- Dukung Program MBG, SPPG Pematang Reba 02 Ikuti Peresmian Serentak 980 SPPG
- 320 Posyandu Diperkuat, RAPP Bekali Ribuan Kader dengan Edukasi Kesehatan dan Gizi di Riau
- Merawat Silaturahmi, Menguatkan Kontribusi: IKA Unri RAPP Punya Nahkoda Baru
- Alam Cahayo Tuah Nagoghi dan Sari Jadi Gementar Alam Melaju ke Final Pacu Jalur 2026
- Dari Konflik Menuju Kolaborasi, RAPP dan Petani Beruk Sepakati Pengelolaan Lahan yang Kondusif
- Cegah Kabut Asap Makin Tebal Polsek Tebing Tinggi Bagikan Masker kepada Masyarakat
- Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
- DPRD Meranti Panggil Sejumlah OPD, Bahas Persoalan Pergaulan Remaja dan Perlindungan Anak
- Siompu Kampar Riau Tampilkan Parade Manjujuong Dulang dan Baju Bakuduong
- H. Ian Machyar Terpilih Aklamasi sebagai Ketua BPC Perhumas Pekanbaru Periode 2026-2029
EBT Jadi Energi Masa Depan PLN Siap Perkuat Smart Grid

Jakarta,VokalOnline.Com - PT PLN (Persero) menggandeng sejumlah lembaga internasional untuk mendorong perkuatan smart grid dalam rangka mendukung transisi energi. Kehadiran smart grid sangat penting seiring dengan terus meningkatnya kapasitas pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang menjadi pemasok utama kebutuhan listrik ke depan.
Menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021-2030, pembangkit EBT akan mendominasi penambahan kapasitas pembangkit yaitu sebesar 20,9 Giga Watt (GW) atau sekitar 51,6 persen dari total proyek pembangkit baru.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Evy Haryadi menjelaskan Indonesia merupakan negara kepulauan yang secara geografis dipisahkan oleh lautan. Saat ini jaringan listrik PLN yang terdiri dari empat sistem besar dan 16 sistem kecil hingga menengah dengan lebih dari ratusan sistem terisolasi beroperasi untuk menyalurkan energi ke masyarakat.
Setiap sistem memiliki konfigurasi pembangkit yang berbeda, infrastruktur transmisi yang berbeda dan karakteristik beban yang berbeda. Dengan karakteristik geografis, masing-masing pulau memiliki potensi energi terbarukan yang berbeda-beda sehingga setiap sistem memiliki pendekatan dan strategi yang berbeda untuk integrasi energi terbarukan.
Untuk itu, dibutuhkan pengembangan smart grid yang lebih fleksibel untuk mengintegrasikan listrik berbasis EBT.
Seperti diketahui, pembangkit listrik berbasis EBT memiliki sifat intermiten atau bergantung pada kondisi cuaca. Penyerapan daya hanya akan bisa maksimal bila dalam cuaca yang mendukung, seperti matahari untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan angin pada pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB).
"Saat ini kami sedang membuka ruang kolaborasi baik dari sisi investasi, teknologi dan kerja sama lainnya untuk menciptakan _smart grid_ yang lebih fleksibel. Sejumlah lembaga internasional yang telah dan akan berkolaborasi dengan kami antara lain Global Power System Transformation (G-PST) Consortium, USAID hingga Accenture," ujar Evy dalam sela agenda BNEF Summit di Nusa Dua, Bali dikutip Senin (14/11),dilansir dari cnn indonesia.
Gianfranco Casati, Chairman Accenture Growth Markets menilai jaringan listrik yang andal menjadi kunci dari pertumbuhan EBT di Indonesia. Namun, kata Casati seluruh dunia saat ini juga menghadapi tantangan yang sama dalam ketersediaan jaringan listrik yang kompatibel untuk pembangkit EBT yang bersifat intermiten.
"Jaringan listrik sebenarnya merupakan faktor penting untuk pertumbuhan energi terbarukan Tapi ini bukan hanya di Indonesia - banyak pasar lain telah menghadapi atau sedang menghadapi tantangan yang sama persis," ujar Casati.
Casati mengatakan dalam pengembangan EBT di Indonesia, PLN butuh mengalokasikan paling tidak US$ 150-200 miliar per tahun hingga 2030.
Namun, dana ini bukan hanya untuk prioritas pembangkit saja. Justru, kata Casati investasi tersebut perlu dialokasikan salah satunya untuk pengembangan smart grid sebagai komponen penting dalam pengembangan EBT di Indonesia.**Syafira
Berita Terkait :
- IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Makin Suram ke Depan0
- Dukung Amazon Penuhi 100 Persen Energi Hijau, PLN Bangun 4 PLTS0
- Harga Cabai-cabaian Turun di Tengah Kenaikan Daging Ayam0
- Bulog Hadiri dan Sukseskan Forum Ketahanan Pangan Global G200
- Kripto Terbang Kembali, Polygon Melesat 29 Persen0
_Black11.png)








