- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Harga Sawit Melorot, Kamsol Sekjen AKapsi RI Angkat Bicara

Sekretaris Jendral Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKAPSI) Dr H Kamsol.MM
KAMPAR,VokalOnline.Com-Kalangan petani kelapa sawit di Kabupaten Kampar menjerit. Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mendadak melorot ke level dari harga Rp 1600,hinga Rp 800 rupiah sekilo, atau turun 65 persen, per 20 juni . Saat ini, harga sawit berkisar Rp 800 per kilogram.
Sejumlah kalangan menduga penyebab turunya harga sawit karena kebijakan pemerintah stop ekspor bahan baku minyak goreng.
“Tak disangka, harga kelapa sawit mendadak jatuh drastis mencapai Rp 1600 per kilogram di PKS. Bahkan di tingkat bawah (tauke) Rp1.300,” sebut Iyan Lamek Warga Kampar,45 tahun, petani kelapa sawit di Desa Kampar, Kecamatan Kampa, Selasa (28/6/2022).
Jatuhnya harga kelapa sawit menurutnya adalah sebuah petaka karena baginya perkebunan kelapa sawit selama ini menjadi sandaran hidup keluarga. Seiring itu pihaknya beberapa hari lalu juga baru saja membeli pupuk 10 zak dengan harga mahal, yakni di atas Rp 600.000 per zak isi 50 kg.
Untuk membiayai kebutuhan keluarga,anak sekolah ke depannya merasa buntu. Terlebih sebentar lagi segera tiba Lebaran Idul Adha 1443 H, tentunya beban pengeluaran otomatis membengkak.Ujar Lamek.
Sementara itu Sekretaris Jendral (AKAPSI) Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKAPSI) Dr H Kamsol.MM yang sekarang menjabat Pj Bupati Kampar.Selasa (28/6/2022).
Pemerintahan berupaya Menyikapi terhadap harga sawit di kalangan masyarakat yang sekaran menurun draktis dari harga Rp 1600 hinga hari ini Rp 800 Rupiah per kilo.
,"Namun dari pada itu harga sawit ini mengikuti harga pasarnya juga,kalau harga pasarannya meningkat tinggi dan pesanannya banyak tentu akan naik harganya.
Kalau sekarang persoalannya harga dipasarnya memang lagi turun,untuk ekspor akhirnya jangankan untuk mengambil sawit masyarkat.Sedangkan perusahaan yang memiliki PKS saja,membatasi produksi yang mereka punya.Akhirnya sawit masyakarat yang ditampung pun harganya jadi jatuh."Ujar Pj Bupati Kampar.
Ia juga menambahkan memang sekarang ini hukum pasar sedang berlaku,tapi kita akan cari setrategi lainya,Dan isyak allah pada tanggal 7 Juli mendatang kami akan melaksanakan rapat Munas AKAPSI.
Dan ini tidak bisa kita gerakan atau kebijakan kita sendiri,karena persoalannya banyak disitu ada ekosimtim seperti ada pengusaha, Pengelolanya, ada petaninya dan ada perusahaannya.
Dan kita harapkan lah ada kebijakan dari pemerintah dan kamipun sudah membuat surat ke presiden Ri Bapak Ir H Joko widodo bagaimana atas kebijakan dalam tata kelola sawit.
Dalam proses harga sawit semakin hari menurun ini,kemarin diharapkan oleh pak Mengko dengan dibukanya ekspor ini harga akan naik.Ujar Sekjen AKapsi.***Vol3.
Berita Terkait :
- Disdukcapil Kampar Sosialisasi Desa Sadar Adminduk & Layanan Jemput Bola Di Masyarakat Gunung Sahila0
- Jual Shabu, Ayah Ditangkap, Anak Masih Dalam Pengejaran 0
- Kamsol Blusukan Tinjau Yang Membuat Terjadinya Banjir, di Pasar Kasikan0
- Ketua DPRD Kampar, Mari Kita Komitmen Dalam Pemberantasan Narkoba di Kampar0
- Kades Terantang Aktif MY Dan Mantan Kades Terantang AD Masih Status DPO0
_Black11.png)









