- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
Polisi Bubarkan Kerumunan di Rumah Bupati Meranti
Berpotensi Sebarkan Covid-19

Polisi dan TNI membubarkan kerumunan di rumah Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Muhammad Adil. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, membubarkan kerumunan massa di kediaman Bupati Meranti Muhammad Adil. Kerumunan berpotensi menyebarkan virus corona itu berlangsung di daerah Alah Air, Kecamatan Tebingtinggi, Kamis, 27 Mei 2021.
Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kepulauan Meranti yang juga Kapolres, Ajun Komisaris Besar Eko Wimpiyanto Hardjito menyebut pembubaran dipimpin Kabag Operasional Polres Kompol Joni Wardi.
Kasat Intelkam Polres Kepulauan Meranti AKP Syaiful, tambah Wimpi, juga turun. Selain polisi, pembubaran kerumunan di rumah juga melibatkan personel TNI.
"Pada 26 Mei 2021, kasus Covid-19 di Riau paling tinggi di Indonesia, sementara di Meranti pada 27 Mei ada 130 kasus," kata Wimpi dalam keterangan tertulisnya, Kamis malam.
Wimpi menjelaskan, kerumunan di rumah bupati dilakukan oleh Tim AOK (Adil Orang Kita). Saat itu, AOK 9 kecamatan dan AOK kelurahan sedang melakukan rapat koordinasi di lokasi.
"Pembubaran tersebut dilakukan dalam upaya melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di Meranti. Apalagi, dua orang meninggal akibat Covid-19 pada Kamis di Meranti," jelas Wimpi.
Mantan Kepala Koordinator Sekretariat Pribadi Kapolda Riau ini menyebut sudah berkali-kali melakukan upaya sosialisasi kepada berbagai pihak untuk tidak membuat kerumunan. Berbagai masukan dan pemahaman juga sudah sering disampaikan.
Wimpi juga menyatakan keselamatan manusia adalah hukum tertinggi. Berdasarkan hal itu ia juga tidak ingin dianggap pandang bulu dalam menyelamatkan manusia.
"Apalagi pembubaran itu dilakukan atas laporan masyarakat yang masuk kepada kita sehingga pembubaran terpaksa harus kita lakukan," tegas Kapolres.
Apalagi, tambah Wimpi, seluruh tim Satgas Covid-19 baru-baru ini juga sudah melakukan rapat koordinasi terkait peningkatan jumlah kasus di Meranti. Saat itu diputuskan agar satgas semakin ketat dalam membatasi kegiatan masyarakat.
Sementara itu, Kasat Intel Polres Meranti, AKP Syaiful menyebut kerumunan oleh Tim AOK di kediaman bupati lebih dari 100 orang.
"Pembubaran tersebut dilakukan secara mendadak setelah adanya perintah pimpinan dan berdasarkan laporan masyarakat yang masuk ke kita," ujarnya. (syu)
Berita Terkait :
- Pemko Pekanbaru Kerahkan 5 TMP Untuk Vaksin Warga ke Rumah0
- Dr Yovi Sebut Pelaksanaan PPKM Mikro di Riau Tidak Berjalan Efektif0
- HMMM...Varian Baru Virus Corona Ternyata Pernah Singgah ke Riau0
- 10 ABK Asal India Positif Covid-19 di Dumai0
- Polisi Senapelan Tembak Jambret Spesialis Kalung Emas Emak-emak0
_Black11.png)









