- Polres Inhu Gelar Razia Sarang Narkoba di Kambesko, Dukung Terwujudnya Kampung Bersinar
- Perebutkan Piala Bupati, Kejuaraan Drumband Inhu Resmi Dibuka
- Syahrul Aidi Dukung MUI dan Forkomnas, Minta Pemerintah Konsisten Bela Palestina
- 600 Atlet INKANAS Berlaga di GDR Open Championship 1 Riau, Matangkan Persiapan Menuju Piala Kapolri
- Kasus ISPA di Meranti Capai 6.825 Kasus, Dinkes Minta Warga Waspadai Dampak Kabut Asap
- Cegah Masalah Hukum, Pemkab Meranti dan Kejari Ingatkan Kades Tertib Kelola Dana Desa
- Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
- Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI saat Bimteknas DPP PKS se-Indonesia
- Persiapan Capai 99 Persen, Kejuaraan Karate GDR Championship Siap Digelar di Pekanbaru
- Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa
IHSG Diprediksi Menguat Usai Kondisi Jenuh Jual

(kompas.com)
Vokalonline.com Dilansir dari CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan saham hari ini, Senin (5/4).
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menjelaskan penguatan indeks saham dikarenakan pergerakan indeks saham memasuki area oversold dalam beberapa hari terakhir.
Oversold adalah kondisi jenuh jual akibat harga saham di bursa sudah mengalami tekanan jual dan mencapai titik jenuh."Selain itu, indikator stochastic bergerak menyempit mengindikasikan potensi rebound," ungkap Dennies dalam risetnya.
Meski demikian, penguatan diperkirakan hanya bersifat jangka pendek, sebelum kembali melanjutkan pelemahan. Ia memprediksi indeks bergerak dalam rentang support 5.928-5.956 dan resistance 6.016-6.048.
Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya melihat IHSG masih berusaha menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih baik.
Menurut dia,indeks akan bergerak dalam rentang support 5.827 dan resistance 6.088. "Hari ini IHSG berpotensi bergerak dalam rentang konsolidasi wajar," ujar William.
Meski demikian, selama support level mampu dipertahankan cukup kuat, William memprediksi peluang kenaikan IHSG jangka pendek masih terbuka lebar.
"Mengingat hingga saat ini kondisi perekonomian Indonesia berada dalam kondisi stabil yang terlihat dari data yang telah terlansir," imbuhnya.
Ia menyarankan pasar mencermati sejumlah saham, seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (1/4), IHSG ditutup menguat ke level 6.011.Pelaku pasar asing mencatatkan jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp1,17 triliun.
(hrf/bir)
Berita Terkait :
- Dahlan Iskan Soroti Keuangan BUMN Karya 0
- Sayonara, Giant Pamulang Square Tutup Permanen 0
- Rupiah Menguat Usai Libur Paskah 0
- Harga Emas Antam 5 April, Turun ke Rp.921 pergram0
- Gubernur Riau Dukung Pembangunan 1.000 Rumah Buruh Sawit0
_Black11.png)








