- Dari Desa untuk Negeri, Polsek Kelayang Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Sambang Petani
- Bibit Sampai ke Panen, IPTU Andi Purba Kawal Jagung Teluk Sungka Bersama Warga
- Cabe Sungai Iliran Disambangi Aipda Andromik, Produktivitas Warga Jadi Fokus Polsek GAS
- Bhabinkamtibmas Desa Sungai Pasir Putih Tinjau Kesehatan dan Produktivitas Ternak Sapi Warga
- Dari Bibit ke Panen, Bhabinkamtibmas Tanjung Harapan Gasskan Program Cabe dan Selada
- Briptu Pirima Kawal Jeruk Kuala Gaung, Polsek GAS Pastikan Ketahanan Pangan Tumbuh Subur
- Pemkab Kuansing Undang Qari Internasional di Pembukaan MTQ Riau
- Sekretaris Dinas Kominfo Kuansing, Apresiasi Respons Komunikasi Antara TVRI dan Pemkab Terjalin Baik
- Jelang MTQ ke-44 Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Perbaiki Lampu Penerangan Jalan
- Pawai Budaya dan Islami Jadi Andalan Kuansing Sambut MTQ Riau ke 44 Libatkan 4 Ribu Unsur Masyarakat
Gubernur Syamsuar Himbau Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Lonjakan Omicron

Gubernur Riau Syamsuar saat mengikuti rapat koordinasi penanganan Covid-19 secara virtual bersama Presiden Joko Widodo. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar menghimbau masyarakat untuk tidak panik menyusul meningkatnya varian omicron di tanah air, termasuk di Riau.
"Kita himbau masyarakat untuk tidak panik. Apalagi bagi yang sudah divaksin Insha Allah akan memiliki imun yang lebih kuat," ucap Gubri usai mengikuti arahan Presiden Joko Widodo secara virtual terkait meningkatnya kembali kasus Covid-19 di tanah air dengan munculnya varian baru, yakni omicron, pada Senin (07/02/2022) siang.
Gubri menjelaskan, paling tidak ada dua hal yang diinstruksikan Presiden. Pertama, percepatan vaksinasi di seluruh daerah. Kedua, perlunya penegakan protokol kesehatan (prokes).
"Yang paling penting dari prokes itu menurut Bapak Presiden adalah memakai masker. Jadi, jangan kita anggap remeh masker ini, karena bisa melindungi kita dari virus covid-19," tegas Gubri.
Terkait Provinsi Riau, Gubri meminta 50 rumah sakit yang menjadi rujukan pasien covid-19 untuk bersiap.
"50 rumah sakit yang jadi rujukan harus stand by. Obat-obatan harus siap, oksigen, begitu juga ruang ICU," harap Gubri.
Gubri meminta petugas kesehatan untuk proaktif memantau kondisi masyarakat sekitar.
Jika ada yang positif covid-19 tapi tanpa gejala atau OTG, silahkan melakukan isolasi mandiri di rumah.
"Tapi kalau gejala ringan, sebaiknya melakukan isolasi ke tempat-tempat yang sudah disiapkan oleh pemerintah (isoter) agar mudah dikontrol," ucap Gubri lagi.
Baik pasien yang tanpa gejala maupun yang gejala ringan, harus dikontrol dan disiapkan obat-obatannya oleh petugas kesehatan. "Dinas kesehatan atau petugas dari Puskesmas harus aktif memantau," pinta Gubri.
Sementara bagi pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat, harus dibawa ke rumah sakit rujukan.
"Makanya saya minta 50 rumah sakit itu harus stand by agar tidak ada masyarakat kita yang tak terlayani," tegas Gubri.
Sekedar info, sejauh ini vaksinasi covid-19; tahap satu di Provinsi Riau sudah mencapai 88,3 persen.
Sementara vaksinasi tahap kedua sudah mencapai 58,12 persen.
"Bapak Presiden minta tahap kedua itu harus di atas 70 persen. Makanya kita harus tingkatkan lagi," ucap Gubri seraya menambahkan bahwa vaksinasi lansia dan anak-anak juga harus jadi prioritas. (rls)
Berita Terkait :
- Jakarta PPKM Level 3, Wagub Riza Patria Masih Evaluasi PTM0
- Kapolda Riau : Laporkan Oknum Yang Banyak Duduk ke Saya0
- Luhut: 69 Persen Pasien Meninggal Belum Vaksin Sejak Omicron Merebak0
- Kapolda Berikan Piagam Penghargaan Kepada Bripka Oktavianus Yusbar0
- Elvi Yuliana dilantik jadi Ketua DPD Bapera Rohul0
_Black11.png)









