- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
- Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
- Jum'at Keliling, Kapolres Pelalawan Sambangi Masjid Al Aziim
- Polres Inhu Gelar Razia Sarang Narkoba di Kambesko, Dukung Terwujudnya Kampung Bersinar
- Perebutkan Piala Bupati, Kejuaraan Drumband Inhu Resmi Dibuka
- Syahrul Aidi Dukung MUI dan Forkomnas, Minta Pemerintah Konsisten Bela Palestina
- 600 Atlet INKANAS Berlaga di GDR Open Championship 1 Riau, Matangkan Persiapan Menuju Piala Kapolri
- Kasus ISPA di Meranti Capai 6.825 Kasus, Dinkes Minta Warga Waspadai Dampak Kabut Asap
Israel Keras Kepala, Sebut Bakal Lanjut Gempur Gaza Berbulan-bulan

Jakarta, VokalOnline.Com - Israel bersumpah bakal terus menggempur Jalur Gaza, Palestina, selama berbulan-bulan ke depan meski telah diperingati Amerika Serikat untuk menurunkan tensi.
Panglima militer Israel, Herzi Halevi, mengatakan pihaknya akan melanjutkan serangan di Gaza sampai kelompok Hamas Palestina musnah. Dia mengisyaratkan agresi Negeri Zionis tak akan berakhir dengan cepat.
"Tujuan perang ini sangat penting dan tidak mudah dicapai," kata Halevi pada Selasa (26/12), seperti dikutip AFP.
"Oleh karena itu, perang akan berlanjut selama berbulan-bulan mendatang," lanjut dia.
Agresi Israel di Jalur Gaza telah menewaskan nyaris 21 ribu orang, di mana 70 persen di antaranya adalah anak-anak dan perempuan.
Serangan Israel tak pernah padam bahkan semakin brutal meski AS selaku sekutu utama telah meminta Zionis menurunkan ketegangan.
AS meminta demikian lantaran kelompok-kelompok sekutu Hamas yang didukung Iran mulai melancarkan serbuan bertubi-tubi ke pasukan mereka di Timur Tengah karena geram dengan Israel.
Pada Selasa, AS melaporkan serentetan drone dan rudal meluncur di atas Laut Merah yang ditembakkan oleh milisi Houthi Yaman. AS berhasil menembak jatuh serangan itu.
Selain AS, Prancis yang juga sekutu Israel sudah mulai gerah dengan aksi Zionis di Gaza, yang terus berniat memperpanjang perang dan mengintensifkan serangan.
Kementerian Luar Negeri Prancis pun menegaskan kembali seruan terhadap Israel "untuk segera melakukan jeda perempuan yang mengarah pada gencatan senjata."(fit)**
Berita Terkait :
_Black11.png)








