- Syahrul Aidi Dukung MUI dan Forkomnas, Minta Pemerintah Konsisten Bela Palestina
- 600 Atlet INKANAS Berlaga di GDR Open Championship 1 Riau, Matangkan Persiapan Menuju Piala Kapolri
- Kasus ISPA di Meranti Capai 6.825 Kasus, Dinkes Minta Warga Waspadai Dampak Kabut Asap
- Cegah Masalah Hukum, Pemkab Meranti dan Kejari Ingatkan Kades Tertib Kelola Dana Desa
- Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
- Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI saat Bimteknas DPP PKS se-Indonesia
- Persiapan Capai 99 Persen, Kejuaraan Karate GDR Championship Siap Digelar di Pekanbaru
- Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa
- DPRD Pekanbaru Dukung Pelebaran Jalan HR Subrantas,
- KNARA Adukan PT SBP ke Komnas HAM RI, Dugaan Perusakan Kebun dan Kriminalisasi Petani Disorot
Syahrul Aidi Dukung MUI dan Forkomnas, Minta Pemerintah Konsisten Bela Palestina

JAKARTA, VokalOnline.Com - Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Dr. H. Syahrul Aidi Ma’azat, Lc., MA, menyatakan dukungannya terhadap sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Nasional (Forkomnas) terkait rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia. Ia meminta pemerintah mencermati aspirasi tersebut secara serius serta memastikan setiap kebijakan tetap sejalan dengan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan.
Menurut Syahrul Aidi, persoalan ini bukan tentang penolakan terhadap seni atau musik internasional, melainkan menyangkut pertimbangan moral dan kemanusiaan terkait rekam jejak serta keterkaitan figur publik dengan dukungan terhadap Israel. Hal tersebut perlu dicermati di tengah penderitaan rakyat Palestina akibat konflik berkepanjangan dan pendudukan.
“Indonesia tidak menolak seni, musik, maupun pertukaran budaya yang memperkaya peradaban. Namun, kita juga tidak boleh mengabaikan sensitivitas kemanusiaan ketika rakyat Palestina terus menghadapi penderitaan. Pemerintah perlu mempertimbangkan persoalan ini secara serius, objektif, dan konsisten,” ujar Syahrul Aidi, Sabtu (24/10/2026).
Sebagai Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi mengingatkan pemerintah agar menerapkan prinsip yang konsisten, sebagaimana dalam keputusan sebelumnya terkait rencana konser yang menuai keberatan karena keterkaitannya dengan dukungan terhadap Israel. Menurutnya, konsistensi kebijakan diperlukan agar komitmen Indonesia terhadap Palestina tidak berhenti pada pernyataan diplomatik semata.
“Sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina merupakan bagian dari sikap historis dan prinsip konstitusional Indonesia. Pembukaan UUD 1945 menegaskan bahwa penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Prinsip ini harus tercermin dalam kebijakan nyata,” tegasnya.
Syahrul Aidi juga menekankan bahwa kepentingan ekonomi dan industri hiburan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab kemanusiaan. Menurutnya, Indonesia tetap terbuka bagi seniman dunia, tetapi keterbukaan tersebut harus disertai kepekaan terhadap nilai-nilai keadilan, perdamaian, serta penghormatan terhadap hak bangsa Palestina.
“Kami mengajak masyarakat mendukung sikap yang berpihak pada kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina melalui cara-cara yang damai dan bertanggung jawab. Yang kita tolak bukan seni atau bangsa tertentu, melainkan segala bentuk dukungan terhadap penjajahan dan penderitaan rakyat sipil. Palestina berhak merdeka, dan Indonesia harus tetap konsisten memperjuangkannya,” tutup Syahrul Aidi.(**)
Berita Terkait :
- AS Beri Dana Rp3,4 T Untuk Bantu Palestina0
- Wajib Punya IATA Travel Pass Mulai 1 Mei di Singapura0
- Cara Mudah Memasak Steak di Rumah0
- Sidang Putusan Sela Rizieq di PN Jaktim Dikawal 1.388 Aparat0
- Pesawat Ethiopian Airlines Salah Mendarat0
_Black11.png)








