- Jalan Sungai Rawa Hancur, Warga Jadi Korban Truk ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
- Bupati Bengkalis Menyambut 485 Mahasiswa Peserta Kukerta
- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
- Aspirasi Guru Inhu Terkait Libur Semester Direspons Baik Pemerintah Daerah
- Kisah Kasih Bhayangkara ke-80 di Aula Polres Inhil
- 200 Karateka Inkanas Pekanbaru Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kyu Semester I 2026
Kane Ngotot Pakai Ban Kapten Pelangi LGBT, Sanksi FIFA Mengintai

Jakarta, VokalOnline.Com - Kapten timnas Inggris Harry Kane bakal tetap mengenakan ban kapten pelangi atau One Love saat melawan Iran di Piala Dunia 2022, Senin (21/11).
Hal tersebut dikonfirmasi langsung pelatih Inggris, Gareth Southgate pada Minggu waktu setempat. Inggris tak menggubris ancaman yang akan dilayangkan FIFA jika aksi tersebut tetap dilakukan.
"Kami telah memperjelas sikap sebagai tim, staf, dan secara organisasi bahwa kami ingin mengenakan ban kapten tersebut," kata Southgate dikutip Sky Sports.
"FA sedang berbicara kepada FIFA saat ini dan saya yakin kami akan mendapati keputusan mereka besok [Senin 21 November]," tambah Southgate.
Ban kapten pelangi merupakan dukungan untuk kesetaraan hak yang bukan semata-mata untuk LGBTQ. Namun, aksi ini mendapat tentangan lantaran homoseksualitas adalah ilegal di Qatar.
FIFA telah menyatakan mendukung peraturan pemerintah Qatar soal larangan kampanye LGBT. FIFA bahkan mengancam akan meminta wasit untuk memberikan hukuman kartu kuning sebelum kick-off kepada pemain yang menggunakan ban kapten pelangi di Piala Dunia 2022.
Kane tidak sendirian, beberapa negara lain berencana mengenakan bak kapten pelangi di Qatar. Mereka adalah Belanda, Belgia, Denmark, Prancis, Jerman, Norwegia, Swedia, Swiss, dan Wales.
Pelatih Inggris Gareth Southgate tak mau tunduk terhadap peraturan di Qatar. Selain mengenakan ban kapten pelangi, Inggris juga akan berlutut sebelum kick off.
Aksi berlutut di tengah lapangan sudah dilakukan para pemain Liga Inggris sejak dua tahun lalu. Itu merupakan bentuk solidaritas sekaligus protes atas kematian George Floyd di tangan polisi Minneapolis.**Syafira
Berita Terkait :
- Inggris vs Iran di Piala Dunia 2022 Diganggu Bumbu Politik0
- Ronaldo Ungkap Alasan Tolak Gaji Rp5,6 Triliun dari Klub Saudi0
- Jordi dan Sandy Resmi WNI, Naturalisasi Kebiasaan Masa Kini?0
- Piala Dunia 2022: Peringatan Keras Pelatih Argentina untuk Dybala0
- Profil Korea Selatan di Piala Dunia 2022 Berharap Taji Son Heung Min0
_Black11.png)









