- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
Riau Siapkan Asrama Haji Atasi Ledakan Warga Positif Covid-19

Gubernur Riau Syamsuar meninjau asrama haji yang dipersiapkan sebagai ruangan isolasi mandiri. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan Asrama Haji sebagai gedung tambahan ruangan isolasi mandiri bagi warga terkonfirmasi Covid-19. Hal ini menyusul lonjakan Covid-19 Riau sebelum puasa dan terus berlangsung hingga Juni.
Juru Bicara Satgas Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi menjelaskan, sejak Mei lalu angka harian warga terinfeksi virus corona rata-rata 500. Jumlah itu memang sempat turun tapi hanya beberapa hari saja.
"Sampai sekarang belum turun, Covid-19 di Riau belum terkontrol seperti Januari. Maret masih stabil kemudian April mulai melonjak," kata Yovi, Senin siang, 7 Juni 2021.
Dokter spesialis paru-paru ini menjelaskan, puncak pertama Covid-19 di Riau terjadi pada Oktober. Saat itu dalam sebulan, ada 7000 warga terinfeksi karena mulai abai menerapkan protokol kesehatan.
Melewati fase puncak pertama, kasus harian Covid-19 di Riau mulai melandai pada akhir tahun 2020 hingga Maret 2021. Saat itu, kasus harian jarang sampai di atas 100 warga.
"Mei ini melonjak dengan 15 ribu, puncaknya nanti pertengahan Juni hingga Juli," kata Yovi.
Yovi tak bosan mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai lengah karena Yovi khawatir mutasi atau varian baru Covid-19 mulai masuk ke Riau.
"Ini yang dikhawatirkan, ada varian baru tapi belum bisa dibuktikan namun tetap waspada," terang Yovi.
Terkait Asrama Haji sebagai penambahan ruang isolasi, Yovi menyebut Ikatan Dokter Indonesia ataupun Perhimpunan Perawat Indonesia sudah berkomitmen membantu. Akan ada tenaga kesehatan tambahan.
"Istilahnya di BKO ke sana untuk membantu perawatan pasien isolasi mandiri," ucap Yovi.
Sebelumnya, Gubernur Riau Syamsuar sudah meninjau Asrama Haji pada Minggu, 6 Juni 2021. Syamsuar menyebut penambahan ruang isolasi sebagai upaya mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 di Riau.
"Kita harus mengantisipasi kalau terjadi penambahan pasien dengan gejala ringan," kata Syamsuar.
Syamsuar mengatakan, penambahan ruang isolasi ini karena sebagian tempat isolasi mandiri yang tersedia di Provinsi Riau sudah terisi. Kapasitas ruang isolasi mandiri di asrama itu tersedia untuk 280 orang.
Syamsuar berharap penambahan ruang isolasi ini bisa membantu merawat pasien Covid-19, khususnya dengan gejala ringan atau Orang Tanpa Gejala (OTG).
"Tenaga kesehatan seperti dokter, perawat dan beberapa tenaga juga telah disiapkan, mudah-mudahan penanganannya baik," kata Syamsuar. (syu)
Berita Terkait :
- Penolak Vaksin Covid-19 Bakal Didenda Hingga Sanksi Administratif0
- Polisi Tangkap Perambah Hutan di Kabupaten Bengkalis0
- Tentara Amerika Gelar Latihan Bersama di Lanud Roesmin Nurjadin0
- Puluhan Atlet Ikuti Seleksi Forki Riau0
- Kehadiran Buaya di Desa Mumpa Pertanda Apa?0
_Black11.png)









