- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Polisi di Riau Dilarang Libur Sebelum Jawab Tantangan Presiden Jokowi

Apel personel Polda Riau untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 dan menurunkan penyebaran virus corona. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Perintah Presiden Joko Widodo agar kasus Covid-19 di Riau selesai dalam dua pekan menjadi atensi Polda setempat. Ribuan personel diapelkan untuk melaksanakan perintah dari orang nomor satu di Indonesia itu.
Wakil Kepala Polda Riau Brigadir Jenderal Tabana Bangun dalam apel Senin pagi, 24 Mei 2021, memerintahkan personel harus mampu menjawab tantangan Presiden. Dalam dua minggu ke depan akan diusahakan angka konfirmasi Covid-19 di Riau turun.
Tabana mengatakan, Pekanbaru dalam beberapa hari belakangan menjadi daerah teratas di Riau kasus penyebaran virus corona. Operasi menurunkan penyebaran ini menjadi kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
"Pekanbaru pada khususnya agar keluar dari situasi zona merah," tegas Tabana.
Tabana meminta forum komunikasi pimpinan daerah Pekanbaru mengambil kebijakan dan tindakan optimal di lapangan. Salah satunya adalah vaksin massal Covid-19.
"Anggota Polri dan keluarga harus ikut mendukung sebagai penerima vaksin sehingga imunitas bisa terbentuk," kata Tabana.
Tabana menyebut keluarga Polri yang terkena Covid-19 dari hari ke hari makin menurun. Keadaan ini harus dipertahankan pertahankan dengan segala daya upaya sehingga harapan Presiden bisa terwujud dengan baik.
Setelah mendapat imunitas dari vaksin Covid-19, lanjut Tabana, semua pihak harus punya tanggung jawab eksternal atau tanggung jawab keluar. Yakni menjadi bagian dari tenaga penanggulangan pandemi Covid-19.
"Polri harus mendorong untuk memberi informasi dan edukasi kepada masyarakat," jelas Tabana.
Tabana menyatakan upaya pencegahan selalu ditingkatkan karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Dan vaksinasi dinyatakan Tabana sebagai upaya menjaga keselamatan masyarakat Riau.
"Kita tidak mengenal libur untuk menekan angka penurunan, sehingga dalam dua minggu angka penularan ini harus turun," jelasnya.
Dia menambahkan, pelayanan unit tepadu Polri ini akan turun ke rumah rumah. Mengecek siapa saja yang baru pulang kampung serta melakukan pengecekan dan test swab dan tracing agar penularan virus corona dapat dikendalikan. (syu)
Berita Terkait :
- Bupati Kampar Kunker ke Boyolali0
- Polda Riau Door To Door Ajak Warga Mau Divaksin Covid-190
- Pemkab Kampar Kembali Berlakukan PPKM0
- Tangkap Otak Teror Kepala Anjing ke Rumah Jaksa Kejati 0
- Ratusan Warga Bandel Terjaring Sedang Berkerumun0
_Black11.png)









