- Dukung Program MBG, SPPG Pematang Reba 02 Ikuti Peresmian Serentak 980 SPPG
- 320 Posyandu Diperkuat, RAPP Bekali Ribuan Kader dengan Edukasi Kesehatan dan Gizi di Riau
- Merawat Silaturahmi, Menguatkan Kontribusi: IKA Unri RAPP Punya Nahkoda Baru
- Alam Cahayo Tuah Nagoghi dan Sari Jadi Gementar Alam Melaju ke Final Pacu Jalur 2026
- Dari Konflik Menuju Kolaborasi, RAPP dan Petani Beruk Sepakati Pengelolaan Lahan yang Kondusif
- Cegah Kabut Asap Makin Tebal Polsek Tebing Tinggi Bagikan Masker kepada Masyarakat
- Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
- DPRD Meranti Panggil Sejumlah OPD, Bahas Persoalan Pergaulan Remaja dan Perlindungan Anak
- Siompu Kampar Riau Tampilkan Parade Manjujuong Dulang dan Baju Bakuduong
- H. Ian Machyar Terpilih Aklamasi sebagai Ketua BPC Perhumas Pekanbaru Periode 2026-2029
Ekonomi Jepang Minus 0,3 Persen pada Kuartal III 2023

Vokalonline.Com- Pertumbuhan ekonomi Jepang turun 1,2 persen menjadi minus 0,3 persen pada kuartal III 2022 (year on year/yoy). Ekonomi ini jauh lebih rendah dibandingkan kuartal II yang tumbuh 1,1 persen.
Kepala Ekonom di Itochu Economic Research Institute Atsushi Takeda mengatakan pertumbuhan yang terkontraksi untuk pertama kalinya di tahun ini disebabkan oleh pelemahan yen yang terjadi di periode Juli-September.
Pelemahan yen itu membuat tekanan ekonomi Jepang yang sebelumnya sudah cukup kuat akibat perlambatan ekonomi global dan lonjakan inflasi semakin kuat. Lalu ditambah dengan dengan yen yang turun ke posisi terendah dalam 32 tahun terakhir, menambah tekanan itu.
"Ini adalah akibat kontraksi tak terduga," ujarnya dikutip dari CNN, Selasa (15/11).
Selain itu, kontraksi juga disebabkan oleh impor yang lebih tinggi dari perkiraan. Padahal, di tengah tekanan itu, sektor penopang perekonomian seperti konsumsi, belanja modal, serta ekspor tumbuh tapi di bawah perkiraan.
"Tiga pilar utama permintaan atau konsumsi, belanja modal, dan ekspor tetap berada di wilayah positif, tapi tidak sekuat perkiraan," imbuhnya.
Pada kuartal III ini, konsumsi tumbuh 0,03 persen, melambat dibandingkan kuartal II yang terealisasi 1,2 persen. Kemudian, investasi non perumahan naik 1,5 persen dan ekspor tumbuh 1,9 persen.
Sebelumnya, pelemahan yen Jepang terhadap dolar AS memicu kenaikan harga berbagai barang dan biaya hidup masyarakatnya. Ini menambah tekanan ke inflasi yang telah melonjak sejak awal tahun.
Kondisi perekonomia yang tertatih-tatih ini membuat Jepang makin dekat dengan ambang resesi.**Syafira
Berita Terkait :
- Korsel Bakal Bangun Sistem Air Bersih di IKN0
- Crazy Rich Mackenzie Scott Donasi Rp31 T dalam 7 Bulan Terakhir0
- Harga Kripto Bangkit Berjemaah, XRP Melonjak di Atas 10 Persen0
- Utang Luar Negeri RI Turun Jadi US$394,6 M Kuartal III 20220
- Pemerintah Luncurkan Global Blended Finance Alliance di KTT G200
_Black11.png)








