- Pramuka Bengkalis Masa Bakti 2025–2030 Resmi dikukuhkan Bupati Bengkalis
- Bupati Bengkalis Menyambut Audiensi PGRI Kabupaten Bengkalis
- Bupati Bengkalis Menghadiri Pelantikan PC PMII Kabupaten Bengkalis
- Bhabinkamtibmas Turun ke Lahan, Pantau Jagung Pipil di Desa Aur Cina
- Disinyalir Rit dan AR Bebas Menggarap Hutan di Sungai Sembilan Tanpa Izin
- Petani Diusir dan Diancam Parang, Kasus Pengrusakan Kebun di Sungai Raya Dilaporkan ke Polisi
- Jaga Ketahanan Pagan Nasional Polsek Merbau Sembang Pertenak Sapi
- PWMOI Riau Hadiri Pelantikan DPW PWMOI Kepri, Besarkan PWMOI Di Pulau Sumatera
- Peringati HUT ke-15, GRIB Jaya Meranti Gelar Reboisasi Mangrove dan Bansos untuk Warga Pesisir
- Wabup Muzamil Instruksikan OPD Segera Tindak Lanjuti Catatan Strategis DPRD
Hendry Munief Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional

Jakarta, VokalOnline.Com - Industri film nasional masih jalan di tempat. Padahal, Indonesia memiliki segalanya, baik di hulu berupa materi dan tema perfilman maupun di hilir berupa pasar film yang menjanjikan.
Namun, menurut Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, industri film nasional belum mendapatkan jati dirinya. Hal itu disampaikan Hendry Munief saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) antara Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional dengan asosiasi/perusahaan perfilman pada Senin (6/4/2026).
“Saat ini industri perfilman kita belum mampu mendongkrak industri kreatif dalam negeri karena identitas perfilman kita belum kuat seperti negara lain,” terang Hendry Munief.
Dia menegaskan, idealnya pemerintah turut hadir untuk memberikan arah industri film nasional. Film merupakan salah satu media efektif untuk menyampaikan pesan kepada dunia tentang Indonesia.
“Pemerintah turut mengembangkan film yang berbasis nilai positif dan memperjelas tujuan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, industri film akan memperjelas posisi Indonesia di mata dunia,” terang Hendry Munief.
Ia mengakui, mengkolaborasikan sektor komersial dan tujuan berbangsa bukan hal mudah. Namun, menurutnya, terdapat peluang karena banyak negara telah berhasil menjadikan industri perfilman sebagai media promosi nilai-nilai kebangsaan.
Selain menyoroti industri film nasional, Hendry Munief juga menyoroti bioskop sebagai wadah komersial pemasaran film yang belum memberikan prioritas kepada film daerah.
“Pengelola bioskop di tanah air saat ini belum memprioritaskan penayangan film daerah. Mereka masih mengandalkan film luar negeri di jam-jam tayang utama. Sehingga budaya lokal kurang terekspos, baik di dalam negeri maupun dilirik oleh bioskop luar negeri,” terang Hendry Munief usai RDP.
Dia menilai, jam tayang yang kurang menyebabkan para produser film tidak melirik konten lokal sebagai tema film. Mereka cenderung melihat dinamika dan kebiasaan pengelola bioskop sebagai pertimbangan. Padahal, menurut Hendry Munief, banyak budaya dan cerita lokal yang layak difilmkan.
“Kita meminta pemerintah membuat formula khusus agar bioskop diberikan batas minimal jam tayang film daerah sehingga geliat promosi budaya daerah bakal meningkat,” terang Ketua Forum Bisnis (Forbis) Riau ini.
Pemerintah didorong untuk mengembangkan film berbasis budaya dan edukasi. Produksi film juga perlu diawasi agar tidak melenceng dari nilai-nilai positif dan tujuan berbangsa dan bernegara.(**)
Berita Terkait :
- Kades di Tangerang Gelar Pesta Sabu Bareng Warga Balaraja0
- Pendaftaran UTBK SBMPTN Akan Ditutup Hari Ini Pukul 15.00 WIB0
- TPU Ambon Longsor,Jenazah Hanyut0
- Usai Diserang Mabes Polri Dijaga Ketat,Anjing K9 Diterjunkan0
- Diterjang Angin Kencang 73 Gardu Listrik di Samosir Rusak0
_Black11.png)









