- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
Polisi Senapelan Tembak Jambret Spesialis Kalung Emas Emak-emak

Jambret yang ditembak polisi (rambut kuning) saat dirawat di rumah sakit. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Sudah 16 kali Fernando beraksi di berbagai daerah di Pekanbaru. Namun aksi selanjutnya tidak bisa dilakukan lagi karena kakinya bersarang peluru personel Polsek Senapelan.
Fernando diduga pelaku jambret spesialis kalung emas. Rata-rata korbannya adalah emak-emak bersepeda motor yang memakai perhiasan ataupun membawa tas di jalanan.
Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Nandang Mu'min Wijaya mengatakan Fernando ditangkap bersama rekannya Danil. Nama terakhir merupakan penadah hasil jambret pelaku di jalanan.
Tak seperti Danil, pelaku Fernando berusaha melawan petugas ketika akan ditangkap beberapa hari lalu. Dia nyaris lolos dari sergapan sehingga terpaksa ditembak petugas.
"Diberikan tindakan tindakan tegas terukur," kata Nandang, Rabu siang, 26 Mei 2021.
Nandang menyebut pelaku beraksi beberapa hari lalu di sebuah jalan di Pekanbaru. Saat itu, ada emak-emak menyeberang jalan memakai kalung emas.
Pelaku yang sudah mengintai korban langsung memepet pakai sepeda motor. Pelaku langsung menarik kalung sehingga korban sempat terjatuh karena berusaha melawan.
Akibat ulah pelaku ini korban mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Korban melapor ke Polsek Senapelan, di mana petugas melakukan penyelidikan dan akhirnya mengetahui keberadaan pelaku.
"Pengakuannya kepada petugas sudah beraksi di 16 lokasi di Pekanbaru," kata Nandang.
Dalam kasus ini, petugas menyita sebuah kalung emas dan sebuah sepeda motor yang dijadikan pelaku saat beraksi. (syu)
Berita Terkait :
- Berkah Waisak, Satu Napi di Riau Langsung Bebas Saat Terima Remisi0
- Polisi Tangkap Begal Sadis Terhadap Tukang Ojek0
- Riau Catat Kasus Kematian dan Konfirmasi Harian Covid-19 Tertinggi di Indonesia0
- Polisi di Riau Dilarang Libur Sebelum Jawab Tantangan Presiden Jokowi0
- Bupati Kampar Kunker ke Boyolali0
_Black11.png)









