- Pemkab Siak Nilai Formula DBH Migas Saat Ini Merugikan Daerah Penghasil
- Pemkab Siak Optimalkan Aset Daerah, Lahan Tidur Disulap Jadi Sentra Pangan
- Pemkab Siak Pastikan Tak Ada Anak Gagal Sekolah karena Kendala Administrasi
- Pemkab Siak Dorong Wakaf Produktif Lewat Pembangunan Rumah Singgah Kesehatan
- Pemkab Siak Siapkan Solusi bagi Calon Siswa yang Terkendala Dokumen Kependudukan
- Pemkab Siak Gandeng Indomaret, Produk UMKM Kini Tembus Pasar Ritel Modern
- Jalan Sungai Rawa Terus Makan Korban, Masyarakat Desak PT Ekasapta Paramita Energi Bertanggung Jawab
- Polsek GAS Turun ke Rambaian: Bhabin Cek dan Rawat Cabe Rawit Ketahanan Pangan
- Bupati Siak Minta Kafilah Tampilkan Performa Terbaik di MTQ Riau XLIV
- Aipda Andromik Ajari Warga Sungai Iliran Cara Panen Cabe Berkualitas
Kartu Prakerja Gelombang 23 Resmi Ditutup

Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja resmi menutup pendaftaran gelombang 23 pada Minggu (20/2) malam.
Jakarta, VokalOnline.Com - Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja resmi menutup pendaftaran Gelombang 23 pada Minggu (20/2) malam. Pendaftaran ditutup setelah pihak manajemen kembali membuka program insentif pencari kerja tersebut pada Kamis (19/2).
"Sobat Prakerja, Gelombang 23 akan ditutup pada hari Minggu 20 Februari, pukul 23.59 WIB," tulis akun resmi @prakerja.go.id di Instagram.
Bagi calon peserta yang sudah memilih gelombang kepesertaan, maka akan mendapatkan notifikasi hasil seleksi yang akan tampil di laman dashboard Kartu Prakerja.
Pihak manajemen mengingatkan kepada calon peserta untuk berhati-hati dengan situs palsu yang mengatasnamakan Kartu Prakerja. "Hati-hati dengan situs palsu! Daftar hanya di situs resmi www.prakerja.go.id," tulisnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membuka Kartu Prakerja Gelombang 23 sebagai tanda dimulainya kembali program tersebut pada tahun ini.
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya menyatakan Kartu Prakerja Gelombang 23 resmi di buka. Sekali lagi selamat mengikuti program Kartu Prakerja, mari melangkah lebih siap dari sekarang," kata Airlangga dalam konferensi pers, Kamis (17/2).
Airlangga menyebut gelombang kali ini akan membuka kuota peserta hingga 500 ribu orang dan akan memprioritaskan sejumlah daerah agar mendapat kuota peserta. Hal ini dilakukan guna mencapai tujuan pemerintah untuk menurunkan kemiskinan ekstrem di 220 kabupaten dan kota.
Sebagai informasi, Kartu Prakerja sejak dirilis April 2020 telah menerima 11,4 juta peserta dalam 22 gelombang. Lebih lanjut, sebagian besar peserta mengaku belum pernah mengikuti pelatihan dan Kartu Prakerja menjadi yang pertama kali diikuti.
Ia mengklaim Kartu Prakerja memiliki dampak yang positif bagi produktivitas dan pendapatan peserta. Program tersebut juga dinilai dapat mendorong ketahanan pangan, finansial, dan inklusi keuangan di tengah masyarakat.**vol/jn
Berita Terkait :
- Hujan Kritik Buruh ke Menaker Ida Fauziyah soal JHT0
- Janji Menaker: Mudah Cairkan JHT Cukup Pakai NIK0
- Jokowi Dorong Sinergi dan Kolaborasi G20 Hadapi Ketidakpastian Global0
- Kementerian ESDM Genjot Produksi Batu Bara 663 Juta Ton Tahun Ini0
- Investasi di Riau Paling Besar di Sumatra, Bahkan Kalahkan Jawa Tengah0
_Black11.png)









