- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
Harga Minyak Turun usai Rusia Kembali Pasok Hungaria

Jakarta, VokalOnline.Com - Harga minyak dunia turun sekitar satu persen pada perdagangan Rabu (16/11), waktu Amerika Serikat (AS), setelah naik tipis sehari sebelumnya.
Pelaku pasar masih mencermati persediaan bahan bakar AS setelah pengiriman minyak Rusia ke Hongaria yang tadinya dihentikan sementara kembali dilakukan.
Berdasarkan data London ICE Future Exchange yang dikutip dari Antara, Kamis (17/11), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari turun US$1 per barel atau 1,1 persen menjadi US$92,86 per barel. Padahal, sehari sebelumnya naik US$0,72 per barel.
Senada, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember juga turun US$1,33 per barel atau 1,5 persen menjadi US$85,59 per barel di New York Mercantile Exchange. Sehari sebelumnya, harga naik US$1,05 dolar per barel.
Harga minyak sempat mendapatkan dorongan dari penghentian sementara pengiriman minyak Rusia ke Hungaria melalui pipa Druzhba. Namun, setelah penghentian sementara dicabut, harga kembali turun.
Selain itu, pasar juga mencermati data persediaan minyak di AS. Badan Informasi Energi (EIA) AS melaporkan bahwa persediazn minyak mentah negara itu turun 5,4 juta barel selama sepekan lalu.
Analisis yang disurvei oleh S&P Global Commodity Insights memperkirakan laporan itu akan menunjukkan penurunan 400 ribu barel dalam persediaan minyak mentah AS.
Sementara itu, OPEC pada Senin (14/11), memperkirakan permintaan minyak kembali turun pada 2022 dan 2023.**Syafira
Berita Terkait :
- Target Pertumbuhan Ekonomi China Diusulkan 5,5 Persen pada 20230
- Rusia Terperosok Jurang Resesi Imbas Perang Ukraina0
- Rupiah Lunglai ke Rp15.671 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI0
- Jokowi Kembali Blusukan ke Pasar usai Tutup KTT G200
- Harga Emas Bisa Tembus Rp1 juta per Gram Akhir Tahun0
_Black11.png)









