- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
- JMSI Riau Targetkan Seluruh Wartawan Anggota Bersertifikat UKW pada 2027
- Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Menyesuaikan Kebutuhan Daerah
- Antisipasi Dampak AI pada Industri Pers, Syahrul Aidi Minta DPR Siapkan RUU Regulasi Digital
- VokalOnline ikuti Webinar Merajut Nusantara
- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
- Anugerah Voice of The Ummah, JMSI Riau Apresiasi Kiprah Dakwah UAS
Gerindra Buka Pintu Buat Demokrat: Prabowo Nyambung Lah Sama Mas AHY

Partai Gerindra terbuka dan siap menerima Partai Demokrat untuk bergabung bersama Koalisi Indonesia Maju (KIM). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta, VokalOnline.Com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menyatakan partainya terbuka dan siap menerima Partai Demokrat untuk bergabung bersama Koalisi Indonesia Maju (KIM) dalam Pilpres 2024.
Habib menilai baik Prabowo Subainto maupun Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki pandangan yang bertautan di bidang politik.
"Sepertinya nyambung lah kalau Pak Prabowo dengan pak SBY dan mas AHY, kayaknya sih secara psikologis nyambung," kata Habib di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/8).
Pun menurut Habib ketiganya sama-sama memiliki latar belakang militer dan kemudian terjun ke dunia politik dan membentuk sebuah parpol yang bisa lolos hingga ke parlemen.
Selain itu, Demokrat dalam 10 tahun terakhir juga telah memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto dalam Pilpres. Dengan melihat sejarah hubungan mereka, Habib pun optimistis Gerindra dan Demokrat bakal cocok.
"Kami juga memang terbuka dan tidak ada kendala untuk menerima sahabat-sahabat dari partai Demokrat," kata dia.
Adapun perihal perbedaan arah dan tujuan, dalam hal ini koalisi pendukung Prabowo bertekad melanjutkan program Presiden Joko Widodo, sementara Demokrat cenderung ke arah perubahan, Habib menyebut hal itu bisa dibicarakan dalam diskusi panjang.
"Soal keberlanjutan, tergantung bagaimana memaknainya keberlanjutan tersebut. Kalau kami kan keberlanjutan, keberlanjutan pak Jokowi. Tapi kan Pak Jokowi juga melanjutkan dari pemerintahan yang sebelumnya," ujar Habib.
"Jadi memang perlu dialog lah, perlu ngobrol dan ketemu dulu. Jadi kita bisa berpikir bagaimana kita bisa berjuang bersama-sama," imbuhnya.
Demokrat sudah menyatakan move on usai memilih keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) menyusul deklarasi pasangan capres-cawapres 2024 Anies Baswedan dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Demokrat siap menyongsong perjalanan politik ke depan dengan langkah yang baru, bersih, serta selalu mengedepankan tujuan yang baik. Mereka juga siap untuk berkoalisi dengan parpol lain yang memiliki ide dan etika politik yang senada dengan Demokrat.
Sementara itu, DPD Demokrat Banten mendesak DPP Demokrat agar bergabung dengan koalisi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
"Bakomstrada DPD Demokrat Banten mendesak agar Demokrat berkoalisi dengan PDI Perjuangan," ujarnya melalui pesan singkat, Senin (4/9).
Rohman juga berharap jejak masa lalu antara SBY dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah seharusnya dieratkan. Terlebih, hubungan antara AHY dan Puan Maharani belakangan semakin dekat.(fit)**
Berita Terkait :
- Besaran Gaji PNS Lulusan SMA, Cek sebelum Daftar CPNS0
- AHY soal Anies-Cak Imin: Lebih Baik Agree to Disagree daripada Dipaksa0
- KPK Disebut Periksa Cak Imin Besok Jadi Saksi Kasus Kemnaker0
- BENARKAH ANIES PENGKHIANAT? (Hingga Darahnya Halal Ditumpahkan) 0
- DMDI Indonesia Akan Lahirkan 100 ribu Pengusaha Baru Presiden DMDI Kukuhkan Duet Said Al Indris dan 0
_Black11.png)









