- Dari Desa untuk Negeri, Polsek Kelayang Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Sambang Petani
- Bibit Sampai ke Panen, IPTU Andi Purba Kawal Jagung Teluk Sungka Bersama Warga
- Cabe Sungai Iliran Disambangi Aipda Andromik, Produktivitas Warga Jadi Fokus Polsek GAS
- Bhabinkamtibmas Desa Sungai Pasir Putih Tinjau Kesehatan dan Produktivitas Ternak Sapi Warga
- Dari Bibit ke Panen, Bhabinkamtibmas Tanjung Harapan Gasskan Program Cabe dan Selada
- Briptu Pirima Kawal Jeruk Kuala Gaung, Polsek GAS Pastikan Ketahanan Pangan Tumbuh Subur
- Pemkab Kuansing Undang Qari Internasional di Pembukaan MTQ Riau
- Sekretaris Dinas Kominfo Kuansing, Apresiasi Respons Komunikasi Antara TVRI dan Pemkab Terjalin Baik
- Jelang MTQ ke-44 Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Perbaiki Lampu Penerangan Jalan
- Pawai Budaya dan Islami Jadi Andalan Kuansing Sambut MTQ Riau ke 44 Libatkan 4 Ribu Unsur Masyarakat
Erick Thohir Saksikan Peremajaan Sawit Rakyat di Sari Galuh

Menteri BUMN Erick Thohir bersama petinggi PTPN dalam peremajaan sawit rakyat di Kabupaten Kampar. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - operasi Unit Desa (KUD) Mojopahit Jaya, Desa Sari Galuh, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, menaman bibit sawit unggul di lahan seluas 879 hektare. Ini merupakan bagian program peremajaan sawit rakyat (PSR) mitra PT Perkebunan Nusantara V.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyaksikan langsung penanaman perdana ini. Erick menyatakan adanya bibit unggul kepada petani merupakan terobosan yang harus dipertahankan direksi PTPN V.
"Ini kebijakan luar biasa ketika banyak perusahaan mengontrol bibit sawit unggul kepada petani, kita (PTPN) malah buka," kata Erick, Jum'at petang, 26 November 2021.
Menurut Erick, kebijakan anak perusahaan PTPN III ini sangat tepat karena memberikan kontribusi positif dan nyata kepada para petani. Petani juga diminta membuka diri agar kemitraan yang terjalin saling menguntungkan.
Petani yang tergabung di KUD diminta tak segan-segan mengutarakan persoalan. Dia pun menjamin perusahaan akan merespon karena manajemen PTPN yang sekarang sangat berbeda karena fokus melayani rakyat dan mendengarkan petani.
"Di tengah berbagai kekurangan, PTPN telah menuju ke arah yang lebih baik, buka diri dengan transformasi pola kemitraan saat ini," kata Erick.
Erick mengakui masih cukup banyak petani sawit di Riau belum berkeinginan mengikuti program PSR PTPN. Hal itu tak lepas dari sejarah panjang dan dinamika yang terjadi di masa lampau sehingga meminta petani untuk melihat manajemen saat ini.
"Kita akui banyak kekurangan, saya mohon percayakan kembali, sampaikan ke petani bahwa kita ini sudah berubah, kita saling untung," tegas Erick.
Di sela-sela penanaman bibit sawit, Erick sempat berdialog langsung bersama para petani, salah satunya Tukimin. Anggota KUD mengaku memiliki tingkat ekonomi yang baik dengan menjadi petani sawit mitra PTPN V sejak 1989 silam.
"Selama bergabung di PTPN kami semua bisa sekolahkan anak, bangun rumah, dan lain sebagainya pak," kata Tukimin.
Sementara itu, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) Mohammad Abdul Ghani menjelaskan, peremajaan PSR harus dipercepat mengingat tingginya disparitas produktivitas antara petani dan korporasi.
Sebagai perbandingan, produktivitas CPO (Crude Palm Oil) petani hanya berkisah 3 ton CPO/Ha/tahun. Sementara di perusahaan itu mencapai 5-7 ton CPO/Ha/tahun.
"Ini yang menjadi pertimbangan kita agar proses peremajaan perlu diakselerasi," ujar Ghani.
Ghani mengatakan, 212.396 hektare perkebunan sawit rakyat atau plasma mitra di Indonesia menghadapi persoalan serupa. Oleh karena itu, dirinya mendorong perusahaan aktif melakukan peremajaan sawit rakyat hingga 2022 mendatang dengan target 42.182 hektare.
Dalam kesempatan yang sama, Chief Executive Officer PTPN V Jatmiko K Santosa mengucapkan terima kasih kepada Erick Thohir dan Ghani yang mendukung penuh program PSR PTPN V.
"Kami bersama seluruh petani sangat berbangga hati dengan kehadiran Bapak Menteri," buka Jatmiko.
Jatmiko menjelaskan, peremajaan kebun KUD Mojopahit merupakan milik 439 kepala keluarga petani. Mereka bersedia mengganti sawit usia renta dengan tanaman baru menggunakan bibit unggul bersertifikasi.
Peremajaan sejak September ini menggunakan 126 ribu bibit unggul varietas PPKS 540 NG. Potensi produksinya diprediksi mencapai 28 ton per tahun per hektare serta memiliki masa panen enam bulan lebih cepat atau hanya 2,5 tahun menuju tanaman menghasilkan satu (TM1).
"Selain potensi produktivitas tinggi, bibit ini juga tahan penyakit ganoderma yang banyak menyerang tanaman sawit di desa," katanya.
Jatmiko mengakui cukup banyak tantangan selama proses peremajaan sawit rakyat. Untuk itu, PTPN V pun menyiapkan empat program percepatan peremajaan sawit rakyat.
Pertama adalah pola single manajemen, kedua penyediaan bibit unggul bersertifikat, ketiga kemitraan swadaya yang siap sebagai off taker, dan terakhir pemberdayaan KUD untuk menjadi calon mitra teknis para petani.
"Semua langkah itu kita tempuh dengan satu tujuan. Mensejahterakan petani sawit," tutupnya. (syu)
Berita Terkait :
- Petani Kopsa-M Pilih Urus Kebun Dulu Demi Bertahan Hidup0
- M Safii Terpilih jadi Kepala Desa Sawah Baru0
- Korban Pelecehan Dekan Universitas Riau Menangis Saat Rekonstruksi0
- Pendaftaran Calon Ketua KONI Riau Dibuka0
- Bupati Rohil Sampaikan Berbagai Masukan Pengelolaan Blok Rokan0
_Black11.png)









