- Anggota DPRD Pekanbaru Geram, Dugaan Pesta LGBT di Cafe Laksamana Muda
- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Kapolsek Singhil Respon Cepat Warga Miskin Tak Tersentuh Bantuan

Kuansing, VokalOnline.Com -Sungai Paku- Kepala Keluarga, Sarimun ( 37) warga Sungai Paku, kecamatan Singingi Hilir, kabupaten Kuantan Singingi, mengaku tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten maupun pemerintah desa. Hal itu direspon cepat oleh Kepala Kepolisian Sektor Singingi Hilir, AKP. Agus Susanto, SH.
"Saya ucapkan terima kasih atas informasinya, kami lagi mendata masyarakat kita yang miskin untuk kita berikan bantuan, karena kita ada program peduli kasih Polsek Singingi Hilir yang dana tersebut kita dapatkan dari iuran anggota pada saat melaksanakan yasinan setiap hari Rabu di Polsek dan beberapa donatur dari Pekanbaru,"tulis Kapolsek AKP Agus Susanto, SH yang lebih kurang satu bulan bertugas di Wilayah Hukum Singingi Hilir. Selasa, 6 September 2022.
Kapolsek yang pernah viral diberbagai Chanel YouTube dengan kedermawanannya saat bertugas di Gaung Anak Serka-Inhil , juga meminta data lengkap kepada awak media terkait warga miskin di desa Sungai Paku tersebut.
Seperti dikatakan warga desa Sungai Paku,"Kami tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah baik sembako maupun bantuan langsung tunai," kata Fitri Yanti istri Sarimun, Senin , 5 September 2022 kepada centroriau.id di kediamannya.
Sehari-hari, sebagai Kepala Keluarga, Sarimun, bekerja sebagai 'kuli harian semberaut'. Ekonomi yang pas-pasan, membuat Sarimun dan Istrinya kesulitan menghidupi tiga anak mereka dan Kondisi tempat tinggal Sarimun juga jauh dari kesan layak. Keluarga Sarimun tinggal di gubuk berdinding papan lapuk dan seng bekas berukuran 4x8 meter persegi.
"Sejak KK kami telah ditetapkan jadi warga desa Sungai Paku tahun 2016 tidak pernah ada bantuan sama sekali, tidak seperti orang lain yang mendapat bantuan sembako maupun uang tunai," terang Fitri Yanti mengaku perantau dari Moro Inhil yang telah menetap di kecamatan Singingi Hilir tersebut.
Sarimun dan istrinya hanya berharap dari berbagai pihak dapat memberikan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah himpitan biaya hidupnya. Ia mengaku telah punya Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat untuk mendapat bantuan sosial tersebut.**(Rusman)
Berita Terkait :
- Masih ada tumpang pilih,warga miskin Di Desa Sungai Paku kc, Sengingi Hilir0
- Puja Ibrahim Meminta Kapolres Memangil KIC Supaya kak Ice Jangan Menjebarkan HOX0
- Himbauan Kamtibmas, Terkait Pengalihan Subsidi BBM menjadi BLT kepada Masyarakat. 0
- Jum at Barokah, Kapolres Kuansing Beri Bantuan Sembako Untuk Warga Kurang Mampu 0
- Tiga Karya Terbaik LKTJ PWI - Klinik Malikha Diumumkan0
_Black11.png)








