- Kejari Meranti Kembali Gadangkan Program Jaksa Masuk Sekolah
- Kejari Meranti Tingkatkan Pelayanan Disiplin Semua Jaksa Lengkap
- BPS Meranti Lakukan Mutahir Data Sukseskan Sensus Ekonomi Tahun 2026
- Tidak Terlalu Mewah SMK Buat Perpisahan Sederhana Sesuai Aturan Pemerintah
- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Pengedar Shabu Diamankan di Enok
- Masyarakat Desa Sekayan Apresiasi Polres Inhil atas Keberhasilan Ungkap Kasus Narkoba
- Pemko Pekanbaru Susun Formasi CPNS 2026, Tenaga Kesehatan dan Guru Jadi Prioritas
- Oknum PPPK di Inhu Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Peredaran Sabu
- Hendry Munief Dorong Pemerintah Pusat-Pemda Berkolaborasi Kembangkan Urban Tourism
- Polres Kep. Meranti Gelar Razia Serentak di Tempat Hiburan Malam, Cegah Peredaran Narkoba
Kajati Riau Berikan Tausiah Kepada Pegawai

Kepala Kejati Riau Dr Supardi memberikan tausiah kepada pegawai Kejati Riau.
PEKANBARU, VokalOnline.Com -Pegawai Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau kembali melakukan tausiah rutin di Masjid Al-Mizan, Selasa siang (26/9/2022). Di masjid komplek perkantoran Kejati Riau itu, Dr Supardi menjadi penceramah.
Kepala Kejati Riau itu membawa tema kajian "Keutamaan Bergegas Melaksanakan Shalat Ketika Sulit dan Mendapatkan Musibah". Tausiyah ini diikuti oleh pegawai di lingkungan Kejaksaan Tinggi Riau.
Supardi menjelaskan, bergegaslah melaksanakan salat ketika mendapatkan musibah dan kesulitan. Dengan demikian akan ada Jalan bagi setiap kesulitan yang dihadapi.
Selain itu, Supardi menerangkan pentingnya menasehati keluarga dan mengingatkan melaksanakan salat. Menurutnya, ini bentuk tanggung jawab untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari.
"Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an bahwa jadikanlah sabar dan salat sebagai penolong mu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk," terang Supardi.
Supardi menyampaikan, ketika tertimpa musibah maka ucapkanlah Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
"Yang artinya sesungguhnya kami milik Allah dan kepadanyalah kami kembali," kata Supardi.
Menurut Supardi, manusia tidak pernah ada karena akan kembali kepada Allah Yang Maha Ada.
"Kita adalah satu-kesatuan tak terlepas dari kehendak-Nya. Maka melakukan apa yang Rasulullah ajarkan merupakan tuntunan yang harus kita ikuti," jelas Supardi.
Supardi juga menyampaikan bahwa semakin dekat dengan Allah SWT dan semakin tinggi ilmu yang dimiliki, iblis akan mencari cela untuk menciptakan kesombongan pada diri seseorang. Selanjutnya, kesombongan itu akan menghancurkan ibadah-ibadah yang telah dilakukan.
"Maka dari itu hal ini sebagai pengingat bagi kita untuk tidak merendahkan orang lain," imbuh Supardi.
Selanjutnya, Supardi menyampaikan ketika manusia itu meminta hajat kepada Allah SWT. Caranya dengan melaksanakan salat dua rakaat, memuji keagungan Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
"Mintalah kepada Allah untuk memenuhi hajat kita agar dikabulkan. Jika itu baik maka dekatkanlah dan jika tidak maka gantilah dengan yang lebih baik. Karena sesungguhnya rencana Allah SWT adalah sebaik-baiknya rencana," ulas Supardi.
Dengan dilaksanakan Tausiyah Ba’da Dzuhur ini, Supardi mengharapkan pegawai Kejati Riau dapat meningkatkan kesadaran beragama dalam aspek wawasan dan pengetahuan serta aspek sikap dalam pembentukan karakter pegawai. (syu)
Berita Terkait :
- PWI Riau Kembali Gelar UKW Gratis untuk 7 Kelas 0
- Polwan Penganiaya Warga Dipenjarakan0
- PT RAPP Kembali Gelar ToT Fasda 0
- Percepat Pembentukan BLUD Pengelolaan Sampah 0
- Wagubri: Perlu Sinergi Dalam Bidang Penegakan Hukum di Riau0
_Black11.png)









