- Pesangon 10 Pekerja Tak Dibayar Usai PHK Sepihak, PT Awal Bros Bumi Pusaka Diduga Kebal Hukum
- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
- JMSI Riau Targetkan Seluruh Wartawan Anggota Bersertifikat UKW pada 2027
- Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Menyesuaikan Kebutuhan Daerah
- Antisipasi Dampak AI pada Industri Pers, Syahrul Aidi Minta DPR Siapkan RUU Regulasi Digital
- VokalOnline ikuti Webinar Merajut Nusantara
- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
Hendry Munief Kontak Menteri Pariwisata Minta Segera Tetapkan KSPN dan Pugar Istana Siak

Hendry Munief bersama Bupati Siak dan Ketua Komisi VII DPR RI saat meninjau Istana Siak beberapa waktu lalu
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Usai mendapatkan informasi bahwa Bangunan Cagar Budaya Tangsi Belanda kawasan Istana Siak ambruk, anggota DPR RI Dapil Riau 1 Hendry Munief MBA langsung berkoordinasi dengan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.
"Semalam kita langsung berkoordinasi dan menginformasikan ke ibu Menteri Pariwisata atas kejadian di Tangsi Belanda kawasan istana Siak. Alhamdulillah respon beliau cepat dan bagus. Beliau akan segera berkoordinasi juga dengan Kementerian Kebudayaan." kata Hendry Munief saat dihubungi pada Senin (2/2/2026) pagi.
Dia menjelaskan ada dua langkah dari pemerintah pusat yang dia minta yaitu segera melakukan pemugaran Istana Siak. Dimana beberapa fasilitas dan obyek di kawasan Istana Siak sudah tidak layak dan membahayakan pengunjung.
"Kemudian kedua kita minta segera menetapkan Istana Siak sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Kalau sudah KSPN, semua fasilitas utama dan pendukung akan diperbaiki oleh pemerintah pusat" kata Hendry Munief.
Dia mengaku, usai berkomunikasi dengan ibu Menteri Pariwisata, Menpar Widiastuti langsung berkoordinasi dengan Menteri Kebudayaan terkait rencana pemugaran Istana Siak yang telah disiapkan untuk tahun anggaran 2026.
"Terkait insiden, kami turut berduka atas kejadian yang menimpa pengunjung yang kebanyakan adalah anak-anak sekolah. Mudah-mudahan anak-anak tidak trauma berkunjung ke wisata budaya lagi." tutupnya.
Selain berkomunikasi dengan Menteri Pariwisata, Hendry Munief juga mempertanyakan penyebab ambruknya di titik yang direnovasi tahun 2018.
"Saat itu dianggarkan Rp 5,2 miliar dari APBN. Tapi baru 7 tahun fasilitas tersebut sudah ambruk. Ini perlu ditelusuri. Ini juga catatan dari kita ke Kementerian Kebudayaan agar ditelusuri dan dijadikan pelajaran, jangan sampai terulang kembali." terang Hendry Munief.
Insiden ini menyebabkan 17 orang mengalami luka-luka, yang terdiri dari 15 siswa-siswi SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, satu orang guru, dan seorang pemandu wisata setempat.
Kejadian yang berlangsung cepat ini sontak mengejutkan rombongan besar yang sedang asyik mempelajari sejarah bangunan peninggalan kolonial tersebut. Material lantai yang terbuat dari papan kayu tua diduga sudah dalam kondisi lapuk dan tidak mampu menahan beban rombongan yang berkumpul di satu titik. (**)
Berita Terkait :
- Bupati Rohul Tinjau Pos Pengamanan PSU0
- Bawaslu Sambut Ide KPU Kampar Jemput Bola ke Desa0
- Rekening Nasabah Beberapa Kali Dibobol, Sistem Keamanan Bank Riau Lemah?0
- Bank Riau Kepri Ganti Uang Rp1,3 Miliar Nasabah yang Dibobol, Uang dari Mana?0
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
_Black11.png)









