Panti Husnul Khotimah Diduga Jual Bantuan Beras
Penghuni Lapor ke Dinas Sosial

Publisher Vol/Syu Riau
03 Jun 2021, 20:50:29 WIB
Panti Husnul Khotimah Diduga Jual Bantuan Beras

Penghuni panti yang melapor ke Dinas Sosial Provinsi Riau. IST


PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Sejumlah penghuni Panti Jompo Husnul Khatimah di Pekanbaru mengadu ke Dinas Sosial Provinsi Riau. Mereka mengaku mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari oknum pengurus, bahkan ada ancaman akan dikeluarkan.

Seorang penghuni panti, Nurmaya mengaku memang tidak mendapatkan kekerasan fisik. Namun sikap dari beberapa pengurus membuat penghuni yang sudah lanjut usia sedih karena tidak diperlukan layaknya orang tua.

"Kami ini orang tua, selalu dikatain kasar, sedih kami," kata Nurmaya di Dinas Sosial Provinsi Riau, Kamis siang, 3 Juni 2021.

Sejumlah penghuni yang rata-rata berusia di atas 60 tahun sudah berusaha mengingatkan pengurus berbicara baik kepada orang tua. Namun pengurus malah mengancam akan mengeluarkan dari panti milik pemerintah daerah itu.

"Dikit-dikit diancam dikeluarkan dari panti, tahu dirilah kata pengurus panti," jelas Nurmaya.

Selain itu, tambah Nurmaya, sejumlah penghuni sering dipindahkan ke kamar lain tanpa alasan yang jelas. Penghuni ke kamar yang dulunya ditempati penghuni sakit atau sudah meninggal dunia.

"Pindah ke kamar bekas orang sakit, baunya belum hilang, bersihkan sendiri," ucap Nurmaya.

Ketika pindah, pengurus panti disebut tidak mau membantu. Akhirnya penghuni lansia terpaksa mengupah memakai uang yang diterima dari donatur.

"Kami tua-tua ini tidak sanggup lagi ngangkat barang, sudah capek dipindahin ke kamar lain, kami sudah tua," terang Nurmaya.

Di sisi lain, penghuni panti juga mengaku tidak menerima uang saku seperti biasa. Uang yang diberikan donatur ataupun pengunjung tidak pernah disebutkan besarannya berapa.

"Kan uangnya dalam amplop ketika diserahkan, kalau dulu dikasih tahu besarannya berapa, sekarang tidak lagi," katanya.

Penghuni juga menyebut adanya dugaan penjualan bantuan, misalnya beras, oleh pengurus. Akibatnya, bantuan seperti gula, teh, kopi dan mie jatah untuk penghuni tidak seperti biasanya lagi.

Jatah dari gudang biasanya diterima 10 hari sekali. Namun penghuni sudah tidak mendapatkan jatah susu lagi bagi lansia yang seharusnya mereka terima setiap bulan.

"Susu tak ada, kemudian mie itu, sedihlah kami ni," ucap Nurmaya.

Laporan dari penghuni panti ini diterima oleh petugas Dinas Sosial Provinsi Riau. Sejumlah perwakilan dari panti ternyata sudah ada di dinas begitu mengetahui rencana laporan penghuni.

Mediasi dilakukan antara perwakilan penghuni dan pengurus panti. Penghuni berharap ada perbaikan pelayanan dan transparansi di panti tersebut.

Sebelum mediasi berlangsung, dua orang pengurus panti mencoba mengintimidasi penghuni yang akan membuat laporan. Mereka berusaha memotong wawancara penghuni panti dengan wartawan.

"Ini klien kami, biang kerok ini," ucap seorang ibu diduga pengurus menyela wawancara wartawan.

Upaya menghalangi wawancara juga dilakukan seorang laki-laki yang diduga pegawai di dinas tersebut. Sejumlah wartawan akhirnya protes kepada laki-laki tak diketahui namanya.  (syu)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment