- Konsolidasi Organisasi, Gardu Prabowo Riau Lantik Ketua Baru
- Komisi X DPR RI Serap Aspirasi di Riau, Perkuat Kebijakan SPMB Nasional
- DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Air Bawah Tanah
- Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K, Pimpin Upacara Sertijab Kabag Log, Kapolsek dan Pelant
- FABEM-SM Indonesia Soroti Polemik Pernyataan Saiful Mujani, Ajak Publik Tetap Rasional
- Pangdam XIX Agus Hadi Buka Diklat Jurnalistik, JMSI Riau Turut Latih 500 Prajurit
- GANNAS Jabar Dukung Wacana Pelarangan Vape Demi Lindungi Generasi Muda
- Hendry Munief Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
- Panen Raya Jagung 2026, Kolaborasi Multi Pihak Wujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan
- Pelaku Pencurian di Tempuling Dibekuk Polisi
Hanya Pabrik PT BSS Petalongan Yang Berani Beli TBS Kawasan Hutan di Riau

Tampak Pupuk PT BSS Pom 2 berdiri kokoh di Desa Petalongan
Inhil, VokalOnline.Com - Kabar gembira untuk petani kelapa sawit didalam kawasan hutan, sebab, jika Pabrik Kelapa Sawit (PKS) lain tidak mau membeli Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun kawasan hutan, Pabrik Kelapa Sawit PKS PT Berkat Sawit Sejahtera (BSS) PO2 di Jalan lintas samudera (Jalinsam) Desa Petalongan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri hilir (Inhil)-Riau, mau menampung TBS kawasan hutan.
Tidak ada nampak upaya pembinaan petani yang menyulap kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan petani dari Kawasan Hutan Konversi (HPK) menjadi perkebunan kelapa sawit, pabrik PT BSS Pom 2 tersebut melakukan pembelian TBS kawasan hutan sudah sejak lama. "Kau jual TBS di pabrik BSS Petalongan," ujar salah satu petani yang namanya enggan disebutkan.
Selain TBS kebun petani dari kawasan yang dibeli oleh pabrik BSS, pihak pabrik PT BSS juga membeli TBS dari korporasi dalam kawasan hutan, seperti TBS dari perkebunan sawit PT Agro Sarimas Indonesia (PT ASI) yang beroperasi di Sencalang dan di KM 8 Kempas Jaya.
Informasi yang berhasil di himpunan Sabtu (25/3/2023) dilapangan, untuk TBS dari kawasan hutan milik korporasi, dibeli dengan harga tinggi, sedangkan TBS milik petani yang berasal dari kawasan hutan dibeli oleh pabrik PT BSS dibeli dengan harga rendah serta diberikan potongan sampai 5 persen dari jumlah TBS yang diantarkan oleh petani.
Pabrik PT BSS Pom 2 yang dekat dengan pemukiman masyarakat Desa Petalongan, saat ini menimbulkan bau busuk menyengat dan ada dugaan pabrik tersebut tidak memiliki perizinan lengkap seperti izin pembakaran serta izin pengelolaan lingkungan hidup lainya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen pabrik PT BSS Pom 2 di Desa Petalongan tidak berhasil dikonfirmasi, dengan beroperasinya pabrik PT BSS di Petalongan, banyak dikeluhkan masyarakat setempat. keberadaan pabrik BSS diminta untuk dilakukan evakuasi izin operasionalnya.
"Kami akan turunkan tim investigasi dari LBH Pena Riau terkait operasional pabrik PT BSS tersebut, kami akan laporkan temuan kami kepada instansi terkait," ujar Suherwin SH ketua Yayasan dari LBH Pena Riau berbincang dengan wartawan di Pekanbaru. **vol/ramd
Berita Terkait :
- Wali Kota Berharap DIC Memberikan Banyak Manfaat Bagi Masyarakat Dumai0
- Lagi, Sobat Kamis Barokah Polsek Merbau Beraksi Bantu Balita Stunting0
- Ada Sungai Terselubung di Meranti, Dinas PUPR Disulap Jadi Indah0
- Satpol PP Meranti Gelar Razia Rutin Selama Ramadhan, Sampaikan Himbauan Bupati0
- Awal Ramadhan Tahun 2023, Harga Daging Sapi dan Ayam Potong Sedikit Naik di Meranti0
_Black11.png)









