- Jalan Sungai Rawa Hancur, Warga Jadi Korban Truk ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
- Bupati Bengkalis Menyambut 485 Mahasiswa Peserta Kukerta
- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
- Aspirasi Guru Inhu Terkait Libur Semester Direspons Baik Pemerintah Daerah
- Kisah Kasih Bhayangkara ke-80 di Aula Polres Inhil
- 200 Karateka Inkanas Pekanbaru Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kyu Semester I 2026
IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Makin Suram ke Depan

Jakarta, VokalOnline. Com - Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi global semakin suram dibanding prediksi bulan lalu. Perkiraan mereka buat berdasarkan hasil survei purchasing manager index (PMI) yang dalam beberapa bulan terakhir semakin terlihat memburuk.
Survei terbaru menunjukkan PMI manufaktur dan jasa melemah hampir di seluruh 20 kelompok utama perekonomian. Hal ini terjadi beriringan dengan aktivitas ekonomi yang melambat sementara pada saat bersamaan inflasi tetap tinggi.
"Proyeksi pertumbuhan negara-negara G20 yang diprediksi meningkat pada awal tahun kini justru menunjukkan sinyal penurunan," ujar IMF seperti dikutip dari Reuters, Senin (14/11),dilansir dari cnn indonesia
"Tantangan yang dihadapi oleh ekonomi global sangat besar dan makin lemahnya indikator ekonomi menunjukkan tantangan ke depannya akan lebih besar. Terlebih kebijakan yang ada saat ini menunjukkan ketidakpastian," sambung mereka
Perkiraan itu kata IMF, makin muram akibat dari pengetatan kebijakan moneter yang disebabkan oleh meluasnya lonjakan inflasi, lemahnya momentum pertumbuhan di China, dan terganggunya pasokan bahan pangan akibat invasi Rusia ke Ukraina.
Karena kondisi itu, pada Oktober lalu, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan 2023 dari yang sebelumnya 2,9 persen menjadi 2,7 persen.
Memburuknya krisis energi di Eropa juga semakin memperparah pertumbuhan dan meningkatnya inflasi. Sementara, inflasi tinggi yang berkepanjangan ini terus mendorong sejumlah bank sentral menerapkan kebijakan suku bunga agresif.
Selain itu, kondisi cuaca buruk yang semakin parah juga akan semakin merusak pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.**Syafira.
Berita Terkait :
- Dukung Amazon Penuhi 100 Persen Energi Hijau, PLN Bangun 4 PLTS0
- Harga Cabai-cabaian Turun di Tengah Kenaikan Daging Ayam0
- Bulog Hadiri dan Sukseskan Forum Ketahanan Pangan Global G200
- Kripto Terbang Kembali, Polygon Melesat 29 Persen0
- PLN Gaet Laboratorium EBT Amerika Kembangkan Teknologi Transisi Energi0
_Black11.png)









