Breaking News
- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
- Jaga Pulau Padang Tetap Bebas Asap, Pemkab Meranti Gandeng RAPP
- Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Anak, RAPP Dukung Penguatan Kader
- Teguh Santosa: UKW Bukan Basa-basi, Pers Jangan Produksi Suara Bising
- JMSI Riau dan NasDem Bahas Isu Strategis, Dari Media hingga Persoalan Daerah
- MAN 1 Pekanbaru Kembali Kirim Delegasi ke Olimpiade Sains Internasional
- Hendry Munief: Konektivitas Antar Pulau Jadi Isu Penting dalam RUU Daerah Kepulauan
- PERTAHANKAN TINGKAT BUNGA PENJAMINAN: MENJAGA KEPERCAYAAN MASYARAKAT
- DPRD Inhu Tolak Ranperda Perubahan APBD 2026 Lewat Voting Terbuka
- Satu Jam Razia Humanis di Lapas Tembilahan, 2 Botol Kaca Hingga Elemen Listrik Disita dan Dibakar
Jepang-Korsel Kalang Kabut Kim Jong Un Luncurkan 23 Rudal Dalam 2 Hari

VokalOnline.Com--Korea Utara meluncurkan setidaknya 26 rudal dalam dua hari terakhir hingga membuat negara tetangga seperti Korea Selatan dan Jepang gelisah.
Tiga dari 26 rudal balistik Korut itu ditembakkan pada Kamis (3/11) pagi ini dan salah satunya disebut sempat melewati wilayah Jepang. Hal itu pun memicu pemerintah pusat di Tokyo sempat mengeluarkan peringatan serangan udara dan perintah warga di sejumlah prefektur di utara untuk evakuasi ke ruang bawah tanah.
Sebuah rudal diyakini diluncurkan dari Korea Utara. Silakan mengungsi ke gedung atau bawah tanah," demikian imbauan pemerintah Jepang di Twitter.
Beberapa menit kemudian, Kantor Perdana Menteri Jepang menyatakan hal serupa.
Ancaman rudal sudah berlalu. Rudal itu diyakini melintasi Samudra Pasifik sekitar pukul 07.48 pagi. Jika Anda melihat sesuatu yang mencurigakan, tolong jangan mendekat dan segera hubungi polisi atau pemadam kebakaran."
Setelah diselidiki lebih lanjut, Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan rudal Korut tak melewati wilayahnya.
"Rudal itu tidak melintasi kepulauan Jepang, tetapi menghilang di atas Laut Jepang," kata Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada, seperti dikutip AFP.
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan "peluncuran rudal Korea Utara yang berulang-ulang adalah keterlaluan dan sama sekali tidak dapat dimaafkan."Di hari yang sama, militer Korea Selatan juga mendeteksi peluncuran rudal Korut.
"Satu rudal balistik jarak jauh yang diyakini diluncurkan ke Laut Timur sekitar pukul 07.40 pagi waktu setempat dari area Sunan, Pyongyang,"demikian pernyataan resmi militer Korsel.
Sekitar pukul 08.39 waktu setempat, mereka mendeteksi dua rudal balistik jarak pendek. Peluru kendali ini diyakini meluncur dari arah Kaechon, Provinsi Pyongan Selatan.
Sehari sebelumnya, Korut total meluncurkan 23 rudal berbagai jenis hingga memicu balasan uji coba rudal dari Korsel. Beberapa rudal itu dilaporkan jatuh dekat perairan teritorial Korea Selatan untuk pertama kalinya.
Korsel juga sempat mengeluarkan peringatan serangan udara dan perinta evakuasi bagi warganya di Pulau Ulleungdo.
"[Rudal Korut] jatuh di dekat perairan teritorial Korea Selatan di Garis Batas Utara untuk pertama kalinya," ujar , Kepala Gabungan Staf Seoul Kang Shin Chul.
Salah satu rudal Korut mendarat kurang dari 26 kilometer di garis Batas Utara (NLL) teritorial Korea Selatan. Ini merupakan perbatasan maritim antar-Korea yang selama ini menjadi sengketa.
Kemudian rudal yang lain jatuh di titik 57 kilometer dari kota Sokcho Korsel, dan satu lagi di 167 kilometer dari Pulau Ulleung.
Menanggapi tindakan Korut, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol meminta militer bersiap menghadapi provokasi tambahan dan intensitas yang lebih tinggi.
"Presiden Yoon Suk Yeol meminta agar tindakan tegas diambil dengan cepat untuk memastikan Korea Utara membayar mahal atas provokasi mereka," demikian menurut kantor Kepresidenan Korsel, seperti dikutip Yonhap.
Uji coba rudal balistik Korut berlangsung saat Korsel dan Amerika Serikat melakukan latihan bersama. Aktivitas ini kerap membuat Pyongyang geram karena dianggap sebagai upaya menyerang Korut.
Korut semakin sering melakukan uji coba rudal sepanjang 2022 ini. Mereka menilai peluncuran peluru kendali itu sebagai tanggapan tindakan permusuhan Amerika Serikat dan sekutunya, dalam hal ini Korsel serta Jepang.**Syafira
Berita Terkait :
- Rudal Antarbenua Korut Terbang 760 Km sebelum Jatuh ke Laut Jepang0
- Covid Naik Imbas Subvarian XBB, Malaysia Minta Warga Pakai Masker Lagi0
- Suku Bunga The Fed Tekuk Rupiah Berlutut Nyaris ke Rp15.7000
- AS Siapkan Bansos Rp211 T untuk Bayar Tagihan Energi, Termasuk Listrik0
- Harga Minyak Dunia Naik ke US$96 Usai The Fed Kerek Suku Bunga0
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
_Black11.png)








