- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
HMMM...Varian Baru Virus Corona Ternyata Pernah Singgah ke Riau

Juru bicara Satgas Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Satgas Covid-19 di Riau menduga kenaikan warga terkonfirmasi virus corona di Bumi Lancang Kuning karena masuknya varian baru virus dari Wuhan, China itu. Apalagi Riau pada 26 Mei lalu menjadi daerah tertinggi di Indonesia untuk kasus harian.
"Dugaan seperti itu tapi belum ada bukti," kata juru bicara Satgas Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi.
Yovi menyatakan Pemerintah Provinsi Riau sudah memeriksa sampel seluruh warga yang terkonfirmasi. Hasilnya hingga saat ini belum ada ditemukan mutasi virus corona, baik yang dari Inggris, India ataupun Afrika Selatan.
Hanya saja, Yovi menyebut pembawa mutasi virus corona pernah singgah di Kota Dumai beberapa waktu lalu. Hal ini diketahui setelah adanya satu kapten dan anak buah kapal (ABK) dari India terkonfirmasi Covid-19.
"Kaptennya itu terinfeksi varian baru Covid-19, sementara ABK nya tidak," tegas Yovi, Kamis siang, 27 Mei 2021.
Yovi menyebut kapten kapal terinfeksi varian baru Covid-19 itu sudah pulih dan kapalnya sudah berlayar kembali ke India. Begitu juga dengan ABK terkonfirmasi yang sudah dinyatakan sembuh.
Yovi mengatakan, pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kota Dumai yang ikut menangani kapten dan ABK itu akhirnya terinfeksi. Beruntung virus corona yang menginfeksinya tidak dari kapten.
"Sampelnya tidak terbukti mutasi," tegas Yovi.
Meskipun belum ada varian baru virus corona masuk ke Riau, Yovi menyebut masyarakat dan pemerintah tidak boleh lengah.
"Karena mutasi ini sangat cepat menyebarnya," tegas Yovi. (syu)
Berita Terkait :
- 10 ABK Asal India Positif Covid-19 di Dumai0
- Polisi Senapelan Tembak Jambret Spesialis Kalung Emas Emak-emak0
- Berkah Waisak, Satu Napi di Riau Langsung Bebas Saat Terima Remisi0
- Polisi Tangkap Begal Sadis Terhadap Tukang Ojek0
- Riau Catat Kasus Kematian dan Konfirmasi Harian Covid-19 Tertinggi di Indonesia0
_Black11.png)









