- Konflik Agraria Inhu, DPR RI Minta Penangguhan Penahanan Mantan Kades Sungai Raya
- Bripda Renhard Bawa Nama Polres Meranti di Riau Challenge 2026, Raih Medali Perak
- LAMR Kepulauan Meranti Siapkan Empat Agenda Besar, Digelar 19–20 September 2026
- Pemkab Meranti dan UIN Suska Riau Buka Peluang Kolaborasi Pengembangan Potensi Daerah
- Diduga Terlibat Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pria 64 Tahun di Inhu Masuk DPO Polisi
- Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja
- Puluhan Tahun Berpisah, Alumni SMAN 2 Pekanbaru Kembali Bertemu dalam Reuni
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla 13 Hektare di Bengkalis
- Perawatan Jalan Berkelanjutan, PT PAS Mitra Agrinas Pastikan Pengangkutan TBS Tetap Lancar
- Firmansyah Resmi Diumumkan Dalam Paripurna Jabat Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru
IHSG Diprediksi Menguat Usai Kondisi Jenuh Jual

(kompas.com)
Vokalonline.com Dilansir dari CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan saham hari ini, Senin (5/4).
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menjelaskan penguatan indeks saham dikarenakan pergerakan indeks saham memasuki area oversold dalam beberapa hari terakhir.
Oversold adalah kondisi jenuh jual akibat harga saham di bursa sudah mengalami tekanan jual dan mencapai titik jenuh."Selain itu, indikator stochastic bergerak menyempit mengindikasikan potensi rebound," ungkap Dennies dalam risetnya.
Meski demikian, penguatan diperkirakan hanya bersifat jangka pendek, sebelum kembali melanjutkan pelemahan. Ia memprediksi indeks bergerak dalam rentang support 5.928-5.956 dan resistance 6.016-6.048.
Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya melihat IHSG masih berusaha menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih baik.
Menurut dia,indeks akan bergerak dalam rentang support 5.827 dan resistance 6.088. "Hari ini IHSG berpotensi bergerak dalam rentang konsolidasi wajar," ujar William.
Meski demikian, selama support level mampu dipertahankan cukup kuat, William memprediksi peluang kenaikan IHSG jangka pendek masih terbuka lebar.
"Mengingat hingga saat ini kondisi perekonomian Indonesia berada dalam kondisi stabil yang terlihat dari data yang telah terlansir," imbuhnya.
Ia menyarankan pasar mencermati sejumlah saham, seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (1/4), IHSG ditutup menguat ke level 6.011.Pelaku pasar asing mencatatkan jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp1,17 triliun.
(hrf/bir)
Berita Terkait :
- Dahlan Iskan Soroti Keuangan BUMN Karya 0
- Sayonara, Giant Pamulang Square Tutup Permanen 0
- Rupiah Menguat Usai Libur Paskah 0
- Harga Emas Antam 5 April, Turun ke Rp.921 pergram0
- Gubernur Riau Dukung Pembangunan 1.000 Rumah Buruh Sawit0
_Black11.png)









