- Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Ji
- Zulpen Akan Laporkan Rudi Walker Purba, Nilai Narasi yang Disebarkan Bersifat Provokatif
- Polres Indragiri Hilir Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas Kamtibmas
- Bhabinkamtibmas Kayu Raja Turun ke Kandang, Polri Kawal Ketahanan Pangan Keritang
- Polsek Keritang Perkuat Swasembada Pangan Lewat Ikan Lele
- Diduga Akibat Truk ODOL, Warga dan AMPAK Soroti Kerusakan Jalan di Sungai Rawa
- Pengcab Karate Tako Dumai Adakan UKT Semester I Tahun 2026
- Bupati Suhardiman Amby Resmi Tutup Festival Pacu Jalur Rayon I Inuman 2026
- Pemkab Meranti Dukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Pembangunan Berbasis Data
- Ketua Masjid Arafah Ahmad Dahlan Laksanakan Menyambut 1 Muharom 1448 H
Harga Kebutuhan Tinggi DPRD Riau Minta Pemprov Prioritaskan Ketahanan Pangan

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Harga kebutuhan pokok di Provinsi Riau saat ini cukup tinggi. Untuk itu, DPRD Riau meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memprioritaskan masalah ketahanan pangan untuk tahun 2023.
Wakil Ketua DPRD Riau Syafaruddin Poti meminta agar APBD tahun 2023 sebagian besar digunakan untuk ketahanan pangan guna menghidupkan UMKM, program tentang usaha pertanian.
"Rasanya miris di Riau cabai mahal, sayuran mahal, sementara lahan di Riau masih bisa diberdayakan untuk usaha tani dalam peningkatan kesejahteraan hidup petani dan ketersediaan sayur mayur untuk ketahanan pangan," kata Poti, Ahad (11/9/2022).
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, Pemprov Riau perlu merancang sasaran dan prioritas yang dimasukkan dalam APBD. Seperti di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan, harus jelas program apa yang akan dikerjakan mengatasi persoalan ketahanan pangan.
"Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan ini apa saja program yang mereka lakukan. Pembinaan apa saja yang dilakukan terhadap usaha pertanian," kata Poti.
Poti menanyakan jumlah kelompok tani yang dibina Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Riau dan jenis bimbingan seperti apa yang dilakukan. Menurut dia, persoalan ketahanan pangan ini harus menjadi prioritas Pemprov Riau.
"Belum lagi dukungan anggarannya bagaimana. Ini kalau kita ingin menjaga ketahanan pangan perlu ada skala prioritas. Pendataan, pembinaan, pendampingan, yang diberikan dinas pertanian," jelasnya. (***)
Berita Terkait :
- Kejati Riau Hentikan Perkara Pembelian HP Murah0
- Kajati Riau Ingatkan Jajaran Pemprov Bekerja Jujur dan Ikhlas0
- Muflihun Ajak Warga Kembali Galakkan Gotong Royong0
- Rusdi Racman: Hak Ulayat Datuk Rajo Deko Ini Hanya Tinggal Nama0
- Panitia Matangkan Persiapan Perebutan Piala Kapolda di Kejurda Inkanas Riau0
_Black11.png)









