- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
- Jelang Pacu Jalur 2026, Pemkab Kuansing Desak Penertiban PETI di Hulu Sungai Kuantan
- Plt Bupati Kuansing Tinjau Kesiapan Tepian Narosa Jelang Festival Pacu Jalur Nasional 2026
- Festival Pacu Jalur 2026 Siap Digelar, Plt Bupati Kuansing Ajak Masyarakat Sukseskan Pesta Rakyat
Kamera BBKSDA Riau Rekam 2 Ekor Harimau Remaja, Begini Penampakannya

2 ekor harimau sumatra yang terekam kamera jebak BBKSDA Riau di Teluk Lanus, Kabupaten Siak.
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Kamera jebak milik Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau di Desa Teluk Lanus, Kabupaten Siak, merekam penampakan harimau sumatra. Ada 2 individu terekam kamera di lokasi konflik harimau dengan manusia itu.
Dalam beberapa pekan terakhir, intensitas konflik di desa tersebut cukup tinggi. Harimau mendekati pemukiman untuk memangsa ternak warga sekitar.
BBKSDA Riau sudah memasang kandang jebak di lokasi. Hanya saja, si Datuk Belang urung masuk jebakan meskipun umpan kambing yang dipasang di kandang sudah dimakan.
Kepala BBKSDA Riau Genman S Hasibuan, dua ekor harimau itu terekam pada Minggu malam. Dilihat dari ukurannya, harimau itu masih remaja.
"Ada anakan harimau sebagai tanda ada induk harimau, artinya ada 3," jelas Genman, Selasa petang, 1 November 2022.
Genman menjelaskan, harimau sering muncul di sekitar lokasi karena desa tersebut kecil. Warga yang tinggal di sekitar merupakan bekas pekerja sebuah perusahaan.
"Sejak dahulu, warga sering melihat kemunculan harimau," ujar Genman.
Genman berharap harimau itu menjauh dari desa dan kembali lagi ke hutan. Dia berharap warga tidak lagi melepaskan ternak karena bisa memancing harimau datang.
"Harimau tertarik dengan ternak warga yang kadang lepas hingga ke hutan," ucap Genman.
Terkait kandang jebak, Genman mengakui kambing umpan sudah habis dimakan. Di sisi lain, pintu kandang tidak tertutup meskipun harimau masuk.
"Pintu box trap macet karena itu petugas di lapangan kembali memasang umpan di lokasi yang sama," terang Genman. (syu)
Berita Terkait :
- Pasutri di Bengkalis Bunuh dan Bakar ODGJ Demi Klaim Asuransi0
- Satgas TMMD Ke-115 Kebut Semenisasi Jalan Hingga 100 Persen0
- Lakukan PHK Sepihak, PT Agro Sarimas Indonesia Dilaporkan ke Disnaker Inhil0
- Pelayanan RSUD Arifin Achmad Harus Ditingkatkan, Gubri: Jangan Ketus0
- Siti Aisyah Cs Dilaporkan Dugaan Penyerobotan, Polisi Mulai Periksa Saksi0
_Black11.png)









