- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
HMMM...Varian Baru Virus Corona Ternyata Pernah Singgah ke Riau

Juru bicara Satgas Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Satgas Covid-19 di Riau menduga kenaikan warga terkonfirmasi virus corona di Bumi Lancang Kuning karena masuknya varian baru virus dari Wuhan, China itu. Apalagi Riau pada 26 Mei lalu menjadi daerah tertinggi di Indonesia untuk kasus harian.
"Dugaan seperti itu tapi belum ada bukti," kata juru bicara Satgas Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi.
Yovi menyatakan Pemerintah Provinsi Riau sudah memeriksa sampel seluruh warga yang terkonfirmasi. Hasilnya hingga saat ini belum ada ditemukan mutasi virus corona, baik yang dari Inggris, India ataupun Afrika Selatan.
Hanya saja, Yovi menyebut pembawa mutasi virus corona pernah singgah di Kota Dumai beberapa waktu lalu. Hal ini diketahui setelah adanya satu kapten dan anak buah kapal (ABK) dari India terkonfirmasi Covid-19.
"Kaptennya itu terinfeksi varian baru Covid-19, sementara ABK nya tidak," tegas Yovi, Kamis siang, 27 Mei 2021.
Yovi menyebut kapten kapal terinfeksi varian baru Covid-19 itu sudah pulih dan kapalnya sudah berlayar kembali ke India. Begitu juga dengan ABK terkonfirmasi yang sudah dinyatakan sembuh.
Yovi mengatakan, pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kota Dumai yang ikut menangani kapten dan ABK itu akhirnya terinfeksi. Beruntung virus corona yang menginfeksinya tidak dari kapten.
"Sampelnya tidak terbukti mutasi," tegas Yovi.
Meskipun belum ada varian baru virus corona masuk ke Riau, Yovi menyebut masyarakat dan pemerintah tidak boleh lengah.
"Karena mutasi ini sangat cepat menyebarnya," tegas Yovi. (syu)
Berita Terkait :
- 10 ABK Asal India Positif Covid-19 di Dumai0
- Polisi Senapelan Tembak Jambret Spesialis Kalung Emas Emak-emak0
- Berkah Waisak, Satu Napi di Riau Langsung Bebas Saat Terima Remisi0
- Polisi Tangkap Begal Sadis Terhadap Tukang Ojek0
- Riau Catat Kasus Kematian dan Konfirmasi Harian Covid-19 Tertinggi di Indonesia0
_Black11.png)









