- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
Generasi Muda Garda Terdepan Tangkal Hoaks dan Jaga Persatuan Bangsa
Diskusi Bersama JMSI di SMKN 1 Koto Gasib

Siak, VokalOnline.com - Generasi muda memiliki peran krusial dalam menjaga persatuan dan mencegah penyebaran berita hoaks di era digital yang serba cepat. Hal tersebut menjadi fokus utama dalam acara Diskusi Panel dan Seminar bertajuk "Antisipasi Hoax di Era Digital dan Menumbuhkan Semangat Kebangsaan" yang digelar di SMKN 1 Koto Gasib, Selasa (18/2/2025).
Diskusi yang ditaja bersama Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Siak tersebut, dihadiri Kasat Binmas Polres Siak AKP Mohamad Fazri, Danramil 04/Perawang Kapten Inf Bukti Sitepu, Kasi Trantib Kecamatan Koto Gasib Siswanto, Manager Palm co Regional 3, Iskandar Husni, Ketua Komite, H Thamrin, Kepala Sekolah SMKN 1 Koto Gasib, Suherisman SPd, MM, perwakilan PT. Kimia Tirta Utama Koko Hariyadi dan Faisal Anwar.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah SMKN 1 Koto Gasib yang diiringi pertunjukan kompang dan pencak silat oleh siswa-siswi. Kesenian ini tidak hanya memukau, tetapi juga mengandung pesan mendalam tentang semangat persatuan dan kearifan budaya lokal.
Dalam paparannya, Kasat Binmas Polres Siak, AKP Mohamad Fazri, menekankan bahwa generasi muda harus proaktif dalam menjaga keharmonisan masyarakat dengan tidak ikut serta menyebarkan informasi yang belum terjamin kebenarannya.
"Generasi muda memiliki peran sentral dalam mencegah berita hoaks yang dapat menyesatkan dan memicu keresahan di masyarakat. Penggunaan teknologi dan smartphone harus dilakukan dengan bijak, serta tidak terburu-buru menyebarkan berita yang belum terverifikasi. Kita harus menjadi agen perubahan yang mengedepankan persatuan dan menjaga keharmonisan tanpa memandang perbedaan suku, agama, dan ras. Keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga menjadi kewajiban kita bersama," tegasnya.
Senada dengan itu, Danramil 04/Perawang, Kapten Inf Bukti Sitepu, mengingatkan bahwa media sosial bukan hanya sekadar sarana hiburan, tetapi juga alat yang ampuh untuk menyebarkan nilai-nilai kebangsaan serta memperkokoh persatuan di tengah masyarakat.
"Di era digital ini, media sosial dapat dimanfaatkan untuk memajukan berbagai sektor, mulai dari edukasi hingga inovasi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggunakannya dengan bijak, menyebarkan informasi positif, membangun diskusi yang konstruktif, serta melawan berita hoaks yang dapat merusak persatuan," ujarnya.
Kasi Trantib Kecamatan Koto Gasib, Siswanto, juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi, terutama yang berpotensi menyesatkan.
"Sebagai generasi yang melek teknologi, kita harus mampu memilah informasi yang kita terima. Pastikan untuk selalu memverifikasi kebenaran berita melalui sumber resmi, seperti lembaga pemerintah atau media yang kredibel. Jangan mudah terprovokasi oleh judul atau narasi yang mengandung kebencian, karena berita hoaks dapat menimbulkan kepanikan dan perpecahan di tengah masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Iskandar Husni ST memberikan motivasi dengan memaparkan transformasi PTPN 5 Lubuk Dalam menjadi Palm co Regional 3 Lubuk Dalam beserta produksinya. Ia juga menceritakan sejarah perusahaan BUMN perkebunan tersebut dan menjawab pertanyaan dari salah satu siswi terkait penanganan limbah dari PKS, di mana ia menjelaskan sesuai dengan standar yang berlaku dalam undang-undang lingkungan hidup.
Pemateri selanjutnya, Heri, mengungkapkan bahwa siswa-siswi dapat berinvestasi dari sekarang dengan memperkaya wawasan agar semakin percaya diri dalam menghadapi tantangan, terutama di dunia kerja. Ia mendorong peserta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Heri juga menyampaikan bahwa penerimaan tenaga kerja saat ini dapat dilakukan secara daring dan siap ditempatkan di mana saja di grup Astra Agro Lestari.
M. Soleman Sihotang memberikan pencerahan terkait informasi hoaks agar tidak menjadi korban dan berakibat tersandung hukum.
"Setiap informasi yang diterima jangan langsung disebarkan karena media sosial bukanlah produk jurnalistik maupun media massa yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, lebih aman jangan ikut menyebarkan," kata Soleman.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi materi yang diberikan oleh narasumber. Kegiatan ini diharapkan dapat membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi agen perubahan yang mampu menangkal hoaks dan menjaga persatuan bangsa.**jun
Berita Terkait :
_Black11.png)









