
- Kejari Meranti Bebasakan Tersangka Dalam Kasus Restorative Justice
- Wakapolda Riau Ungkap Jaringan Internasional di Polres Meranti Narkotika Jenis Sabu 27 Kilogram
- Wabup Muzamil Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Peringatan May Day di Selatpanjang Berlangsung Kondusif, Buruh Deklarasi Dukung Kamtibmas
Dua Hari Ini Hujan Dan Angin Kencang Landa Kota Bagansiapiapi

Rohil, VokalOnline.Com - Hujan lebat disertai angin kencang, Sabtu (13/8/2022) jam 17.00 WIB sore ini kembali melanda Kota Bagansiapiapi Rokan Hilir Riau.
Sebelumnya Jumat (12/8/2022) sore Jam 15.00 WIB lalu hujan lebat dan angin kencang merobohkan pohon-pohon besar, tiang telpon dan menerbangkan atap rumah warga.
Kondisi tak jauh berbeda juga terjadi, sore Sabtu (13/8/2022) ini, pohon-pohon bertumbangan hingga beberapa bangunan tua lainya ambruk.
Hingga saat ini Jam 19.40 WIB hujan dan angin ribut kembali terjadi dan membuat beberapa ruas jalan mati lampu.
Belum diketahui apa penyebab aliran listrik milik PT (Persero) PLN Ranting Bagansiapiapi ini mati.
Entah secara kebetulan atau " mitos " warga Tionghua Bagansiapiapi mulai mengaitkan dengan renovasi pemugaran kelenteng Ing Hock King atau kelenteng Naga di pusat kota Bagansiapiapi.
Belum ada pernyataan resmi pihak manapun tentang dugaan mitos yang dikaitkan dengan pemugaran kelenteng tua yang sedang berlansung ini.
Sebagian warga Tionghua melalui cerita dari mulut ke mulut terdengar membicarakan dan mempercayai adanya " kaitan " dengan hujan dan angin kencang sesuai mitos warga Tionghua Bagansiapiapi.
Entahlah, yang pasti cuaca ekskrim dengan intentitas hujan lebat dan angin kencang sudah dua hari melanda ibu kota Kabupaten Rokan Hilir ini.
" Bagi kita warga tempatan tak ada kait mengait dengan mitos mereka, apalagi dikaitkan dengan pemugaran kelenteng ini, karena bulan Agustus memang daerah kita ini memasuki musim hujan, " ucap Agus (43) warga Bagansiapiapi mematahkan mitos tersebut.
Pantauan awak media di lapangan kelenteng Ing Hock King memang sedang berjalan tapi tidak ada papan plang dan sumber dana dari mana pengerjaanya tersebut diperoleh.
Menurut sebuah sumber kelenteng Ing Hock King ini konon sudah menjadi situs sejarah dan mungkin juga cagar budaya yang dibangun dulunya oleh masyarakat Tionghua Bagansiapiapi dengan cara penggalangan dana. (HY)
Berita Terkait :
- Rekontruksi Peristiwa Pembunuhan di Kubu, 24 Adegan Kejadiannya0
- Curi Tabung Gas, Kotak Infak Dan Handpone, Maling Ini Ditangkap Polisi0
- Empat Pencuri Dirumah Dinas Puskesmas Sinaboi Ditangkap Polisi0
- GOR Futsal Diresmikan, Ternyata Aset Kepenghuluan Serusa0
- Maling Gondol 50 Kilogram Beras, Pemilik Lapor ke Polisi0
_Black11.png)









