- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
- Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Jokowi Masukkan IKN Nusantara dalam Fokus APBN 2023

Presiden Jokowi menetapkan enam kebijakan yang menjadi fokus APBN 2023, mulai dari peningkatan kualitas SDM hingga IKN Nusantara. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, VokalOnline.Com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan enam kebijakan yang menjadi fokus APBN 2023, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga ibu kota negara (IKN) Nusantara.
Kebijakan pertama yaitu penguatan kualitas SDM. Kedua, akselerasi reformasi sistem perlindungan sosial. Ketiga, melanjutkan pembangunan infrastruktur prioritas khususnya yang mendorong pendukung pertumbuhan ekonomi.
"Keempat pembangunan infrastruktur untuk menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru termasuk di dalamnya ibu kota Nusantara," ujar Jokowi dalam Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah 2023, Kamis (1/12).
Kemudian, kebijakan kelima yaitu revitalisasi industri. Terakhir, pemantapan reformasi birokrasi dan penyederhanaan regulasi.
Jokowi mengatakan enam kebijakan yang menjadi fokus APBN 2023 tersebut membutuhkan pengawasan yang ketat dalam pelaksanaannya. Sebab itu, ia meminta seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah mengendalikan secara detail anggaran belanja serta memperbesar porsi pembelian produk dalam negeri khususnya UMKM.
"Juga perlu saya ingatkan tidak ada program kementerian yang tidak bersinggungan dengan kementerian. Oleh sebab itu kerjanya harus terintegrasi," ujarnya.
Sementara kepada kepala daerah, Jokowi meminta untuk memperhatikan tingkat inflasi di wilayah masing-masing agar tidak terjadi lonjakan. Hal itu penting dilakukan di tengah pergolakan ekonomi global.
"Pemerintah daerah, gubernur, walikota, saya minta perhatikan dari waktu ke waktu, dari jam ke jam pergerakan angka inflasi di daerah masing-masing. Ini penting sekali. Ini momok semua negara," katanya.
Jokowi mengatakan di tengah ekonomi global yang saat ini tak stabil, Indonesia sebenarnya memiliki kinerja ekonomi yang baik. Hal itu terlihat dari produk domestik bruto (PDB) yang tumbuh 5,44 persen pada kuartal II dan 5,7 persen di kuartal III 2022. Neraca perdagangan juga mengalami surplus dalam 30 bulan terakhir.
Namun, ia meminta seluruh jajaran pemerintah tetap hati-hati terhadap apapun yang akan terjadi di masa mendatang.
"Kita semuanya harus memiliki sense of crisis, betul-betul siap atas segala kemungkinan yang terjadi, yang tanpa kita prediksi, tanpa kita hitung, semuanya kita harus siap," ujarnya. **Syafira
Berita Terkait :
- Jokowi Minta Percepat Realisasi Belanja APBN dan APBD0
- Haswinda, Jenguk Korban Kebakaran Rumah di Desa Sungai Jalau 0
- Kenapa PM Anwar Ibrahim Sulit Bentuk Kabinet Pemerintahan Malaysia?0
- Pengadilan Tokyo Jepang Larang Pernikahan Sesama Jenis0
- MbS Disebut Ancam Perkosa Keluarga Eks Putra Mahkota Saudi0
_Black11.png)








