- Jalan Sungai Rawa Hancur, Warga Jadi Korban Truk ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
- Bupati Bengkalis Menyambut 485 Mahasiswa Peserta Kukerta
- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
- Aspirasi Guru Inhu Terkait Libur Semester Direspons Baik Pemerintah Daerah
- Kisah Kasih Bhayangkara ke-80 di Aula Polres Inhil
- 200 Karateka Inkanas Pekanbaru Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kyu Semester I 2026
Ekonomi Jepang Minus 0,3 Persen pada Kuartal III 2023

Vokalonline.Com- Pertumbuhan ekonomi Jepang turun 1,2 persen menjadi minus 0,3 persen pada kuartal III 2022 (year on year/yoy). Ekonomi ini jauh lebih rendah dibandingkan kuartal II yang tumbuh 1,1 persen.
Kepala Ekonom di Itochu Economic Research Institute Atsushi Takeda mengatakan pertumbuhan yang terkontraksi untuk pertama kalinya di tahun ini disebabkan oleh pelemahan yen yang terjadi di periode Juli-September.
Pelemahan yen itu membuat tekanan ekonomi Jepang yang sebelumnya sudah cukup kuat akibat perlambatan ekonomi global dan lonjakan inflasi semakin kuat. Lalu ditambah dengan dengan yen yang turun ke posisi terendah dalam 32 tahun terakhir, menambah tekanan itu.
"Ini adalah akibat kontraksi tak terduga," ujarnya dikutip dari CNN, Selasa (15/11).
Selain itu, kontraksi juga disebabkan oleh impor yang lebih tinggi dari perkiraan. Padahal, di tengah tekanan itu, sektor penopang perekonomian seperti konsumsi, belanja modal, serta ekspor tumbuh tapi di bawah perkiraan.
"Tiga pilar utama permintaan atau konsumsi, belanja modal, dan ekspor tetap berada di wilayah positif, tapi tidak sekuat perkiraan," imbuhnya.
Pada kuartal III ini, konsumsi tumbuh 0,03 persen, melambat dibandingkan kuartal II yang terealisasi 1,2 persen. Kemudian, investasi non perumahan naik 1,5 persen dan ekspor tumbuh 1,9 persen.
Sebelumnya, pelemahan yen Jepang terhadap dolar AS memicu kenaikan harga berbagai barang dan biaya hidup masyarakatnya. Ini menambah tekanan ke inflasi yang telah melonjak sejak awal tahun.
Kondisi perekonomia yang tertatih-tatih ini membuat Jepang makin dekat dengan ambang resesi.**Syafira
Berita Terkait :
- Korsel Bakal Bangun Sistem Air Bersih di IKN0
- Crazy Rich Mackenzie Scott Donasi Rp31 T dalam 7 Bulan Terakhir0
- Harga Kripto Bangkit Berjemaah, XRP Melonjak di Atas 10 Persen0
- Utang Luar Negeri RI Turun Jadi US$394,6 M Kuartal III 20220
- Pemerintah Luncurkan Global Blended Finance Alliance di KTT G200
_Black11.png)









