Harga Sawit Melorot, Kamsol Sekjen AKapsi RI Angkat Bicara

Publisher Ocuhasbi Daerah
28 Jun 2022, 16:52:19 WIB
Harga Sawit Melorot, Kamsol Sekjen AKapsi RI Angkat Bicara

Sekretaris Jendral Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKAPSI) Dr H Kamsol.MM


KAMPAR,VokalOnline.Com-Kalangan petani kelapa sawit di Kabupaten Kampar menjerit. Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mendadak melorot ke level dari harga Rp 1600,hinga Rp 800 rupiah sekilo, atau turun 65 persen, per 20 juni . Saat ini, harga sawit berkisar Rp 800 per kilogram.

Sejumlah kalangan menduga penyebab turunya harga sawit karena kebijakan pemerintah stop ekspor bahan baku minyak goreng.

“Tak disangka, harga kelapa sawit mendadak jatuh drastis mencapai Rp 1600  per kilogram di PKS. Bahkan di tingkat bawah (tauke) Rp1.300,” sebut Iyan Lamek Warga Kampar,45 tahun, petani kelapa sawit di Desa Kampar, Kecamatan Kampa, Selasa (28/6/2022).

Jatuhnya harga kelapa sawit menurutnya adalah sebuah petaka karena baginya perkebunan kelapa sawit selama ini menjadi sandaran hidup keluarga. Seiring itu pihaknya beberapa hari lalu juga baru saja membeli pupuk 10 zak dengan harga mahal, yakni di atas Rp 600.000 per zak isi 50 kg.

Untuk membiayai kebutuhan keluarga,anak sekolah ke depannya merasa buntu. Terlebih sebentar lagi segera tiba Lebaran Idul Adha 1443 H, tentunya beban pengeluaran otomatis membengkak.Ujar Lamek.

Sementara itu Sekretaris Jendral (AKAPSI) Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKAPSI) Dr H Kamsol.MM yang sekarang menjabat Pj Bupati Kampar.Selasa (28/6/2022).

Pemerintahan berupaya Menyikapi terhadap harga sawit di kalangan masyarakat yang sekaran menurun draktis dari harga Rp 1600 hinga hari ini Rp 800 Rupiah per kilo.

,"Namun dari pada itu harga sawit ini mengikuti harga pasarnya juga,kalau harga pasarannya meningkat tinggi dan pesanannya banyak tentu akan naik harganya.

Kalau  sekarang persoalannya harga dipasarnya memang lagi turun,untuk ekspor akhirnya jangankan untuk mengambil sawit masyarkat.Sedangkan perusahaan yang memiliki PKS saja,membatasi produksi yang mereka punya.Akhirnya sawit masyakarat yang ditampung pun harganya jadi jatuh."Ujar Pj Bupati Kampar.

Ia juga menambahkan memang sekarang ini hukum pasar sedang berlaku,tapi kita akan cari setrategi lainya,Dan isyak allah pada tanggal 7 Juli mendatang kami akan melaksanakan rapat Munas AKAPSI.

Dan ini tidak bisa kita gerakan atau  kebijakan kita sendiri,karena persoalannya banyak disitu ada ekosimtim seperti ada  pengusaha, Pengelolanya, ada petaninya dan ada perusahaannya.

Dan kita harapkan lah ada kebijakan dari pemerintah dan kamipun sudah membuat surat ke presiden Ri Bapak Ir H Joko widodo bagaimana atas kebijakan dalam tata kelola sawit.

Dalam proses harga sawit semakin hari menurun ini,kemarin diharapkan oleh pak Mengko dengan dibukanya ekspor ini harga akan naik.Ujar Sekjen AKapsi.***Vol3.







Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment