- BOR 2026 Resmi Dibuka, Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Semarakkan RGECC
- Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan Paket Bansos
- Erfan Panca Putra Terpilih Aklamasi Pimpin FAJI Riau Periode 2026–2030
- Sukses Bangun Sinergi Daerah, Hotli Maruli Sirait Terima Penghargaan Khusus Bergengsi JMSI Award 202
- Pasca Kebakaran di PT Pulau Sambu di Guntung, Kapolsek Kateman: Sudah Kondusif, Tak Ada yang Perlu D
- Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Menteri Agama atas Program Masjid Ramah Pemudik
- Bupati Siak Kritik Formula DBH Migas, Daerah Penghasil Dinilai Dirugikan
- Infrastruktur Rusak dan Kecelakaan Berulang, Warga Desak PT EPE Turut Bertanggung Jawab
- Pemkab Siak Nilai Formula DBH Migas Saat Ini Merugikan Daerah Penghasil
Kasus Jabar Melonjak, Wagub Akui Banyak Warga Anggap Corona Tak Ada

Ilustrasi. Mobilitas warga Jabar kian tinggi seiring meningkatnya ketidakpercayaan terhadap Covid-19.
Jakarta, VokalOnline.Com - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengungkapkan lonjakan kasus Virus Corona (Covid-19) yang kini mulaJakarta, VokalOnline.Com - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengungkapkan lonjakan kasus Virus Corona (Covid-19) yang kini mulai bergeser dari DKI Jakarta ke wilayahnya terjadi akibat banyak masyarakat yang abai terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.
Menurutnya, kebanyakan warga di Jabar terlena dengan sejumlah pembukaan aktivitas mobilitas publik yang mulai dibuka pemerintah guna menyeimbangkan aspek kesehatan dan ekonomi.
"[Penyebab lonjakan kasus] Menurut informasi yang kami terima, adanya masyarakat yang sudah merasa Corona itu tidak ada. Jadi mereka sudah meninggalkan prokes sebagian, dan juga dipicu mobilitas yang sangat luar biasa," kata Uu dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, Jumat (18/2).
Uu melanjutkan jumlah penambahan kasus Covid-19 harian di Jabar meningkat tajam dan bahkan menduduki posisi pertama di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Seperti pada 17 Februari kemarin misalnya, jumlah Covid-19 harian di Jabar mencapai 16.251 kasus.
"Karena memang ini semua sudah ternina-bobokan dengan landainya kasus [beberapa bulan lalu], betul seperti itu," imbuhnya.
Namun demikian, Uu mengaku Jabar lebih siap menghadapi lonjakan yang disebabkan oleh transmisi varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Omicron kali ini. Ia menyebut, Indonesia sudah mengalami tiga kali lonjakan kasus Covid-19, sehingga sudah memiliki amunisi dalam hal penanganan di lapangan.
Sebagai langkah preventif, pihaknya sudah mulai menginstruksikan agar rumah sakit Covid-19 di Jabar menambah 40 persen kapasitas tempat tidur bagi perawatan pasien Covid-19 gejala sedang-berat.
Sementara, pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala dianjurkan untuk isolasi mandiri dengan pengawasan puskesmas.
"Jadi saya tidak sependapat bahwa pemerintah ini tidak serius menangani. Padahal kami sudah melaksanakan maksimal dan ikhtiar, hanya mungkin perlu waktu sampai kepada kesadaran masyarakat," ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mengungkapkan pergeseran episentrum atau pusat penularan Covid-19 akan berpindah dari DKI Jakarta menuju Jawa Barat.
Ia mengatakan pusat penularan kasus Covid-19 terus berpindah. Ia pun memprediksi episentrum Covid-19 akan menuju luar Pulau Jawa dalam waktu dekat.
Sementara itu Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Siti Nadia Tarmizi memprediksi lonjakan kasus Covid-19 harian di provinsi luar Jawa-Bali akan terjadi pada 3-4 pekan ke depan. Peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan itu terjadi akibat serangan varian Omicron di Indonesia.**vol/jn
Berita Terkait :
- Katanya Cuma Anjuran, Tapi Anak Yang Belum Vaksin Dilarang Datang ke Sekolah0
- Kasus Binomo Naik ke Penyidikan, Polisi Temukan Pidana Judi-Penipuan0
- Banjir Rendam 4 Kecamatan di Bekasi, 4.958 Jiwa Terdampak0
- Brigjen Tabana Pimpin Vaksinasi di Komplek City Walk0
- Alarm Center Diharap Mampu Kurangi Resiko Kematian0
_Black11.png)









