- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Pemko Pekanbaru Kerahkan 5 TMP Untuk Vaksin Warga ke Rumah

Wali Kota Pekanbaru Firdaus melepas bus TMP untuk vaksin Covid-19. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Pemerintah Kota Pekanbaru mengerahkan bus milik daerah untuk memaksimalkan penyebaran vaksin Covid-19. Hingga akhir tahun ini, Pekanbaru menargetkan 730 ribu warga sudah menerima vaksin.
Wali Kota Pekanbaru Firdaus ST menyebut jika sudah ada 730 warga tervaksin maka akan terbentuk imunitas massal. Dengan demikian penyebaran Covid-19 di Riau, khususnya ibu kota provinsi, bisa terputus.
"Saat ini target baru 100 ribu warga, hingga Desember nanti 730 ribu," kata Firdaus sebelum melepas bus untuk vaksinasi massal, Kamis siang, 27 Mei 2021.
Firdaus menjelaskan, bus daerah atau trans metro Pekanbaru (TMP) dikerahkan untuk jemput bola ke masyarakat agar bisa divaksin. Warga yang kesulitan akses ke tempat vaksinasi akan didatangi dan disuntik jika kesehatannya memenuhi syarat.
Pengerahan bus untuk jemput masyarakat untuk divaksin sebelumnya juga sudah dilakukan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru. Masyarakat di pemukiman sulit akses akhirnya bisa menerima vaksin.
"Ini yang pertama di Indonesia, dikerahkan bus untuk vaksinasi massal," ucap Firdaus.
Di sisi lain, Firdaus menyebut pemerintah daerah juga menggencarkan vaksin di tempat tertentu. Sebut saja di gedung guru, gedung olahraga, rumah sakit daerah dan puskesmas.
"Di Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia khusus untuk guru," katanya.
Selain itu, pemerintah juga menggencarkan vaksin di kampus-kampus. Saat ini Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim sudah mulai melakukan vaksin.
Di kampus itu, pemerintah daerah menargetkan seluruh pegawai dan tenaga pengajar sudah menerima vaksin. Begitu juga dengan setiap anggota keluarga tenaga pengajar.
"Kemudian mahasiswa juga wajib dan masyarakat sekitar kampus, begitu juga dengan kampus lain," kata Firdaus.
Di sisi lain, Firdaus menyebut Pekanbaru masih menjadi daerah di Riau yang tertinggi kasus Covid-19. Pada 26 Mei 2021 ada 200 penambahan kasus baru dari total 739 angka konfirmasi harian di Riau.
"Bahkan di Riau pada 26 Mei merupakan tertinggi di Indonesia," jelas Firdaus.
Firdaus mengatakan, lonjakan Covid-19 Riau mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo dan sudah berkunjung ke Pekanbaru. Dia menyebut Presiden memberikan semangat agar pemerintah daerah bisa memutus mata rantai penyebaran.
"Semuanya sudah bekerjasama tapi belum membuahkan hasil maksimal," terang Firdaus.
Wali kota dua periode ini menyebut mengatasi Covid-19 perlu kolaborasi baik antara semua pihak, begitu juga masyarakat. Pemerintah bakal memaksimalkan tracing, testing dan treatment.
Masyarakat yang kontak erat dengan orang terkonfirmasi bakal dilacak dan dilakukan tes untuk mengetahui apakah terjangkit atau tidak. Kemudian dilakukan pengobatan atau treatment.
"Ada juga yang isolasi mandiri ini harus diawasi, diberikan obat," jelas Firdaus.
Sementara itu, Ketua Harian Percepatan Vaksinasi di Pekanbaru, Azwan menyebut ada 5 bus TMP dikerahkan. Bus ini bakal keliling untuk melakukan vaksin kepada masyarakat yang sulit terjangkau.
"Bus akan mobile sampai pukul 16.00 WIB setiap hari, kami tidak akan berhenti memutus mata rantai Covid-19 dengan mempercepat vaksinasi," terang Azwan.
Tidak hanya pemukiman, bus ini juga akan mendatangi pusat kuliner. Jika ditemukan masyarakat berkerumun maka akan dilakukan tes dan divaksin untuk mencegah Covid-19.
"Bus akan dikomando oleh kepala dinas perhubungan dan vaksinnya oleh kepala dinas kesehatan," terang Azwan.
Azwan menyebut ruangan bus sudah disulap. Ada ruangan screening, ruang penyuntikan dan ruang observasi setelah mendapat vaksin.
"Ini pertama kali untuk menjangkau orang yang enggan dengan berbagai alasan dan keterbatasan ke tempat vaksin," jelas Azwan. (syu)
Berita Terkait :
- Dr Yovi Sebut Pelaksanaan PPKM Mikro di Riau Tidak Berjalan Efektif0
- HMMM...Varian Baru Virus Corona Ternyata Pernah Singgah ke Riau0
- 10 ABK Asal India Positif Covid-19 di Dumai0
- Polisi Senapelan Tembak Jambret Spesialis Kalung Emas Emak-emak0
- Berkah Waisak, Satu Napi di Riau Langsung Bebas Saat Terima Remisi0
_Black11.png)









