- Dr. Karmila Sari Dorong Mahasiswa Unilak Siap Hadapi Dunia Kerja Lewat Workshop Bina Talenta
- Salsa Kuratori Pameran "Rantau", 70 Karya Mahasiswa Fotografi ISI Padang Panjang Dipamerkan
- JMSI Riau Gelar Seminar Sawit Berkelanjutan, Dorong Tata Kelola yang Berkeadilan
- Musprov FAJI Riau Tetapkan Erfan Panca Putra sebagai Ketua Baru
- Dinas PMD Meranti Lakukan Pendampingan 12 Desa Akan Bertarung di Pilkades Oktober Mendatang
- Polri Dukung Program Desa Bebas Api, Wakapolres Meranti Hadiri Penandatanganan MoU
- BOR 2026 Resmi Dibuka, Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Semarakkan RGECC
- Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan Paket Bansos
- Erfan Panca Putra Terpilih Aklamasi Pimpin FAJI Riau Periode 2026–2030
Keliling Pakai Bus, DPP GPM Kembali Suarakan Dugaan Kejahatan PT Agro Abadi

DPP GPM menggunakan bus kembali menyuarakan agar penegak hukum mengusut dugaan kejahatan PT Agro Abadi.
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM)- Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Melayu (DPP-GPM), kembali menyuarakan agar penegak hukum mengusut dugaan kejahatan yang dilakukan PT Agro Abadi, perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit di Kampar.
Aksi yang mereka lakukan, Jumat (11/6/2021), terbilang unik, yaitu dengan berkeliling Kota Pekanbaru menggunakan bus. Beberapa spanduk dipasang yang salah satunya bertuliskan meminta Kapolda Riau, mengusut tuntas PT Agro Abadi yang diduga diduga keras merambah kawasan hutan untuk dijadikan kebun sawit".

Aris Masduki, Koordinator Umum Aksi yang sekaligus juga Sekretaris Umum DPP Gerakan Pemuda Melayu, mengatakan tidak kehabisan akal dalam menyuarakan dugaan keras kejahatan yang dilakukan oleh PT Agro Abadi.
"Kami berharap sepenuhnya kepada para penegak hukum agar dapat segera menuntaskan kasus ini demi tegaknya hukum dan jeranya perusahaan yang merambah kawasan hutan yang ada di Riau," ujar Aris
Aris juga menerangkan, dalam gerakan ini DPP Gerakan Pemuda Melayu membawa bus aspirasi berkeliling Kota Pekanbaru.
"Penyampaian aspirasi dengan pola ini mungkin saja belum pernah dilakukan sebelumnya, sebab kami menggunakan bus dengan menempel spanduk dengan tulisan yang menyuarakan mengenai dugaan kejahatan yang dilakukan oleh PT Agro Abadi dan membawa bus tersebut berkeliling dan mampir dibeberapa titik sekaligus mengantarkan surat imbauan keras seperti di DLHK, Kantor PT Panca Eka Group, Gedung DPRD Provinsi dan Kantor Gubernur Riau," terang Aris.
Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Melayu, M Nasir Faisal, menerangkan ternyata ada dasar dan alasan DPP Gerakan Pemuda Melayu membuat gerakan dengan konsep yang unik dan jarang dilakukan oleh gerakan sebelumnya.
"Kami bergerak dengan pola ini tentu bukan tanpa alasan, kami sangat menghargai adanya Surat Edaran Walikota Pekanbaru Nomor: 1775/STP/SEKR/V/2021 tentang PPKM yang berlaku hingga 13 Juni 2021 sehingga kami memutuskan untuk tidak melaksanakan aksi demonstrasi menjelang waktu yang ditentukan oleh surat edaran walikota tersebut habis. Namun melalui ini kami ingin sampaikan dengan tegas bahwa kami akan kembali memasukkan surat aksi dan akan menggelar aksi demonstrasi pekan depan," tegas M Nasir Faisal.
DPP GPM juga telah membuat aksi dengan membentang spanduk di pagar Kejati Riau serta BPN beberapa waktu lalu. Yang disampaikan juga sama, yaitu tentang dugaan kejahatan PT Agro Abadi.
Manager Umum PT Agro Abadi, Rusdi SH, ketika dikonfirmasi sebelumnya, menegaskan bahwa dugaan yang disampaikan oleh DPP GPM sama sekali tidak benar.(yad)***
Berita Terkait :
- Seleksi Tahap Akhir Atlit Forki Riau0
- Perdana Ngantor, Afrizal-Sulaiman Cek Kondisi Kantor Tiap Lantai0
- Kolaborasi Media dan Dunia Usaha Langkah Jitu Pulihkan Ekonomi0
- GPM Riau Minta Kejati Usut Dugaan Kejahatan PT Agro Abadi 0
- Riau Siapkan Asrama Haji Atasi Ledakan Warga Positif Covid-190
_Black11.png)









