- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
- Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, MM
- Pawai Perahu Bagandung Ikut Semarakkan Pelaksanaan Pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 44
- Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
- Sambut MTQ Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Gelar Gotong Royong Serentak
- Polres Kuansing Gelar Rakor, Matangkan Persiapan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
Polisi Senapelan Tembak Jambret Spesialis Kalung Emas Emak-emak

Jambret yang ditembak polisi (rambut kuning) saat dirawat di rumah sakit. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Sudah 16 kali Fernando beraksi di berbagai daerah di Pekanbaru. Namun aksi selanjutnya tidak bisa dilakukan lagi karena kakinya bersarang peluru personel Polsek Senapelan.
Fernando diduga pelaku jambret spesialis kalung emas. Rata-rata korbannya adalah emak-emak bersepeda motor yang memakai perhiasan ataupun membawa tas di jalanan.
Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Nandang Mu'min Wijaya mengatakan Fernando ditangkap bersama rekannya Danil. Nama terakhir merupakan penadah hasil jambret pelaku di jalanan.
Tak seperti Danil, pelaku Fernando berusaha melawan petugas ketika akan ditangkap beberapa hari lalu. Dia nyaris lolos dari sergapan sehingga terpaksa ditembak petugas.
"Diberikan tindakan tindakan tegas terukur," kata Nandang, Rabu siang, 26 Mei 2021.
Nandang menyebut pelaku beraksi beberapa hari lalu di sebuah jalan di Pekanbaru. Saat itu, ada emak-emak menyeberang jalan memakai kalung emas.
Pelaku yang sudah mengintai korban langsung memepet pakai sepeda motor. Pelaku langsung menarik kalung sehingga korban sempat terjatuh karena berusaha melawan.
Akibat ulah pelaku ini korban mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Korban melapor ke Polsek Senapelan, di mana petugas melakukan penyelidikan dan akhirnya mengetahui keberadaan pelaku.
"Pengakuannya kepada petugas sudah beraksi di 16 lokasi di Pekanbaru," kata Nandang.
Dalam kasus ini, petugas menyita sebuah kalung emas dan sebuah sepeda motor yang dijadikan pelaku saat beraksi. (syu)
Berita Terkait :
- Berkah Waisak, Satu Napi di Riau Langsung Bebas Saat Terima Remisi0
- Polisi Tangkap Begal Sadis Terhadap Tukang Ojek0
- Riau Catat Kasus Kematian dan Konfirmasi Harian Covid-19 Tertinggi di Indonesia0
- Polisi di Riau Dilarang Libur Sebelum Jawab Tantangan Presiden Jokowi0
- Bupati Kampar Kunker ke Boyolali0
_Black11.png)









