- Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja
- Puluhan Tahun Berpisah, Alumni SMAN 2 Pekanbaru Kembali Bertemu dalam Reuni
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla 13 Hektare di Bengkalis
- Perawatan Jalan Berkelanjutan, PT PAS Mitra Agrinas Pastikan Pengangkutan TBS Tetap Lancar
- Firmansyah Resmi Diumumkan Dalam Paripurna Jabat Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru
- Jalan Santai HUT RI ke-81 di Siak, Wabup Syamsurizal Ingatkan Warga Waspadai Karhutla
- Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU Ricuh, Ketentuan Iddah Politik Tak Berubah
- Legislator Dapil Riau Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
- Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis
- Vendor Security RS Awal Bros Dumai Diduga Tarik Uang Pelicin, Manajemen Sebut Sudah Berganti Vendor
Gawat, 48 Kelurahan di Pekanbaru Zona Merah Covid-19

Penyekatan di salah satu perumahan di kawasan Tampan karena zona merah Covid-19. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Penyebaran Covid-19 di Pekanbaru terus berlangsung dan kian memburuk dalam tiga bulan terakhir. Saat ini sudah 48 dari kelurahan di ibu kota Provinsi Riau ini berada di zona merah atau beresiko tinggi penularan.
Pemerintah Pekanbaru sudah memutuskan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala kota hingga 13 Juni nanti. Bahkan ada enam rukun warga (RW) menerapkan PPKM mikro, di mana sebelumnya hanya satu RW saja.
Wali Kota Pekanbaru Firdaus ST mengakui penularan dan resiko penambahan Covid-19 di daerahnya masih tinggi. Diapun meminta semua pihak bekerjasama menekan penyebaran, seperti disiplin menerapkan protokol kesehatan.
"Kemudian mengoptimalkan vaksinasi massal," kata Firdaus di Pekanbaru.
Firdaus menyebut vaksinasi massal mendapat perhatian banyak pihak dan ikut ambil bagian membantu pemerintah. Banyak organisasi, paguyuban hingga asosiasi turut mempercepat vaksinasi.
"Organisasi ikut berperan, ada paguyuban hingga asosiasi mengajak anggotanya ikut vaksinasi," ucap Firdaus.
Terpisah, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru H Azwan menyebut enam RW menerapkan PPKM mikro sebagai bukti peningkatan karena sebelumnya hanya satu. Kenaikan bisa terjadi lagi kalau masyarakat abai menerapkan protokol kesehatan.
Azwan menyatakan, aparat gabungan setiap harinya sudah berupaya optimal mengingatkan masyarakat soal protokol kesehatan. Petugas di lapangan juga mengawasi masyarakat di pusat keramaian.
"Kami ajak masyarakat untuk tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan," jelas Azwan.
Menurut Azwan, tak menutup kemungkinan Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan lockdown skala RW jika penyebaran Covid-19 semakin meningkat.
"Akan lebih keras lagi kalau masyarakat abai," kata Azwan.
Sebagai informasi, pada 2 Juni 2021, total konfirmasi positif Covid-19 di Pekanbaru sudah 27.131 kasus dengan 529 di antaranya meninggal dunia. Saat ini pula ada 2.370 kasus aktif yang sedang ditangani.
Selain 48 kelurahan zona merah, ada pula 15 kelurahan berada di zona orange dengan resiko sedang penyebaran Covid-19, 15 zona kuning dengan resiko rendah dan hanya lima zona hijau. (syu)
Berita Terkait :
- MA Batalkan Vonis Bebas Legal PT Duta Palma Group0
- Polda Riau Bongkar Peredaran Surat Bebas Covid-19 Palsu di Bandara Pekanbaru0
- Pengelola Panti Husnul Khatimah Akui Jual Beras Bantuan, Tapi... 0
- Wali Kota Dumai Sambut Kunker Pangdam I/Bukit Barisan0
- Panti Husnul Khotimah Diduga Jual Bantuan Beras0
_Black11.png)









