- Tambang Batu Bara PT Era Perkasa Mining di Inhu Disorot, Lokasi Aktivitas Diduga Berbeda dengan IUP
- Kebakaran Rumah di Selatpanjang, Begini Penjelasan Polisi
- Hendry Munief Soroti Privatisasi Pesisir dan Abrasi dalam Pembahasan RUU Daerah Kepulauan
- Syahrul Aidi dan Hendry Munief Kompak Motivasi Mahasiswa UNRI Mandiri Sejak Kuliah
- Trisakti School of Multimedia Gandeng CIP Pekanbaru,Bahas Digital Marketing hingga Personal Branding
- Pesangon 10 Pekerja Tak Dibayar Usai PHK Sepihak, PT Awal Bros Bumi Pusaka Diduga Kebal Hukum
- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
Polisi di Riau Dilarang Libur Sebelum Jawab Tantangan Presiden Jokowi

Apel personel Polda Riau untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 dan menurunkan penyebaran virus corona. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Perintah Presiden Joko Widodo agar kasus Covid-19 di Riau selesai dalam dua pekan menjadi atensi Polda setempat. Ribuan personel diapelkan untuk melaksanakan perintah dari orang nomor satu di Indonesia itu.
Wakil Kepala Polda Riau Brigadir Jenderal Tabana Bangun dalam apel Senin pagi, 24 Mei 2021, memerintahkan personel harus mampu menjawab tantangan Presiden. Dalam dua minggu ke depan akan diusahakan angka konfirmasi Covid-19 di Riau turun.
Tabana mengatakan, Pekanbaru dalam beberapa hari belakangan menjadi daerah teratas di Riau kasus penyebaran virus corona. Operasi menurunkan penyebaran ini menjadi kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
"Pekanbaru pada khususnya agar keluar dari situasi zona merah," tegas Tabana.
Tabana meminta forum komunikasi pimpinan daerah Pekanbaru mengambil kebijakan dan tindakan optimal di lapangan. Salah satunya adalah vaksin massal Covid-19.
"Anggota Polri dan keluarga harus ikut mendukung sebagai penerima vaksin sehingga imunitas bisa terbentuk," kata Tabana.
Tabana menyebut keluarga Polri yang terkena Covid-19 dari hari ke hari makin menurun. Keadaan ini harus dipertahankan pertahankan dengan segala daya upaya sehingga harapan Presiden bisa terwujud dengan baik.
Setelah mendapat imunitas dari vaksin Covid-19, lanjut Tabana, semua pihak harus punya tanggung jawab eksternal atau tanggung jawab keluar. Yakni menjadi bagian dari tenaga penanggulangan pandemi Covid-19.
"Polri harus mendorong untuk memberi informasi dan edukasi kepada masyarakat," jelas Tabana.
Tabana menyatakan upaya pencegahan selalu ditingkatkan karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Dan vaksinasi dinyatakan Tabana sebagai upaya menjaga keselamatan masyarakat Riau.
"Kita tidak mengenal libur untuk menekan angka penurunan, sehingga dalam dua minggu angka penularan ini harus turun," jelasnya.
Dia menambahkan, pelayanan unit tepadu Polri ini akan turun ke rumah rumah. Mengecek siapa saja yang baru pulang kampung serta melakukan pengecekan dan test swab dan tracing agar penularan virus corona dapat dikendalikan. (syu)
Berita Terkait :
- Bupati Kampar Kunker ke Boyolali0
- Polda Riau Door To Door Ajak Warga Mau Divaksin Covid-190
- Pemkab Kampar Kembali Berlakukan PPKM0
- Tangkap Otak Teror Kepala Anjing ke Rumah Jaksa Kejati 0
- Ratusan Warga Bandel Terjaring Sedang Berkerumun0
_Black11.png)









