Kehadiran Buaya di Desa Mumpa Pertanda Apa?
Sudah 20 Tahun tak Muncul

Publisher Vol/Syu Riau
04 Jun 2021, 19:39:48 WIB
Kehadiran Buaya di Desa Mumpa Pertanda Apa?

Buaya yang muncul di Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir. IST


PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Kemunculan buaya besar di Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, menghebohkan masyarakat sekitar. Apalagi predator puncak di sungai itu tak pernah terlihat 20 tahun belakangan.

Buaya muara itu bahkan menerkam kambing warga dan menjadikan santapan siang. Kemudian, buaya itu terlihat santai naik ke darat lalu mendekati pemukiman warga di pinggir sungai.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono menyebut buaya dilaporkan muncul pada 1 Juni 2021. Pihaknya berkoordinasi dengan Polsek untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

"Kami kemudian mengirim tim ke Desa Mumpa untuk melakukan mitigasi konflik satwa," kata Suharyono, Jum'at siang, 4 Juni 2021.

Kamis, 3 Juni 2021, tim BBKSDA Riau tiba di lokasi dan berkoar dengan kepala desa serta perangkat dusun. Di desa itu, ada seorang warga mengaku berjumpa dengan buaya yang sedang memangsa kambing di pinggir sungai.

"Kambing yang dimangsa adalah milik warga bernama Tarom," ucap Suharyono.

Berdasarkan laporan tim di lokasi, akhir-akhir ini buaya tersebut sering muncul dan naik ke darat menuju pemukiman warga. Kemunculan ini sangat jarang terjadi apalagi buaya menuju pemukiman.

"Kepala desa menyebut hampir 20 tahun tidak pernah ada kemunculan satwa Buaya di sekitar lokasi," jelas Suharyono.

Di lokasi, personel BBKSDA Riau mengobservasi sejumlah lokasi dan menemukan bekas cakaran di pinggir sungai. Petugas menghimbau masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai dan mengurangi aktivitas di sungai pada jam tertentu, yaitu pagi dan menjelang malam atau maghrib.

Petugas juga meminta masyarakat tidak membuang bangkai ayam atau membersihkan ayam baru disembelih di sungai karena memancing buaya mendekati pemukiman warga.

"Saat ini satwa buaya sudah menjauh dari pemukiman warga dan mengarah kembali ke Sungai Mumpa," jelas Suharyono.

Masyarakat sekitar juga melakukan ritual adat agar buaya tak mendekat lagi ke pemukiman. Ritual ini merupakan sistem kearifan lokal untuk mitigasi dari gangguan satwa liar.

Apabila buaya muncul lagi, Suharyono menghimbau masyarakat tidak meluka ataupun membunuhnya. Pasalnya buaya merupakan yang dilindungi, apalagi bertindak nekat kepada buaya sangat beresiko bagi keselamatan.

"Kalau melihat langsung laporkan melalui call center BBKSDA Riau Balai dengan nomor 081374742981," imbuh Suharyono. (syu)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment