- Sinergitas Kantor Pertanahan, Bapenda, dan IPPAT Kabupaten Rokan Hulu Perkuat Transformasi Layanan P
- Antisipasi Banjir, PT RSUP Dukung Penguatan Tanggul Sepanjang 579 Meter di Desa Pulau Burung
- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
- Jelang Pacu Jalur 2026, Pemkab Kuansing Desak Penertiban PETI di Hulu Sungai Kuantan
Suku Bunga The Fed Tekuk Rupiah Berlutut Nyaris ke Rp15.700

VokalOnline.Com - Nilai tukar rupiah berada di level Rp15.660 per dolar AS pada Kamis (3/11) sore. Mata uang Garuda melemah 13 poin atau 0,09 persen usai The Fed menaikkan suku bunga.
Mayoritas mata uang di kawasan Asia kompak berada di zona merah. Yen Jepang menguat 0,45 persen, baht Thailand melemah 0,03 persen, peso Filipina melemah 0,07 persen, won Korea Selatan melemah 0,17 persen, dan yuan China melemah 0,26 persen.Dolar Singapura menguat 0,09 persen dan dolar Hong Kong terpantau stagnan pada penutupan perdagangan pagi ini.
Sedangkan, mata uang utama negara maju kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,17persen, poundsterling Inggris menguat 0,23 persen, dan franc Swiss menguat 0,23 persen.Lalu, dolar Australia menguat 0,08 persen, dan dolar Kanada menguat 0,15 persen.
Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah melemah akibat keputusan The Fed mengerek suku bunga acuan sebesar 75 basis poin yang diikuti oleh kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).
"Rupiah sepertinya akan melemah tertekan oleh penguatan dolar AS karena kenaikan imbal hasil obligasi AS setelah pada pertemuan FOMC The Fed bernada lebih hawkish dari ekspektasi pasar,"
Selain itu, pelaku pasar kembali memprediksi The Fed bakal terus melanjutkan kebijakan suku bunga tinggi. Tercermin dari kenaikan suku bunga 75 basis poin, meski inflasi berangsur turun.
"Suku bunga The Fed kemungkinan akan lebih tinggi dan belum saatnya membahas pengetatan yang lebih pelan," jelasnya.Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bakal bergerak di rentang Rp15.600 per dolar AS - Rp15.700 per dolar AS.**Syafira
Berita Terkait :
- Pemerintah Janji UMP Naik, Tapi Idealnya Berapa0
- AS Siapkan Bansos Rp211 T untuk Bayar Tagihan Energi, Termasuk Listrik0
- Harga Minyak Dunia Naik ke US$96 Usai The Fed Kerek Suku Bunga0
- Menhub Klaim Jepang, Korea, dan Inggris Akan Investasi di Proyek MRT0
- Kabar XL Axiata PHK Karyawan Dibantah Manajemen0
_Black11.png)









