- Dr. Karmila Sari Dorong Mahasiswa Unilak Siap Hadapi Dunia Kerja Lewat Workshop Bina Talenta
- Salsa Kuratori Pameran "Rantau", 70 Karya Mahasiswa Fotografi ISI Padang Panjang Dipamerkan
- JMSI Riau Gelar Seminar Sawit Berkelanjutan, Dorong Tata Kelola yang Berkeadilan
- Musprov FAJI Riau Tetapkan Erfan Panca Putra sebagai Ketua Baru
- Dinas PMD Meranti Lakukan Pendampingan 12 Desa Akan Bertarung di Pilkades Oktober Mendatang
- Polri Dukung Program Desa Bebas Api, Wakapolres Meranti Hadiri Penandatanganan MoU
- BOR 2026 Resmi Dibuka, Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Semarakkan RGECC
- Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan Paket Bansos
- Erfan Panca Putra Terpilih Aklamasi Pimpin FAJI Riau Periode 2026–2030
Kapolsek Singhil Respon Cepat Warga Miskin Tak Tersentuh Bantuan

Kuansing, VokalOnline.Com -Sungai Paku- Kepala Keluarga, Sarimun ( 37) warga Sungai Paku, kecamatan Singingi Hilir, kabupaten Kuantan Singingi, mengaku tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten maupun pemerintah desa. Hal itu direspon cepat oleh Kepala Kepolisian Sektor Singingi Hilir, AKP. Agus Susanto, SH.
"Saya ucapkan terima kasih atas informasinya, kami lagi mendata masyarakat kita yang miskin untuk kita berikan bantuan, karena kita ada program peduli kasih Polsek Singingi Hilir yang dana tersebut kita dapatkan dari iuran anggota pada saat melaksanakan yasinan setiap hari Rabu di Polsek dan beberapa donatur dari Pekanbaru,"tulis Kapolsek AKP Agus Susanto, SH yang lebih kurang satu bulan bertugas di Wilayah Hukum Singingi Hilir. Selasa, 6 September 2022.
Kapolsek yang pernah viral diberbagai Chanel YouTube dengan kedermawanannya saat bertugas di Gaung Anak Serka-Inhil , juga meminta data lengkap kepada awak media terkait warga miskin di desa Sungai Paku tersebut.
Seperti dikatakan warga desa Sungai Paku,"Kami tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah baik sembako maupun bantuan langsung tunai," kata Fitri Yanti istri Sarimun, Senin , 5 September 2022 kepada centroriau.id di kediamannya.
Sehari-hari, sebagai Kepala Keluarga, Sarimun, bekerja sebagai 'kuli harian semberaut'. Ekonomi yang pas-pasan, membuat Sarimun dan Istrinya kesulitan menghidupi tiga anak mereka dan Kondisi tempat tinggal Sarimun juga jauh dari kesan layak. Keluarga Sarimun tinggal di gubuk berdinding papan lapuk dan seng bekas berukuran 4x8 meter persegi.
"Sejak KK kami telah ditetapkan jadi warga desa Sungai Paku tahun 2016 tidak pernah ada bantuan sama sekali, tidak seperti orang lain yang mendapat bantuan sembako maupun uang tunai," terang Fitri Yanti mengaku perantau dari Moro Inhil yang telah menetap di kecamatan Singingi Hilir tersebut.
Sarimun dan istrinya hanya berharap dari berbagai pihak dapat memberikan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah himpitan biaya hidupnya. Ia mengaku telah punya Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat untuk mendapat bantuan sosial tersebut.**(Rusman)
Berita Terkait :
- Masih ada tumpang pilih,warga miskin Di Desa Sungai Paku kc, Sengingi Hilir0
- Puja Ibrahim Meminta Kapolres Memangil KIC Supaya kak Ice Jangan Menjebarkan HOX0
- Himbauan Kamtibmas, Terkait Pengalihan Subsidi BBM menjadi BLT kepada Masyarakat. 0
- Jum at Barokah, Kapolres Kuansing Beri Bantuan Sembako Untuk Warga Kurang Mampu 0
- Tiga Karya Terbaik LKTJ PWI - Klinik Malikha Diumumkan0
_Black11.png)









