- Tambang Batu Bara PT Era Perkasa Mining di Inhu Disorot, Lokasi Aktivitas Diduga Berbeda dengan IUP
- Kebakaran Rumah di Selatpanjang, Begini Penjelasan Polisi
- Hendry Munief Soroti Privatisasi Pesisir dan Abrasi dalam Pembahasan RUU Daerah Kepulauan
- Syahrul Aidi dan Hendry Munief Kompak Motivasi Mahasiswa UNRI Mandiri Sejak Kuliah
- Trisakti School of Multimedia Gandeng CIP Pekanbaru,Bahas Digital Marketing hingga Personal Branding
- Pesangon 10 Pekerja Tak Dibayar Usai PHK Sepihak, PT Awal Bros Bumi Pusaka Diduga Kebal Hukum
- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
Riau Catat Kasus Kematian dan Konfirmasi Harian Covid-19 Tertinggi di Indonesia
Per 26 Mei 2021

Tes swab untuk mendeteksi Covid-19 terhadap seorang warga di Pekanbaru. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Provinsi Riau mencatat rekor lonjakan Covid-19 terbanyak sejak virus corona masuk ke Indonesia pada Maret tahun lalu. Lonjakan Covid-19 Riau ini bahkan tertinggi di Indonesia yang biasanya selalu ada di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Tengah.
Tidak hanya kasus konfirmasi paling banyak per 26 Mei 2021, lonjakan Covid-19 Riau ini juga mencatat angka kematian paling tinggi di Indonesia. Sementara angka kesembuhan tidak meningkat seperti biasanya.
Juru bicara Satgas Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi, menyebut angka konfirmasi di Bumi Lancang Kuning pada Kamis petang ada 739 orang. Dengan demikian hingga kini ada 56906 angka kumulatif di Riau.
"Riau paling tinggi hari ini di Indonesia ada 739, begitu juga angka kematian ada 27," kata Yovi, Kamis petang.
Yovi menyebut ada beberapa faktor lonjakan Covid-19 Riau. Dia menduga lonjakan ini kemungkinan besar karena efek libur Lebaran Idul Fitri beberapa waktu lalu.
"Orang kembali dari mudik, ini sudah 14 hari sejak lebaran, hari ini sudah pas, diperkirakan itu yang terjadi," kata Yovi.
Di sisi lain, Yovi menyebut peningkatan ini karena meningkatnya tracing yang dilakukan petugas medis terhadap orang yang pernah kontak dengan pasien Covid-19.
"Itu faktor yang menjadi penyumbang kenapa banyak hari ini," sebut Yovi.
Terkait meningkatnya angka kematian, Yovi menyebut terjadi karena pasien yang datang ke rumah sakit sudah mengalami gejala berat.
"Awalnya isolasi mandiri tiga sampai empat hari, kemudian terjadi perburukan, datang ke rumah sakit," kata Yovi.
Sebagai informasi, Covid-19 di Riau baik itu pasien dengan penyakit penyerta (komorbid) ataupun tidak sudah menyebabkan 1496 warga meninggal dunia.
Sementara dari 56906 total konfirmasi, Riau juga mencatatkan angka kesembuhan secara keseluruhan 50166 hingga 26 Mei 2021. (syu)
Berita Terkait :
- Polisi di Riau Dilarang Libur Sebelum Jawab Tantangan Presiden Jokowi0
- Bupati Kampar Kunker ke Boyolali0
- Polda Riau Door To Door Ajak Warga Mau Divaksin Covid-190
- Pemkab Kampar Kembali Berlakukan PPKM0
- Tangkap Otak Teror Kepala Anjing ke Rumah Jaksa Kejati 0
_Black11.png)









