- Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja
- Puluhan Tahun Berpisah, Alumni SMAN 2 Pekanbaru Kembali Bertemu dalam Reuni
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla 13 Hektare di Bengkalis
- Perawatan Jalan Berkelanjutan, PT PAS Mitra Agrinas Pastikan Pengangkutan TBS Tetap Lancar
- Firmansyah Resmi Diumumkan Dalam Paripurna Jabat Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru
- Jalan Santai HUT RI ke-81 di Siak, Wabup Syamsurizal Ingatkan Warga Waspadai Karhutla
- Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU Ricuh, Ketentuan Iddah Politik Tak Berubah
- Legislator Dapil Riau Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
- Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis
- Vendor Security RS Awal Bros Dumai Diduga Tarik Uang Pelicin, Manajemen Sebut Sudah Berganti Vendor
Pengelola Panti Husnul Khatimah Akui Jual Beras Bantuan, Tapi...

Penghuni panti yang melapor ke Dinas Sosial Provinsi Riau. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Dinas Sosial Provinsi Riau menerima laporan perlakuan tidak mengenakkan terhadap penghuni Panti Jompo Husnul Khatimah. Termasuk adanya penjualan bantuan seperti beras oleh pengelola panti milik pemerintah daerah itu.
Kepala Dinas Sosial Riau T Zul Efendi menyebut pengaduan penghuni panti ini menjadi informasi untuk bahan evaluasi. Jika memang benar adanya, dia menyebut akan memperbaiki.
"Namun tidak ada yang prinsip tapi tetap jadi bahan masukan," kata Zul kepada wartawan, Kamis siang, 3 Juni 2021.
Terkait adanya dugaan penjualan bantuan dari pihak luar, Zul menyebut itu sebagai masukan. Namun dia beralasan bantuan beras tidak bisa disimpan lama di gudang.
Apalagi selama ini, panti pemerintah sudah anggaran untuk makan dari daerah. Tak ayal penjualan bantuan dilakukan dan uangnya untuk operasional panti.
"Kan sudah ada APBD, secara teknis (bantuan dari pihak luar) itu tanggung jawab pengelola," jelas Zul.
Sementara itu, Kepala UPT Panti Jompo Husnul Khatimah, Hermon Zuhedi mengakui adanya penjualan beras bantuan. Hanya saja, uang hasil jualan tetap dibagikan kepada penghuni.
"Meskipun jumlahnya tidak banyak yang dibagikan (kepada penghuni)," kata Hermon.
Hermon menerangkan, penjualan beras memang ada tapi hasilnya digunakan untuk kepentingan yang tidak ada anggaran. Salah satunya membeli sarung tangan saat pandemi Covid-19.
"Kemudian sisa dibagikan ke nenek (penghuni) tapi jumlahnya tidak banyak," jelas Hermon.
Hermon membantah perlakuan tidak mengenakkan pengurus ke penghuni panti. Misalnya saja untuk pemberian pakaian bantuan dari donatur.
"Kami suruh mereka pilih, (pakaian) yang tidak terpakai baru diserahkan ke panti lain," kata Hermon.
Di sisi lain, Hermon menyebut penjualan bantuan juga digunakan untuk perbaikan musala. Pasalnya bangunan yang ada sudah tidak layak lagi sehingga hasil penjualan bantuan untuk perbaikan.
"Kalau anggaran untuk makan itu sudah ada di APBD, semuanya tercukupi," jelas Hermon. (syu)
Berita Terkait :
- Wali Kota Dumai Sambut Kunker Pangdam I/Bukit Barisan0
- Panti Husnul Khotimah Diduga Jual Bantuan Beras0
- Makin Berlarut, Kapan Gaji Guru MDA di Kampar Dibayar?0
- Kerumunan di Rumah Bupati Meranti Muhammad Adil, Bagaimana Proses Hukumnya?0
- Polsek Tampan Lockdown Tujuh Kelurahan Zona Merah Covid-190
_Black11.png)









