Satgas Covid-19 Riau Sentil Bupati Meranti Muhammad Adil
Kebijakan Ajak Ramaikan Warung Kopi

Publisher Vol/Syu Kesehatan
04 Jun 2021, 19:33:06 WIB
Satgas Covid-19 Riau Sentil Bupati Meranti Muhammad Adil

Juru bicara Satgas Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi. IST


PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil mendapat sorotan dari Satgas Covid-19 di Riau. Bukan karena kerumunan di rumahnya yang dibubarkan polisi melainkan kebijakan untuk mendongkrak perekonomian di tengah pandemi.

Bupati Kepulauan Meranti itu meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di kabupaten termuda di Riau itu untuk meramaikan warung kopi. Namun ajakan ini hanya berlaku sampai pukul 11.00 WIB karena jika lebih akan ada Satpol PP datang.

Juru bicara Satgas Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi menyayangkan adanya kebijakan ini. Apalagi menurut dokter spesialis paru-paru ini angka penyebaran virus corona di sana terus bertambah.

"Kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Meranti perlu diwaspadai, dengan semakin tinggi kasus Covid-19, dan kasus pasien yang meninggal dunia," kata Yovi di Pekanbaru.

Pada 2 Juni 2021, terdapat 30 penambahan di Meranti, berikutnya pada 3 Juni terdapat 13 penambahan. Angka ini menjadi tanda di Kepulauan Meranti belum bebas dari Covid-19.

Menurut Yovi, dirinya belum mengetahui teknis kebijakan terkait kedai kopi itu. Yang jelas, dia hanya berharap kondisi saat ini harus diwaspadai.

Yovi menyatakan, Satgas Covid-19 di Riau tidak pernah menyuruh warung kopi tutup. Yang ada saat ini hanyalah pembatasan ketat yaitu pengunjung tidak lebih dari 50 persen.

"Kalau ngobrol tetap memakai masker dan ini harus dipatuhi pengusaha kedai warung," jelas Yovi.

Hanya saja, Satgas Covid-19 Riau belum mengambil kebijakan terhadap arahan meramaikan warung kopi itu. Apakah akan ada teguran baik lisan ataupun tertulis.

Sebagai informasi, Ketua Satgas Covid-19 yang juga Gubernur Riau, Syamsuar juga tidak memberikan teguran terhadap kerumunan di rumah Bupati Meranti. Syamsuar bahkan tidak berkomentar banyak.

"Kalau dibubarkan tak usah dikomentari lagi, tak ada tak ada," kata Syamsuar ditanyai soal teguran terhadap Bupati Kepulauan Meranti.

Terkait kerumunan itu, Polres Kepulauan Meranti tengah mendalami apakah kasus itu bakal ditindak secara hukum.

Sebelumnya, Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil bertekad memulihkan ekonomi pengusaha kecil di daerahnya karena pandemi Covid-19. Diapun meminta semua ASN dan honorer meramaikan kedai kopi setiap hari.

"Agar bisa memenuhi kedai kopi dari pukul 10.00-11.00 WIB, di luar jam itu  atau saat jam kerja jika ada ASN dan Honorer yang nekat duduk di kedai kopi harus tetap ditindak," kata H Adil saat rapat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah.

Adil menyebut omset pengusaha warung kopi di Meranti turun selama dua tahun karena pandemi. Dia khawatir kondisi ini membuat banyak pengusaha gulung tikar karena tidak bisa menggaji karyawan dan toko.

"Akan banyak pengangguran karena ratusan karyawan akan kehilangan pekerjaan," jelas Adil. (syu)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment