- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
HMMM...Varian Baru Virus Corona Ternyata Pernah Singgah ke Riau

Juru bicara Satgas Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Satgas Covid-19 di Riau menduga kenaikan warga terkonfirmasi virus corona di Bumi Lancang Kuning karena masuknya varian baru virus dari Wuhan, China itu. Apalagi Riau pada 26 Mei lalu menjadi daerah tertinggi di Indonesia untuk kasus harian.
"Dugaan seperti itu tapi belum ada bukti," kata juru bicara Satgas Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi.
Yovi menyatakan Pemerintah Provinsi Riau sudah memeriksa sampel seluruh warga yang terkonfirmasi. Hasilnya hingga saat ini belum ada ditemukan mutasi virus corona, baik yang dari Inggris, India ataupun Afrika Selatan.
Hanya saja, Yovi menyebut pembawa mutasi virus corona pernah singgah di Kota Dumai beberapa waktu lalu. Hal ini diketahui setelah adanya satu kapten dan anak buah kapal (ABK) dari India terkonfirmasi Covid-19.
"Kaptennya itu terinfeksi varian baru Covid-19, sementara ABK nya tidak," tegas Yovi, Kamis siang, 27 Mei 2021.
Yovi menyebut kapten kapal terinfeksi varian baru Covid-19 itu sudah pulih dan kapalnya sudah berlayar kembali ke India. Begitu juga dengan ABK terkonfirmasi yang sudah dinyatakan sembuh.
Yovi mengatakan, pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kota Dumai yang ikut menangani kapten dan ABK itu akhirnya terinfeksi. Beruntung virus corona yang menginfeksinya tidak dari kapten.
"Sampelnya tidak terbukti mutasi," tegas Yovi.
Meskipun belum ada varian baru virus corona masuk ke Riau, Yovi menyebut masyarakat dan pemerintah tidak boleh lengah.
"Karena mutasi ini sangat cepat menyebarnya," tegas Yovi. (syu)
Berita Terkait :
- 10 ABK Asal India Positif Covid-19 di Dumai0
- Polisi Senapelan Tembak Jambret Spesialis Kalung Emas Emak-emak0
- Berkah Waisak, Satu Napi di Riau Langsung Bebas Saat Terima Remisi0
- Polisi Tangkap Begal Sadis Terhadap Tukang Ojek0
- Riau Catat Kasus Kematian dan Konfirmasi Harian Covid-19 Tertinggi di Indonesia0
_Black11.png)









