- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
Covid Naik Imbas Subvarian XBB, Malaysia Minta Warga Pakai Masker Lagi

VokalOnline.Com- Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin meminta warga kembali mengenakan masker di keramaian saat kasus Covid-19 melonjak lagi diduga imbas penyebaran virus corona Omicron subvarian XBB.
Khairy mengingatkan Malaysia masih dalam masa transisi ke fase endemi, sehingga gelombang virus akan datang dan pergi. Jumlah kasus juga akan berkurang dan bertambah.
"Dalam sepekan terakhir, jumlah kasus meningkat. Sayangnya, ini terjadi saat kita akan menggelar pemilihan umum. Saya ingin mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati," kata Khairy saat konferensi pers pada Senin (31/10).
Ia kemudian berujar, "Mengenakan masker masih bersifat sukarela, tetapi sekarang sangat dianjurkan terutama di area tertutup dan ramai."
Lebih lanjut, Khairy menerangkan kasus Covid-19 di Malaysia meningkat 16,5 persen pada 23-29 Oktober. Ia meyakini XBB berkontribusi terhadap lonjakan kasus.
Khairy kemudian menjelaskan bahwa varian XBB lebih mudah menyebar dibanding subvarian lain.
"Namun, gak ada bukti menyebabkan infeksi yang lebih parah," ujar dia.
Khairy juga melaporkan jumlah pasien di rumah sakit naik hingga 14 persen. Namun, mayoritas pasien mengalami gejala ringan.
Per 1 November, rata-rata jumlah kasus Covid-19 di Malaysia dalam sepekan mencapai 2.905 kasus. Meningkat dari bulan sebelumnya yang berkisar 1.500-an kasus.Khairy meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malaysia segera mengumumkan prosedur operasi standar pemilihan, termasuk bagi mereka yang positif Covid-19.
Sebelumnya, Kemenkes Malaysia mengusulkan dua cara agar KPU mengizinkan individu yang terpapar virus corona untuk ikut Pemilu.
Dikutip Channel NewsAsia, Direktur Jenderal Kemenkes Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan salah satu caranya yakni menyediakan jalur dan ruang khusus bagi mereka yang terinfeksi di setiap TPS.
Pilihan lain adalah mereka yang terinfeksi Covid-19 mengenakan peralatan pelindung yang diperlukan sebelum pergi ke tempat pemungutan suara.**Syafira
Berita Terkait :
- Suku Bunga The Fed Tekuk Rupiah Berlutut Nyaris ke Rp15.7000
- AS Siapkan Bansos Rp211 T untuk Bayar Tagihan Energi, Termasuk Listrik0
- Harga Minyak Dunia Naik ke US$96 Usai The Fed Kerek Suku Bunga0
- Menhub Klaim Jepang, Korea, dan Inggris Akan Investasi di Proyek MRT0
- Bappebti Respons soal Kripto Diatur OJK dalam RUU PPSK0
_Black11.png)









